Minggu, 06 Sep 2026 03:31 WIB

Elektabilitas Yeni Wahid Ungguli Khofifah Soal Cawapres Perempuan Berbasis NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Sep 2023 11:41 WIB
Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda
Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda

selalu.id - Dialektika Institute melakukan survei dan simulasi pasangan Pilpres khususnya Cawapres perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang. Hasilnya, nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mencuat sebagai kandidat Wakil Presiden.

Tercatat dari 5 nama tokoh perempuan pemilih yang digandang sebagai sebagai Cawapres naman Yenny Wahid diposisi tertinggi dengan angka 27,6 persen, kemudian beda tipis dengan Khofifah Indar Parawansa 25,4 persen, lalu Puan Maharani 14,9 persen dan Susi Pudjiatusti 12,6 persen dan Sri Mulyani 8,5 persen.

Baca Juga: Setelah Voting, Pemilihan Ketum PBNU Berubah ke Mekanisme AHWA

Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda mengatakan survei ini dilakukan untuk mendalami isu mutakhir yang muncul di publik sebagai Cawapres di kalangan perempuan.

"Isu-isu muncul Cawapres alternatif di kalangan perempuan Cawapres, basis pemilih moyaritas warga NU. Muncul nama simulasi Yenny, Khofifah dan Puan. Terkait itu Yenny sering muncul tapi selisihnya tipis dari khofifah," kata Mheky, kepada selalu.id, Selasa (12/9/2023).

Mheky menjelaskan bahwa indikator Yenny lebih unggul sebagai Cawapres perempuan dikarenakan bahwa anak presiden Gus Dur tersebut merupakan salah satu trah anak ideologis dari Nadhlatul Ulama (NU).

Baca Juga: Gus Salam Ungkap Muktamar ke-35 NU Diwarnai Kekerasan Panitia ke Peserta

"Yenny juga punya pembangunan seperti Gusdurian, dia salah satu tetap punya mama di NU secara nasional. Yenny juga punya pengalaman di PKB adalah NU, dan NU adalah PKB," jelasnya.

Sementara untuk Khofifah, menurut Mheky, melalui tersirat pandangang publik bahwa perempuan nomor satu di Jawa Timur hanya ingin fokus pekerjaannya sebagai Gubernur di masa jabatannya.

"Khofifah yang tersirat di publik ingin fokus di masa jabataamya di Jatim. Maka Yenny lebih unggul meskipun sama sama latar belakang NU. Kita tidak tahu kedepannya seperti apa, mungkin bulan-bulan kedepannya berubah," pungkasnya.

Baca Juga: Niat Kembalikan NU Seperti Dulu, Caketum PBNU Gus Kikin Ketengahkan Dokumen Asas Awal

Mheky kembali menjelaskan bahwa jika pengukuran dikurucutkan dan elektabilitas Cawapres Perempuan dengan menguji 3 nama yakni Yenny Wahid, Khofifah, dan Puan Maharani. Nama Yenny Wahid kembali lebih tinggi yakni dengan angka 35,4 persen. Kemudian Khofifah 34, persen dan Puam Maharani 12,4 persen.

"Hasil dari teman dari litbang dan survei lain. nama yang sering muncul di media sekitar ada dua tiga nama, yakni Yenny dan Khofifah dari kalangan religius serta Puan dari kalangan nasionalis. Tapi setidaknya ada 5 tokok perempuan yang muncul di survei di survei lain. Makanya kita pantau survei itu," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

Soal harga, produk Sango Ceramics dibanderol mulai dari Rp15.000 per item

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.