Jumat, 05 Jun 2026 01:24 WIB

Elektabilitas Yeni Wahid Ungguli Khofifah Soal Cawapres Perempuan Berbasis NU

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 12 Sep 2023 11:41 WIB
Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda
Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda

selalu.id - Dialektika Institute melakukan survei dan simulasi pasangan Pilpres khususnya Cawapres perempuan untuk Pemilu 2024 mendatang. Hasilnya, nama Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid mencuat sebagai kandidat Wakil Presiden.

Tercatat dari 5 nama tokoh perempuan pemilih yang digandang sebagai sebagai Cawapres naman Yenny Wahid diposisi tertinggi dengan angka 27,6 persen, kemudian beda tipis dengan Khofifah Indar Parawansa 25,4 persen, lalu Puan Maharani 14,9 persen dan Susi Pudjiatusti 12,6 persen dan Sri Mulyani 8,5 persen.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Direktur Riset Dialektika Institute, Mheky Polanda mengatakan survei ini dilakukan untuk mendalami isu mutakhir yang muncul di publik sebagai Cawapres di kalangan perempuan.

"Isu-isu muncul Cawapres alternatif di kalangan perempuan Cawapres, basis pemilih moyaritas warga NU. Muncul nama simulasi Yenny, Khofifah dan Puan. Terkait itu Yenny sering muncul tapi selisihnya tipis dari khofifah," kata Mheky, kepada selalu.id, Selasa (12/9/2023).

Mheky menjelaskan bahwa indikator Yenny lebih unggul sebagai Cawapres perempuan dikarenakan bahwa anak presiden Gus Dur tersebut merupakan salah satu trah anak ideologis dari Nadhlatul Ulama (NU).

Baca Juga: Gubernur Jatim Khofifah Sidak Pengambilan PIN SPMB di SMA Surabaya, Ini yang Ditemukan

"Yenny juga punya pembangunan seperti Gusdurian, dia salah satu tetap punya mama di NU secara nasional. Yenny juga punya pengalaman di PKB adalah NU, dan NU adalah PKB," jelasnya.

Sementara untuk Khofifah, menurut Mheky, melalui tersirat pandangang publik bahwa perempuan nomor satu di Jawa Timur hanya ingin fokus pekerjaannya sebagai Gubernur di masa jabatannya.

"Khofifah yang tersirat di publik ingin fokus di masa jabataamya di Jatim. Maka Yenny lebih unggul meskipun sama sama latar belakang NU. Kita tidak tahu kedepannya seperti apa, mungkin bulan-bulan kedepannya berubah," pungkasnya.

Baca Juga: Kemiskinan di Jatim Kini Turun Signifikan, Berikut Rincian Lengkapnya

Mheky kembali menjelaskan bahwa jika pengukuran dikurucutkan dan elektabilitas Cawapres Perempuan dengan menguji 3 nama yakni Yenny Wahid, Khofifah, dan Puan Maharani. Nama Yenny Wahid kembali lebih tinggi yakni dengan angka 35,4 persen. Kemudian Khofifah 34, persen dan Puam Maharani 12,4 persen.

"Hasil dari teman dari litbang dan survei lain. nama yang sering muncul di media sekitar ada dua tiga nama, yakni Yenny dan Khofifah dari kalangan religius serta Puan dari kalangan nasionalis. Tapi setidaknya ada 5 tokok perempuan yang muncul di survei di survei lain. Makanya kita pantau survei itu," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.