Kamis, 04 Jun 2026 16:15 WIB

Dampak Kemarau Panjang, Stok Beras Bulog Langka dan Harga Meroket

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 08 Sep 2023 14:12 WIB
Pedagang beras di Surabaya
Pedagang beras di Surabaya

selalu.id - Dampak musim kemarau panjang membuat kenaikan harga beras, terutama beras produksi Bulog. Meski mengalami kenaikan harga, beras Bulog tetap laku keras di pasar Surabaya. Di samping demand atau permintaan pasar yang tinggi, Bulog juga memberlakukan sistem jatah bagi para pedagang.

Untuk itu, banyak pedagang pun mengaku beras Bulog langsung ludes dalam sehari untuk jatah perputaran beras di pasaran selama seminggu. Salah satu pedagang di pasar Pucang, Saminudin mengaku semua harga beras Bulog naik dari awal Rp 42.000 ribu, menjadi Rp 54.500 ribu per 5 kg langsung habis terjual.

Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog Sidoarjo, Menteri Amran Sebut Stok Beras Akan Capai 5 Juta Ton

"Bulog ada tapi langsung habis. Bulog dikasih jatah per toko 20 pcs datangnya seminggu sekali. Dalam sehari bisa langsung habis, dibatasi 1 orang 2 pcs," kata Saminudun, saat ditemui selalu.id, Jumat (8/9/2023).

Saminudin menyampaikan untuk beras dagangannya yang premium paling murah Rp 13.000 ribu dan yang mahal 14.500 ribu. Sedangkan untuk kulak premium Rp 13.600 ribu dan medium Rp 10.000 ribu.

Menurutnya, naiknya harga beras itu memang dampak dari musim kemarau panjang. Sebab, pengairan sawah untuk tanam padi susah. Sehingga, hasil pertanian pun turun.

Ali Rohman agen beras Pasar Pucang lainnya juga mengatakan bahwa beras medium per 5kg seharga Rp 54.500. Premium paling murah Rp 13.000 paling mahal Rp 14.500. Kulak premium Rp 13.600, medium Rp 10.000.

Baca Juga: Harga Beras Diprediksi Bakal Naik Lagi, Ini Penyebabnya

"Kemungkinan padi gak sebagus sebelum kemarau. Itu saja kalau ada padi kualitas kurang bagus 100 kg dapat berasnya sekitar 70 kg," jelasnya.

Ia juga mengaku harga Bulog naik sudah sejak dua minggu yang lalu. "Kalau musim panas kemungkinan panjang, stok gabah kemungkinan masih bisa naik. Di daerah belum ada panen raya, hanya panen kecil-kecil di dekat daerah berpengairan," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan salah satu pedagang Pasar Genteng Surabaya lainnya, Sadeli (63) juga mengaku beras dari Bulog langsung ludes beberapa hari lalu. Ia Juga mengaku harga beras bulog naik dari harga Rp 41.500 ribu naik menjadi Rp 55.000 ribu.

Baca Juga: Bapanas Resmi Naikkan Harga Beras Eceran Bulog

"Sudah datang dua kali langsung habis. gak bisa ngambil katanya mau bisa. Jadi nunggu lagi. Kemarin dibatasi 19 pak kg. Stok cepat habis," jelasnya.

Tak hanya di Pasar Pucang dan Genteng, hal senada juga dirasakan pedagang Tambak Rejo Surabaya, Warinten mengaku harga berasnya naik Rp 6.000 ribu. Ia menyebut harga beras premium dagangannya Rp 68.000 ribu yang sebelumnha Rp 65.000 ribu.

"Gara-gara gak panen musim kemarau. Bulog sekarang mahal biasanya Rp 42.000 ribu, naik Rp 50.000 ribu. Langsung habis terjual. Jumat kemarin datang sekarang habis," pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.