Jumat, 04 Sep 2026 14:22 WIB

Harga Beras Diprediksi Bakal Naik Lagi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi beras. istimewa
Ilustrasi beras. istimewa

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, harga beras berpotensi naik lagi karena produksi padi pasca-puncak panen raya April-Mei 2024 turun. Kerangka Sampel Area BPS menunjukkan, produksi padi setara gabah kering giling (GKG) pada April dan Mei 2024 masing-masing sebanyak 9,23 juta ton dan 6,21 juta ton.

Adapun produksi di Juni 2024 diperkirakan turun menjadi 3,49 juta ton dan pada Juli 3,73 juta ton. Artinya, produksi padi berpotensi turun sekitar 40-50 persen Juni-Juli 2024 dibanding puncak panen raya padi.

Baca Juga: Sebelum Hearing di DPRD Surabaya, Warga Diminta Tanda Tangan Dukungan pada Proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari

Seperti diketahui, awal bulan ini (Juni 2024), Pemerintah resmi naikkan harga beras eceran untuk jenis medium dan premium. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Nasional (Perbadan) sesuai kebijakan relaksasi yang saat ini sedang berjalan.

Adapun rinciannya penetapannya; Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium akan naik dari Rp 13.900-Rp14.800/kg jadi Rp 14.900-Rp 15.800/kg, HET beras medium akan naik dari Rp 10.900-Rp11.800/kg jadi Rp 12.500-Rp 13.500/kg.

Adanya skenario penentuan HET tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kondisi input biaya produksi yang turut berubah. Sehingga dapat meredam lonjakan harga beras premium hingga medium agar tidak memberatkan konsumen. Padahal, penentuan HET tersebut justru lebih mendorong penjual agar menggelontorkan beras ke pasar, bukan mengatasi input produksi. Artinya, stimulus HET tersebut guna menyasar persoalan pasok.

Baca Juga: Kunjungi Gudang Bulog Sidoarjo, Menteri Amran Sebut Stok Beras Akan Capai 5 Juta Ton

"Jika yang disasar pemerintah adalah kenaikan input, maka seharusnya mengutamakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah ke petani sehingga jelas, bahwa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif untuk sektor hulu yakni petani sebagai subyek penting dalam memastikan stok produksi beras aman," ujar Arin Setyowati Pakar Ekonomi UM Surabaya. 

Arin menjelaskan, persoalan beras merupakan bahasan penting, mengingat bahwa Indonesia mengonsumsi 35,3 juta metrik ton beras berdasarkan data yang dilansir oleh Katadata 2023 tahun 2022/2023. Sedangkan data CNBC 2023 menunjukkan 98,35 persen masyarakat Indonesia mendorong peningkatan yang berkelanjutan ini, termasuk beras dalam pola makan mereka. 

"Namun, dengan adanya fluktuasi harga beras yang cenderung melonjak tentu akan memberikan dampak besar bagi ekonomi rumah tangga, khususnya rumah tangga miskin," kata Arin.

Baca Juga: Satgas Pangan Polda Jatim Pastikan Stok MinyaKita Aman Hingga Lebaran

Seperti halnya harga beras di Pasar Pucang Surabaya, yang mengalami sedikit kenaikan Rp 100 hingga Rp 200 tiap kilogram (kg). Meski penjualan beras masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) di Jawa Timur, yakni mencapai Rp 15.500/kg.

Bagi pembeli sudah cukup berpengaruh karena semua kebutuhan pokok banyak yang naik. Dengan adanya penaikkan harga beras tersebut, baik beras premium ataupun medium, membuat sejumlah kalangan masyarakat merasa keberatan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Korban Keracunan MBG Sidoarjo Tembus 730 Orang, BGN-SPPG Malah Mangkir di Hearing DPRD

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, Usman, mendesak audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur penyedia program MBG.

Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah

Momen tahunan ini dimanfaatkan sebagai wadah menyapa langsung sekaligus mendekatkan diri dengan nasabah setia.

Tak Cuma Fisik, Dinkes Sidoarjo Gelar Rapid Asesmen Jiwa Pulihkan Trauma Santri Keracunan MBG

Langkah rapid asesmen ini menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo bahwa penanganan darurat MBG dilakukan secara menyeluruh hingga aspek psikologis korban pulih.

Tiga OPD Pemkab Jember Sabet Penghargaan Public Service of The Year 2026

Gus Fawait menegaskan apresiasi ini bukan sekadar piala biasa, melainkan pelecut semangat agar Pemkab Jember terus melahirkan terobosan baru.

Lepas Puluhan Tukik ke Laut, PMI Surabaya Ikut Dukung Pelestarian Penyu di Banyuwangi

Ketua Harian PMI Surabaya, Taufik Rohman, turut melepas langsung puluhan tukik tersebut ke laut.

Harga Emas Antam Hari Ini: Jumat Ceria Bunda, Naik Lagi Harganya

Dengan demikian, terdapat selisih (spread) sebesar Rp 147.000 per gram antara harga beli dan harga jual kembali hari ini.