Senin, 19 Okt 2026 23:41 WIB

Harga Beras Diprediksi Bakal Naik Lagi, Ini Penyebabnya

Ilustrasi beras. istimewa
Ilustrasi beras. istimewa

selalu.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, harga beras berpotensi naik lagi karena produksi padi pasca-puncak panen raya April-Mei 2024 turun. Kerangka Sampel Area BPS menunjukkan, produksi padi setara gabah kering giling (GKG) pada April dan Mei 2024 masing-masing sebanyak 9,23 juta ton dan 6,21 juta ton.

Adapun produksi di Juni 2024 diperkirakan turun menjadi 3,49 juta ton dan pada Juli 3,73 juta ton. Artinya, produksi padi berpotensi turun sekitar 40-50 persen Juni-Juli 2024 dibanding puncak panen raya padi.

Baca Juga: Jatanras Polda Jatim Bongkar Penggelapan Beras Bulog untuk Raskin, 3 Pelaku Diamankan

Seperti diketahui, awal bulan ini (Juni 2024), Pemerintah resmi naikkan harga beras eceran untuk jenis medium dan premium. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Badan Nasional (Perbadan) sesuai kebijakan relaksasi yang saat ini sedang berjalan.

Adapun rinciannya penetapannya; Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium akan naik dari Rp 13.900-Rp14.800/kg jadi Rp 14.900-Rp 15.800/kg, HET beras medium akan naik dari Rp 10.900-Rp11.800/kg jadi Rp 12.500-Rp 13.500/kg.

Adanya skenario penentuan HET tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kondisi input biaya produksi yang turut berubah. Sehingga dapat meredam lonjakan harga beras premium hingga medium agar tidak memberatkan konsumen. Padahal, penentuan HET tersebut justru lebih mendorong penjual agar menggelontorkan beras ke pasar, bukan mengatasi input produksi. Artinya, stimulus HET tersebut guna menyasar persoalan pasok.

Baca Juga: Promo Beras September 2026: Banyak Diskon Gila-gilaan Bunda, Segera Beli

"Jika yang disasar pemerintah adalah kenaikan input, maka seharusnya mengutamakan kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah ke petani sehingga jelas, bahwa kebijakan tersebut tidak memberikan dampak positif untuk sektor hulu yakni petani sebagai subyek penting dalam memastikan stok produksi beras aman," ujar Arin Setyowati Pakar Ekonomi UM Surabaya. 

Arin menjelaskan, persoalan beras merupakan bahasan penting, mengingat bahwa Indonesia mengonsumsi 35,3 juta metrik ton beras berdasarkan data yang dilansir oleh Katadata 2023 tahun 2022/2023. Sedangkan data CNBC 2023 menunjukkan 98,35 persen masyarakat Indonesia mendorong peningkatan yang berkelanjutan ini, termasuk beras dalam pola makan mereka. 

"Namun, dengan adanya fluktuasi harga beras yang cenderung melonjak tentu akan memberikan dampak besar bagi ekonomi rumah tangga, khususnya rumah tangga miskin," kata Arin.

Baca Juga: Sebelum Hearing di DPRD Surabaya, Warga Diminta Tanda Tangan Dukungan pada Proyek PT Wulandaya Cahaya Lestari

Seperti halnya harga beras di Pasar Pucang Surabaya, yang mengalami sedikit kenaikan Rp 100 hingga Rp 200 tiap kilogram (kg). Meski penjualan beras masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) di Jawa Timur, yakni mencapai Rp 15.500/kg.

Bagi pembeli sudah cukup berpengaruh karena semua kebutuhan pokok banyak yang naik. Dengan adanya penaikkan harga beras tersebut, baik beras premium ataupun medium, membuat sejumlah kalangan masyarakat merasa keberatan.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Jaga Kamtibmas, Kapolres Nganjuk Instruksikan Kapolsek Jajaran Cek Rutin SPBU

Langkah ini dilakukan untuk memantau langsung stok BBM, terutama jenis bersubsidi, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal.

Diam-diam Prabowo Panggil Tito dan Dudung untuk Rapat Terbatas, Ada Apa?

Rapat terbatas ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian yang sebelumnya digelar di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat.

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Ruang aman untuk mendengar cerita, arahan, dan perhatian emosional dinilai jauh lebih krusial agar anak merasa terlindungi di rumah sendiri.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).