Sabtu, 06 Jun 2026 03:03 WIB

Antisipasi Daging Gelonggongan di Surabaya, Pemkot Minta Warga Aktif Melaporkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Agu 2023 09:14 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih daging yang akan dikonsumsi. Lantaran beberapa waktu lalu Pemkot menemukan adanya pedagang yang menjual daging gelonggongan.

Oleh karenanya, saat ini Pemkot tengah berupaya melakukan perketatan pengawasan peredaran daging gelonggongan di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti juga meminta dan berharap kepada warga untuk ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan pedagang nakal yang menjual daging gelonggongan.

Baca Juga: RPH Surabaya Jamin Pasokan Daging Selama Ramadan hingga Idulfitri 2026

“Jika warga menemukan peredaran daging gelonggongan itu silahkan laporkan kepada kami melalui kanal https://dkpp.surabaya.go.id/kontak. Nanti kita akan tindaklanjuti,” tegasnya, Rabu (30/8/2023).

Agar masyarakat lebih teliti membeli daging, Antiek menerangkan ciri-ciri daging sapi gelonggongan biasanya terlihat basah karena terdapat relatif banyak cairan pada permukaan daging.

“Cairan tersebut berasal dari daging yang berwarna kemerahan. Jika daging diletakkan di atas permukaan maka akan ditemukan cairan berwarna kemerahan di sekitar daging. Berat daging juga menyusut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Potong Hewan
(RPH) Surabaya Fajar Afrianto Isnugroho mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya menemukan daging gelonggongan di Pasar Pegirian, saat melakukan sidak pada Sabtu (26/8/2023) lalu.

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Bahkan, daging gelonggongan itu berasal dari pedagang dari Mitra binaan RPH Surabaya. Fajar menjelaskan awalnya temuan itu dari konsumen yang kemudian ditindaklanjuti di lapangan, dia pun langsung melaporkan kepada sejumlah pihak, terutama pihak DKPP.

“Alhamdulillah temuan itu ditindaklanjuti hingga dilakukan tes laboratorium dan hasilnya belum keluar. Insyaallah hari ini baru keluar. Pada prinsipnya, kami siap support DKPP apa saja yang diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjur Fajar mengungkapkan upaya penemuan daging gelonggongan ini tidak hanya untuk melindungi konsumen Surabaya. Namun, untuk membuktikan bahwa daging dari RPH berkualitas baik.

Baca Juga: Relokasi RPH Pegirian Jalan Terus, Pasar Arimbi Tetap Beroperasi Normal

Sebab, faktanya oknum pedagang dari binaan RPH itu ternyata dicampur dengan daging dari luar Surabaya yang belum tentu terjamin proses pemotongannya dan kehalalannya serta kualitasnya.

“Ini kan sama saja dengan membohongi konsumen Surabaya, makanya di sini kami bertindak proaktif dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.