Rabu, 22 Jul 2026 20:52 WIB

Antisipasi Daging Gelonggongan di Surabaya, Pemkot Minta Warga Aktif Melaporkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Agu 2023 09:14 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih daging yang akan dikonsumsi. Lantaran beberapa waktu lalu Pemkot menemukan adanya pedagang yang menjual daging gelonggongan.

Oleh karenanya, saat ini Pemkot tengah berupaya melakukan perketatan pengawasan peredaran daging gelonggongan di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti juga meminta dan berharap kepada warga untuk ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan pedagang nakal yang menjual daging gelonggongan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Pemkot Copot Direksi BUMD yang Terus Merugi

“Jika warga menemukan peredaran daging gelonggongan itu silahkan laporkan kepada kami melalui kanal https://dkpp.surabaya.go.id/kontak. Nanti kita akan tindaklanjuti,” tegasnya, Rabu (30/8/2023).

Agar masyarakat lebih teliti membeli daging, Antiek menerangkan ciri-ciri daging sapi gelonggongan biasanya terlihat basah karena terdapat relatif banyak cairan pada permukaan daging.

“Cairan tersebut berasal dari daging yang berwarna kemerahan. Jika daging diletakkan di atas permukaan maka akan ditemukan cairan berwarna kemerahan di sekitar daging. Berat daging juga menyusut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Potong Hewan
(RPH) Surabaya Fajar Afrianto Isnugroho mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya menemukan daging gelonggongan di Pasar Pegirian, saat melakukan sidak pada Sabtu (26/8/2023) lalu.

Baca Juga: RPH Surabaya Jamin Pasokan Daging Selama Ramadan hingga Idulfitri 2026

Bahkan, daging gelonggongan itu berasal dari pedagang dari Mitra binaan RPH Surabaya. Fajar menjelaskan awalnya temuan itu dari konsumen yang kemudian ditindaklanjuti di lapangan, dia pun langsung melaporkan kepada sejumlah pihak, terutama pihak DKPP.

“Alhamdulillah temuan itu ditindaklanjuti hingga dilakukan tes laboratorium dan hasilnya belum keluar. Insyaallah hari ini baru keluar. Pada prinsipnya, kami siap support DKPP apa saja yang diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjur Fajar mengungkapkan upaya penemuan daging gelonggongan ini tidak hanya untuk melindungi konsumen Surabaya. Namun, untuk membuktikan bahwa daging dari RPH berkualitas baik.

Baca Juga: Strategi Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

Sebab, faktanya oknum pedagang dari binaan RPH itu ternyata dicampur dengan daging dari luar Surabaya yang belum tentu terjamin proses pemotongannya dan kehalalannya serta kualitasnya.

“Ini kan sama saja dengan membohongi konsumen Surabaya, makanya di sini kami bertindak proaktif dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.