Senin, 02 Feb 2026 03:20 WIB

Antisipasi Daging Gelonggongan di Surabaya, Pemkot Minta Warga Aktif Melaporkan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 30 Agu 2023 09:14 WIB
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti

selalu.id - Pemerintah Kota Surabaya meminta masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih daging yang akan dikonsumsi. Lantaran beberapa waktu lalu Pemkot menemukan adanya pedagang yang menjual daging gelonggongan.

Oleh karenanya, saat ini Pemkot tengah berupaya melakukan perketatan pengawasan peredaran daging gelonggongan di Kota Pahlawan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti juga meminta dan berharap kepada warga untuk ikut mengawasi dan melaporkan apabila menemukan pedagang nakal yang menjual daging gelonggongan.

Baca Juga: Relokasi RPH Pegirian Jalan Terus, Pasar Arimbi Tetap Beroperasi Normal

“Jika warga menemukan peredaran daging gelonggongan itu silahkan laporkan kepada kami melalui kanal https://dkpp.surabaya.go.id/kontak. Nanti kita akan tindaklanjuti,” tegasnya, Rabu (30/8/2023).

Agar masyarakat lebih teliti membeli daging, Antiek menerangkan ciri-ciri daging sapi gelonggongan biasanya terlihat basah karena terdapat relatif banyak cairan pada permukaan daging.

“Cairan tersebut berasal dari daging yang berwarna kemerahan. Jika daging diletakkan di atas permukaan maka akan ditemukan cairan berwarna kemerahan di sekitar daging. Berat daging juga menyusut,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Rumah Potong Hewan
(RPH) Surabaya Fajar Afrianto Isnugroho mengungkapkan bahwa sebelumnya pihaknya menemukan daging gelonggongan di Pasar Pegirian, saat melakukan sidak pada Sabtu (26/8/2023) lalu.

Baca Juga: Mogok Jagal Pegirian Sempat Ganggu Pasokan, RPH Pastikan Stok Daging Surabaya Aman

Bahkan, daging gelonggongan itu berasal dari pedagang dari Mitra binaan RPH Surabaya. Fajar menjelaskan awalnya temuan itu dari konsumen yang kemudian ditindaklanjuti di lapangan, dia pun langsung melaporkan kepada sejumlah pihak, terutama pihak DKPP.

“Alhamdulillah temuan itu ditindaklanjuti hingga dilakukan tes laboratorium dan hasilnya belum keluar. Insyaallah hari ini baru keluar. Pada prinsipnya, kami siap support DKPP apa saja yang diperlukan,” tuturnya.

Lebih lanjur Fajar mengungkapkan upaya penemuan daging gelonggongan ini tidak hanya untuk melindungi konsumen Surabaya. Namun, untuk membuktikan bahwa daging dari RPH berkualitas baik.

Baca Juga: DPRD Surabaya Geram, Nilai Ricuh Aksi Jagal Dipicu RPH Minim Dialog

Sebab, faktanya oknum pedagang dari binaan RPH itu ternyata dicampur dengan daging dari luar Surabaya yang belum tentu terjamin proses pemotongannya dan kehalalannya serta kualitasnya.

“Ini kan sama saja dengan membohongi konsumen Surabaya, makanya di sini kami bertindak proaktif dan berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.