Selasa, 03 Feb 2026 04:36 WIB

Kasus Diare Balita di Surabaya Capai 16 Ribu, Dinkes Ambil Langkah Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 21 Agu 2023 16:35 WIB
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina
Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina

selalu.id - Pemkot Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat total sebanyak 15.896 kasus balita yang terkena diare sejak Januari hingga Juli 2023.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan bahwa Dinkes telah memulai langkah preventif dan mitigasi tingginya kasus diare pada balita dengan menggencarkan imunisasi rotavirus.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Imunisasi Rotavirus di Kota Surabaya sudah dimulai pada bulan Agustus 2023 dan dilakukan secara berkesinambungan," kata Nanik, kepada selalu.id, Senin (21/8/2023).

Nanik menyebut bahwa virus Rotavirus itu bukan hanya penyebab diare tetapi juga menjadi penyebab kematian bayi tertinggi kedua di Indonesia.

“Program imunisasi rotavirus merupakan rangkaian Program Imunisasi Rutin Lengkap (IRL) Nasional sehingga agenda pelaksanaannya akan berkelanjutan,” ujarnya.

Imunisasi yang telah dilakukan Dinkes Surabaya pun menyasar bayi kelahiran per tanggal 16 Mei 2023 atau yang telah menginjak usia dua hingga enam bulan.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

“Adapun dropping vaksin dari pusat secara bertahap dan telah dituangkan kedalam SE dari Dirjen P2P Kemenkes RI tentang Pelaksanaan Pemberian Imunisasi Rotavirus Secara Nasional,” jelasnya.

Pelayanan imunisasi pun dilakukan melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) hingga door to door kepada masyarakat.

“Pemberian vaksin rotavirus diberikan secara oral, diteteskan melalui mulut sebanyak tiga kali dengan jarak pemberian antar vaksin minimal 28 hari,” tambahnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Nantinya pelaksanaan imunisasi ini akan dievaluasi berkala. Nanik minta masyarakat yang punya bayi berusia minimal dua bulan segera mendatangi posyandu atau fasyankes terdekat.

“Pelaksanaan bulan Agustus 2023 akan dianalisa pada akhir bulan Agustus sampai minggu pertama bulan September 2023. Masyarakat yang memiliki bayi berusia minimal dua bulan dengan kelahiran per tanggal 16 Mei 2023, segera penuhi hak anak dengan mengakses layanan imunisasi,” tutupnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.