Selasa, 23 Jul 2024 22:47 WIB

Pedagang Pakaian Adat di Surabaya Dapat Berkah Hari Kemerdekaan

  • Reporter : Ade Resty
  • | Kamis, 17 Agu 2023 13:11 WIB
Suasana di salah satu toko pakaian adat di Pasar Blauran

Suasana di salah satu toko pakaian adat di Pasar Blauran

selalu.id - Tak hanya pedagang bendera serta pernak pernik merah putih, pedagang pakaian adat dan pejuang juga laris manis pada momen Hari Kemerdekaan Indonesia ke 78 ini. Omzet mereka naik hingga 100 persen.

Sulami, pedagang pakaian adat di Pasar Blauran Surabaya mengaku kebanjiran pengunjung sejak awal Agustus lalu.

Baca Juga: Pengendara di Surabaya Berhenti dan Hormat Bendera Pada Detik-detik Proklamasi

"Bahkan sebelum Agustus sudah mulai ramai,” ujar Sulami, Kamis (17/8/2023).

Ramainya permintaan, sambungnya, hingga membuat stok baju adat dan pejuang dewasa ludes. Tinggal ukuran anak-anak.

"Mulai baju adat, basofi Jawa, Bali, baju pejuang, baju profesi. Yang ukuran dewasa semua kosong," ujarnya.

Rata-rata kostum yang ia jual dibanderol Rp90 ribu sampai Rp250 ribu satu setelnya.

"Baju adat rata-rata itu Rp250 ribu dewasa, anak-anak Rp150 ribu. Baju profesi misal polisi kalau anak-anak Rp90 ribu, dewasa Rp125 ribu. Kalau baju pejuang dewasa Rp250 ribu, anak-anak Rp150 sampai Rp175 ribu," terangnya.

Baca Juga: Sambut Hari Kemerdekaan, Wali Kota Eri Kobarkan Semangat Mengentas Kemiskinan di Surabaya

Omzetnya selama momen 17 Agustus, lanjutnya, meningkat 100 persen dibanding bulan biasa.

"Sekarang seperti balik sebelum pandemi. Paling ramai weekend Sabtu-Minggu selama Agustus ini," katanya lagi.

Sementara di toko lain, Gladys, pedagang baju adat menyebut banyak stok yang habis terutama baju adat lurik.

Baca Juga: Mantap! Pemkot Surabaya Bagikan 10 Juta Bendera Semarakkan HUT RI Ke-78

"Lurik banyak dicari mulai tanggal 10-an (Agustus), padahal stok ratusan. Biasanya seminggu cuma stok 50. Sekarang belum sebulan habis," jelasnya.

Selain lurik, beberapa pakaian adat lain juga diserbu baik ukuran anak-anak maupun dewasa. Hingga siang tadi penjualan sudah 100 setel baju.

"Adat-adat kayak Betawi, Sulawesi Selatan, baju pejuang Bung Tomo paling ramai, profesi tentara dan polisi juga ramai," tandasnya.

Editor : Arif Ardianto