Selasa, 21 Jul 2026 16:34 WIB

Dituduh Curi Listrik, Ibu di Surabaya ini Harus Bayar Denda Rp 28 Juta

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Apr 2021 17:08 WIB
Afiah saat berada di kantor PLN
Afiah saat berada di kantor PLN

Surabaya (selalu.id) - Seorang warga di Surabaya diwajibkan membayar kerugian sebesar Rp 28,7 juta dengan tuduhan telah melakukan pencurian listrik dengan cara melubangi penutup meteran. 

Baca Juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?

Kejadian ini menimpa Afiah (41), warga Jalan Sidotopo Wetan Baru, Surabaya. Oleh Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Cabang Kenjeran, Afiah dituduh telah melakukan pencurian listrik dengan cara melubangi boks meteran. 

"Saya ini keberatan sebenarnya untuk bayar segitu. Opo maneh aku dewe yo gak ngelakoni," katanya.

Afiah sendiri mengaku tidak mengetahui adanya lubang pada boks meteran di rumah yang baru dibelinya 2 tahun belakangan ini. 

"Saya tidak tahu. Saya baru beli rumah itu dua tahun ini. Bayar listriknya juga normal," keluhnya.

Mendapat tuduhan tersebut,  Afiah meminta bantuan pendampingan kepada Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jatim guna menyelesaikan kasusnya. Karena Ia merasa tidak pernah melobangi meteran listrik seperti yang dituduhkan.

Ketua bidang pengaduan masyarakat dan pengawasan GNPK Jatim, Miko Saleh menjelaskan, Afiah menempati rumah di alamat Jalan Sidotopo tersebut sejak dua tahun silam setelah membeli dari pemilik lama, dan selama ini tak pernah ada masalah pembayaran rekening listrik walau perbulannya harus membayar  sekitar 1 Juta Rupiah untuk daya 3500 watt.

"Masalah datang pada pertengahan April, dua orang yang mengaku petugas PLN mendatangi rumah Afiah. Mereka ditemui anaknya. Tujuannya adalah meriksa meteran listrik diduga bermasalah di rumah satunya,"kata Miko Saleh saat ditemui, Kamis (22/4/2021)

Sehari setelahnya, Afiah merasa terkejut diberitahu petugas PLN bahwa yang diduga bermasalah ada di  meteran listrik sebab ada lobang di penutup meterannya sehingga meteran tersebut harus diambil dan diputus aliran listriknya. 

"Karena tak merasa melobangi meteran listrik di rumahnya, Afiah meminta aliran listriknya tetap mengalir meski meterannya dicabut dan disanggupi oleh petugas PLN dengan catatan si pemilik rumah harus menyelesaikan persoalan ini di kantor,"tambah Miko.

Ketika mendatangi kantor ULP PLN Cabang Kenjeran Surabaya, Afiah kaget bahwa dirinya diharuskan membayar kerugian 19.278 kWH yang diklaim PLN sebesar Rp, 28,7 Juta. 

Mendapat tuduhan tersebut, Miko Saleh meminta PLN  menjelaskan dasar menentukan kerugian tersebut dan membuktikan pelanggarannya, jangan sampai hal ini menjadi kesempatan praktik pungli dengan memaksakan kehendak tanpa melihat kasus yang sebenarnya terjadi.

"Yang penting kalau mau diganti soal meteran kita mampu membayar untuk administratif meteran. Semua ada rinciannya, gak masalah. Tapi kita sebagai pengawasan agar supaya tidak terjadinya pungli di tubuh pihak ULP Kenjeran," tegasnya.

Pertemuan tersebut menemui jalan buntu, sebab ULP PLN Kenjeran bersikeras meminta Afiah membayar ganti rugi sebesar Rp 28,7 juta dengan cara dicicil, namun Afiah menolak karena merasa tidak melubangi meteran yang dipermasalahkan.

"Ini aneh, belum ada pembuktian siapa yang melakukan tapi sudah dijadikan pelaku dan didenda. Seperti Bu Afiah ini, beliau tidak merasa melakukan tapi tetap dikenakan denda. Itu kan sama saja menuduh tanpa proses pembuktian," pungkasnya. Editor : Redaksi

Berita Terbaru

MTQ ke-32 Kabupaten Sidoarjo Resmi Ditutup, Berikut Daftar Juaranya

Fenny mengatakan lomba ini sejalan dengan upaya mencetak generasi yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.