Rabu, 04 Feb 2026 04:27 WIB

Awas! Ketum PDIP Tak Diam Lagi Soal Bullying, Sudah Disiapkan Kungfu Mega

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 27 Jul 2023 10:14 WIB
Megawati saat kunjungan ke Kebun Raya Mangrove
Megawati saat kunjungan ke Kebun Raya Mangrove

selalu.id - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan bahwa dirinya geram karena sering kali dibully. Megawati pun menceritakan sejak menyebut Presiden Jokowi sebagai kader PDIP dengan sebutan petugas partai, dirinya pun kerap dibully.

Menurutnya, sebutan petugas partai bagi kader memang tidak masalah. Sebab, seluruh kader termasuk yang maju menjadi Presiden pun didukung dan diusung oleh partainya.

Baca Juga: Achmad Hidayat Sebut Armuji Pernah Juluki Megawati ‘Mbok Pikun’

"Namanya calon presiden itu apa sih? Diusung oleh satu partai atau dan beberapa partai. Kan jelas, kok terus saya dibully. Nggak boleh nyebut kader sebagai petugas partai. Toh saya bilang Pak Jokowi petugas partai, hayo, mau dibully lagi? Lah wong yang nyalonkan saya yang lain ngikut, enake. Kenapa yang lain gak bikin calon presiden lain, itu kan fair kalau mau demokrasi. Ini nggak, nunggu aja," jelasnya.

"Umpamanya Pak Eri (Wali Kota Surabaya, red), bagaimana bisa dia jadi Wali Kota kalau tidak didukung oleh partai," lanjutnya.

Mantan Presiden kelima itu menyebut bahwa sebagai politikus, sudah 30 tahun dirinya berpolitik, sehingga dirinya cukup berpengalaman dalam menghadapi dinamika politik yang terjadi. Megawati pun mengatakan bahwa budaya berpolitik pada dirinya diajarkan langsung oleh Pendiri Bangsa Indonesia, Presiden Soekarno yang juga ayahanda dari Megawati.

"Seorang Presiden Pendiri Bangsa loh yang ngajarin saya. (Rumusnya begini, red) Kalau orang ngomong ini kamu ngomong ini. Kalau orang nohok kamu, kamu elus," ungkap Mega, saat sambutan usai meresmikan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar di Surabaya, Rabu (26/7/2023).

Baca Juga: Haul Bung Karno 2025 di Surabaya, Yordan: Lanjutkan Perjuangan dengan Kesetiaan dan Jiwa Pengabdian

Oleh karena riwayat berpolitiknya yang selalu pada posisi strategis, ia pun menegaskan bahwa dirinya tak akan membiarkan orang membuat narasi-narasi miring dan membully dirinya, terutama saat Pemilu sebagai pesta politik semakin dekat.

"Jangan lupa loh saya pernah jadi Presiden dan saya pernah Wapres. Dalam diri saya penuh pengetahuan politik," tegasnya.

Terlebih lagi, Mega mengaku tidak senang tentang pemberitaan di media yang membuat dirinya menjadi bahan bully-an dengan pertanyaan wartawan yang tak sesuai dengan topik.

Baca Juga: Bulan Bung Karno, PDIP dan Bamusi Surabaya Gelar Khotmil Quran dan Santuni Anak Yatim

"Saya pernah loh satu wartawan, nggak usah saya omongin, karena saya sudah jengkel, karena topiknya beda dengan apa yang akan ditanyakan, melenceng, ngamuk saya bilang. Saya gak mau digoreng-goreng lagi, karena habis ini kan mau pemilu," ungkap orang nomor satu di PDI-perjuangan.

Lebih lanjut Mega menambahkan bahwa dirinya selama ini tak menghiraukan bully tersebut. Tetapi kali ini, dia bakal ambil sikap dan bahkan dia menyiapkan ilmu khusus dalam menangkal itu, yang ia sebut sebagai Kungfu Ibu Mega.

"Saya punya ilmu ini, Kungfu Ibu Mega. Mukul-merangkul. Mau tahu akibat mukul dulu, kalau gak ada reaksi, Cekik! Tulis Kungfu Bu Mega!" pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Balita 2 Tahun di Probolinggo Hilang Misterius

Balita itu bernama Muhammad Arsyad Arrazi, berusia 2 tahun, anak dari pasangan Abdul Manan dan Zuharo, warga Dusun Polai, Desa Sumendi.

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya.