Mahasiswa Libur Semester, Penyedia Jasa Sekitar Kampus: Musim Sepi
- Penulis : Redaksi
- | Rabu, 19 Jul 2023 09:00 WIB
selalu.id - Libur semester selalu menjadi waktu yang dinantikan para mahasiswa setelah berbulan-bulan disibukkan dengan perkuliahan. Bagi mahasiswa rantau, libur semester adalah masa emas untuk bisa kembali ke kampung halaman. Hal itu menjadikan kampus sepi aktivitas. Lingkungan kampus sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat turut memengaruhi perputaran perekonomian sekitarnya. Oleh karenanya, ada sedikitnya lima sektor perekonomian yang mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak berkurangnya aktivitas mahasiswa selama libur semester, berikut adalah beberapa sektor jasa yang terdampak:
Kuliner
Bisnis kuliner atau Food and Beverages (FnB) yang bermunculan di sekitar kampus memang untuk menjalin simbiosis mutualisme dengan mahasiswa. Penjual diuntungkan oleh banyaknya mahasiswa yang datang ke FnB untuk makan, mengerjakan tugas, rapat atau sekadar nongkrong sampai malam. Maka, tak heran jika bisnis FnB menjadi sektor utama yang sangat merasakan dampak libur semester. Bisnis FnB baik makanan berat maupun makanan ringan mengalami penurunan jumlah pembeli sejalan dengan menurunnya aktivitas mahasiswa.
Baca Juga: Nikmatnya Bakso Besar Legendaris Mojokerto, 50 Tahun Rasa Tetap Sama

"(Pembeli) tetap ada satu dua. Tapi, ya, sepi. Nggak kayak biasanya," ungkap salah satu pemilik warung makan di Jalan Srikana (10/7). Bahkan, beberapa pedagang skala kecil seperti PKL sampai menutup kedai, juga pedagang keliling yang terpaksa tidak berjualan selama masa libur semester.
Print dan Fotokopi
Sektor ini tidak dapat dipisahkan dari aktivitas mahasiswa dan terbilang sebagai sektor terpenting kedua setelah kuliner. Kios-kios print dan fotokopi yang menjamur di sekitaran kampus menjadi sumber penghidupan orang-orang yang memiliki keterampilan di bidang percetakan. Membludaknya pesanan di masa Ujian Akhir Semester (UAS) menjadi pertanda akan sepinya pelayanan setelahnya, yakni masa libur semester. Meski layanan percetakan masih dibutuhkan oleh selain mahasiswa, akan tetapi pendapatan sudah tentu mengalami penurunan sebab layanan tidak seramai saat hari aktif kuliah. Roni, pemilik jasa Print dan Fotokopi di Jalan Srikana pun mengaku bahwa pendapat merosot saat musim liburan kuliah.

Baca Juga: Nikmatnya Bebek Goreng Sambel Kecombrang di Kaki Gunung Welirang Mojokerto
"Liburan kuliah gini, yang fotokopi print sedikit, bahkan banyak print-print'an yang tutup sementara, musim sepi," ujarnya kepada selalu.id
Jasa Binatu
Saat ini, jasa binatu atau laundry tak hanya menawarkan cuci pakaian, melainkan telah merambah hingga perlengkapan dan aksesoris. Munculnya laundry tas, koper, sepatu, selimut, dan perlengkapan lainnya terbukti laris di lingkungan kampus karena tawaran jasanya juga sangat dibutuhkan para mahasiswa, utamanya anak kos. Masa libur semester turut memengaruhi pendapatan para pelaku sektor ini, utamanya yang menjadi tempat langganan mahasiswa. Meski masih ada segelintir mahasiswa yang tetap tinggal di kos selama liburan, ada kemungkinan frekuensi laundry pakaian berkurang sebab aktivitas di kampus juga tidak sering.

Baca Juga: Dua Dekade Berjualan di Gang, Bakso Legendaris Mojokerto Diserbu Pembeli Tiap Hari
"Wah laundry itu memang banyaknya anak kos, kalau rumah tangga sudah jarang sekali ada yang loundri. Jadi kalau libur semester panjang gini sepi sekali, banyak yang pulang," terang Supiah, pemilik jasa laundri di Jalan Gubeng Airlangga VII Surabaya.
Kawan Selalu, itulah beberapa sektor perekonomian yang merasakan dampak dari sepinya aktivitas kampus akibat liburan semester. Masih ada sektor lain yang mungkin turut terdampak, hanya saja lima sektor di atas merupakan beberapa diantaranya yang dampaknya signifikan. (MG1/Adg)
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-4640-mahasiswa-libur-semester-penyedia-jasa-sekitar-kampus-musim-sepi
