• Loadingselalu.id
  • Loading

Kamis, 05 Okt 2023 06:52 WIB

Tekan Angka Pelecehan Pada Anak, Komisi D DPRD Surabaya Minta Sekolah Beri Pendidikan Seksual Sejak Dini

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai, di sekolah-sekolah Surabaya, Senin (17/7/2023). Komisi D DPRD Surabaya meminta setiap sekolah memberikan pendidikan seksual.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, pendidikan seksual ini penting untuk menekan angka pelecehan seksual pada anak-anak.

Baca Juga: Begini Langkah Pemkot Surabaya Cegah Bullying di Sekolah

"Ini penting untuk menekan atau bahkan menghilangkan pelecehan seksual terhadap anak. Semoga Surabaya bisa dikatakan berhak mendapat predikat Kota Layak Anak," ujarnya kepada selalu.id.

Di hari pertama MPLS, Khusnul pun berkunjung ke salah satu sekolah di Surabaya yakni SDN Wonokusomo IV. Ia juga menekankan untuk membentuk karakter anak melibatkan orang tua.

"Nanti MPLS ada dua pekan yang diikuti oleh orang tua, dan kita tekankan membentuk karakter anak tidak semata mata diurus sekolah tapi juga Keluarga atau orang tua,"imbuhnya.

Khusnul menilai bahwa Momen MPLS ini sangat penting untuk anak Sekolah Dasar. Terlebih lagi perpindahan dari TK ke SD membutuhkan effort yang sangat besar.

"Biasanya kalau TK ya pulang jam 9 tidak ada pelajaran, sekarang kan beda. Tadi saya lihat anak-anak sudah bisa membaca,"ungkapnya.

Baca Juga: Fasum Dijadikan Hunian, Warga Graha Natura Lapor DPRD Surabaya

Terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonokusomo IV, Riyo Dirmanto mengatakan, pihaknya fokus memberikan edukasi pendidikan seks dan kejahatan di lingkungan sekolah, terutama untuk para orang tua murid.

"Kadang soal jemput dan mejemput, orang tua tidak peduli dan tak dijemput. Sehingga ada celah. Maka kita yakinkan ke wali Murid selama dua minggu, kita pantau misal di grup WhatsApp wali murid, kita tanyakan penjemputan anaknya disekolah,"kata Riyo, kepada selalu.id

Riyo menjelaskan pihaknya juga fokus memberikan pendidikan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ia menyebut di kelas 1 dan 2 pihaknya memberikan edukasi seks dengan cara bernyanyi. Misal terkait cara bersentuhan.

Baca Juga: Legislator NasDem Pertanyakan Kenaikan Anggaran Kunker Luar Negeri DPRD Surabaya

"Kalau kelas 4 diajari menjaga kebersihan, misal mengganti celana dalam. Kemudian kelas 5 dan 6 terkait cara pembuahan materi IPA, bagaimana ciri-ciri menstruasi perempuan,"ujarnya.

Untuk MPLS orang tua murid, kata dia, nantinya akan dilaksanakan pada 22 Juli 2023. Meskipun begitu selama dua minggu mereka orang tua atau wali murid tetap mendampingi putra-putrinya pada masa MPLS.

"Kami mengundang persiapan MPLS untuk orang tua pada 20 Juli 2023 terkait kegiatan masa perkenalan sekolah," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto