Selasa, 21 Jul 2026 15:07 WIB

Tekan Angka Pelecehan Pada Anak, Komisi D DPRD Surabaya Minta Sekolah Beri Pendidikan Seksual Sejak Dini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 17 Jul 2023 17:33 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

selalu.id - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah dimulai, di sekolah-sekolah Surabaya, Senin (17/7/2023). Komisi D DPRD Surabaya meminta setiap sekolah memberikan pendidikan seksual.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan, pendidikan seksual ini penting untuk menekan angka pelecehan seksual pada anak-anak.

Baca Juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

"Ini penting untuk menekan atau bahkan menghilangkan pelecehan seksual terhadap anak. Semoga Surabaya bisa dikatakan berhak mendapat predikat Kota Layak Anak," ujarnya kepada selalu.id.

Di hari pertama MPLS, Khusnul pun berkunjung ke salah satu sekolah di Surabaya yakni SDN Wonokusomo IV. Ia juga menekankan untuk membentuk karakter anak melibatkan orang tua.

"Nanti MPLS ada dua pekan yang diikuti oleh orang tua, dan kita tekankan membentuk karakter anak tidak semata mata diurus sekolah tapi juga Keluarga atau orang tua,"imbuhnya.

Khusnul menilai bahwa Momen MPLS ini sangat penting untuk anak Sekolah Dasar. Terlebih lagi perpindahan dari TK ke SD membutuhkan effort yang sangat besar.

"Biasanya kalau TK ya pulang jam 9 tidak ada pelajaran, sekarang kan beda. Tadi saya lihat anak-anak sudah bisa membaca,"ungkapnya.

Baca Juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Terpisah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonokusomo IV, Riyo Dirmanto mengatakan, pihaknya fokus memberikan edukasi pendidikan seks dan kejahatan di lingkungan sekolah, terutama untuk para orang tua murid.

"Kadang soal jemput dan mejemput, orang tua tidak peduli dan tak dijemput. Sehingga ada celah. Maka kita yakinkan ke wali Murid selama dua minggu, kita pantau misal di grup WhatsApp wali murid, kita tanyakan penjemputan anaknya disekolah,"kata Riyo, kepada selalu.id

Riyo menjelaskan pihaknya juga fokus memberikan pendidikan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ia menyebut di kelas 1 dan 2 pihaknya memberikan edukasi seks dengan cara bernyanyi. Misal terkait cara bersentuhan.

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Surabaya: Menjaga Urat Nadi UMKM, Bukan Sekadar Percantik Bangunan

"Kalau kelas 4 diajari menjaga kebersihan, misal mengganti celana dalam. Kemudian kelas 5 dan 6 terkait cara pembuahan materi IPA, bagaimana ciri-ciri menstruasi perempuan,"ujarnya.

Untuk MPLS orang tua murid, kata dia, nantinya akan dilaksanakan pada 22 Juli 2023. Meskipun begitu selama dua minggu mereka orang tua atau wali murid tetap mendampingi putra-putrinya pada masa MPLS.

"Kami mengundang persiapan MPLS untuk orang tua pada 20 Juli 2023 terkait kegiatan masa perkenalan sekolah," pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.