Rabu, 22 Jul 2026 03:38 WIB

Wali Kota Eri Ancam Pecat Jajarannya yang Tak Sukseskan Pengentasan Keluarga Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Jul 2023 09:39 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengentaskan kemiskinan angka stunting dan gizi buruk dipegang penuh oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Bahkan, ia pun tak segan ancam pecat jajarannya yang tak berkomitmen atas itu.

Untuk itu, Wali Kota Eri telah meminta pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menyerahkan Surat Pernyataan yang berisikan pelaksanaan penuh atas komitmen tersebut.

Ratusan pejabat struktural itu terdiri dari Lurah, Camat, Kepala Bagian (Kabag), Kepala Perangkat Daerah (PD), Kepala Badan, hingga para asisten dan Sekretaris Daerah (Sekda).

"Jadi teman-teman ini sudah membuat surat pernyataan ke saya, sudah ditanda tangani sebagai bentuk komitmen dan sudah dikumpulkan. Jadi ini, adalah pemenuhan dari janji kontrak setahun yang lalu," kata Eri, Sabtu (15/7/2023).

Dalam surat pernyataan itu, Eri menegaskan bahwa terdapat klausal, apabila hingga bulan Agustus 2023 mereka tidak bisa menyelesaikan target pengentasan kemiskinan itu maka yang bersangkutan bersedia untuk mundur dari jabatannya.

Saat ini pun, Pemkot Surabaya mencatat terdapat sekitar 65 ribu KK warga miskin di Surabaya. Sedangkan untuk miskin ekstrem, jumlahnya sekitar 3 ribu KK.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Oleh sebabnya, ia meminta hingga Agustus 2023, para pejabat struktural Pemkot telah merealisasikan komitmennya dengan target mengetaskan sebanyak 65 ribu KK dari kemiskinan, yakni dengan indikator, mereka sudah bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan minimal Rp4 juta per KK.

"Saya mintanya setiap keluarga itu pendapatan keluarganya minimal Rp4 juta per KK. Karena kemiskinan ini yang menyebabkan stunting, gizi buruk. Maka satu cara jitu mengatasi itu semua adalah dengan mengentaskan sebanyak-banyaknya masyarakat Surabaya dari kemiskinan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.

Demo BEM Nusantara di Kejati Jatim: Tuntut Penangkapan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah

Karangan bunga yang ditempatkan di pintu masuk Kejati itu, sempat disiram bensin untuk dibakar sebagai bentuk kekecewaan.

Komitmen Pemkab Jember untuk Pesantren: Dari Beasiswa Internasional, Insentif Guru Ngaji hingga Layanan Kesehatan Gratis

Gus Fawait juga umumkan pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren sebagai wadah resmi mempererat koordinasi antara Pemkab Jember dengan seluruh ponpes.