Senin, 02 Feb 2026 23:33 WIB

Wali Kota Eri Ancam Pecat Jajarannya yang Tak Sukseskan Pengentasan Keluarga Miskin

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Jul 2023 09:39 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

selalu.id - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengentaskan kemiskinan angka stunting dan gizi buruk dipegang penuh oleh Wali Kota Eri Cahyadi. Bahkan, ia pun tak segan ancam pecat jajarannya yang tak berkomitmen atas itu.

Untuk itu, Wali Kota Eri telah meminta pejabat struktural di lingkungan Pemkot Surabaya untuk menyerahkan Surat Pernyataan yang berisikan pelaksanaan penuh atas komitmen tersebut.

Ratusan pejabat struktural itu terdiri dari Lurah, Camat, Kepala Bagian (Kabag), Kepala Perangkat Daerah (PD), Kepala Badan, hingga para asisten dan Sekretaris Daerah (Sekda).

"Jadi teman-teman ini sudah membuat surat pernyataan ke saya, sudah ditanda tangani sebagai bentuk komitmen dan sudah dikumpulkan. Jadi ini, adalah pemenuhan dari janji kontrak setahun yang lalu," kata Eri, Sabtu (15/7/2023).

Dalam surat pernyataan itu, Eri menegaskan bahwa terdapat klausal, apabila hingga bulan Agustus 2023 mereka tidak bisa menyelesaikan target pengentasan kemiskinan itu maka yang bersangkutan bersedia untuk mundur dari jabatannya.

Saat ini pun, Pemkot Surabaya mencatat terdapat sekitar 65 ribu KK warga miskin di Surabaya. Sedangkan untuk miskin ekstrem, jumlahnya sekitar 3 ribu KK.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Oleh sebabnya, ia meminta hingga Agustus 2023, para pejabat struktural Pemkot telah merealisasikan komitmennya dengan target mengetaskan sebanyak 65 ribu KK dari kemiskinan, yakni dengan indikator, mereka sudah bisa bekerja atau mendapatkan pekerjaan dengan penghasilan minimal Rp4 juta per KK.

"Saya mintanya setiap keluarga itu pendapatan keluarganya minimal Rp4 juta per KK. Karena kemiskinan ini yang menyebabkan stunting, gizi buruk. Maka satu cara jitu mengatasi itu semua adalah dengan mengentaskan sebanyak-banyaknya masyarakat Surabaya dari kemiskinan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.