Rabu, 22 Jul 2026 19:59 WIB

KPK Sebut Kantor PTPN XI Digeledah Terkait Dugaan HGU Perkebunan Tebu di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Jul 2023 19:05 WIB
KPK geledah kantor PTPN XI
KPK geledah kantor PTPN XI

selalu.id - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menyebut pihaknya sedang melakukan penyidikan baru terkait dugaan korupsi yang melibatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.

Ali menjelaskan proses penyidikan baru tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk perkebunan tebu di Jawa Timur yang dikelola oleh PTPN XI.

Untuk itu, pihaknya hari ini menerjukan petugas penyidik untuk melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Jawa Timur, salah satunya di Kantor PTPN XI di Jalan Merak No 1, Krembangan, Surabaya, Jumat (14/7/2023).

"Adapun nanti detail dari perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada teman-teman dan juga kepada masyarakat. Tentunya setelah proses penyidikan ini cukup, termasuk nanti pasal-pasalnya apa saja, siapa saja saksinya yang akan dipanggil pasti kami akan sampaikan," kata Ali Fikri, melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

KPK pun juga meminta keterangan Dirut PTPN XI, Tulus Panduwidjaja terkait pengadaan lahan di Baluran Situbondo, dan Kajayen Pasuruan, dua lokasi yang menjadi sorotan atas dugaan kasus korupsi ini. Ali pun menegaskan tim KPK akan terus mengumpulkan data-data terkait dan melengkapi alat bukti.

"Hari ini dan beberapa waktu kedepan tim penyidik masih akan terus mengumpulkan data dan melengkapi alat bukti dengan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan para saksi terkait kasus dugaan pengadaan lahan HGU tersebut," tegasnya.

Ali pun mengatakan, bahwa beberapa waktu belakangan ini, KPK memang konsentrasi untuk mengungkap kebenaran dibalik kasus PTPN XI, yang berbeda dengan kasus dugaan korupsi Hak Guna Usaha (HGU) untuk perkebunan tebu di Baluran Situbondo dan di Kajayen Pasuruan.

"Saat ini kami pun kembali melakukan penegakan hukum di PTPN XI, atas dugaan tindak pidana korupsi lainnya. Jadi ini kami ingin sampaikan proses penyidikan baru yang sedang KPK lakukan saat ini," imbuhnya.

Diketahui informasi yang dihimpun selalu.id, kasus tersebut terkait pembelian lahan seluas 267 Ha untuk tanam tebu senilai Rp116 Miliar pada saat Cholidi masih menjadi Dirut PTPN XI pada tahun 2017.

Lahan tersebut dekat dengan kawasan taman Baluran, yang merupakan lahan bekas tanam kapuk. Diketahui bahwa lokasi lahan tersebut sulit dijangkau tetapi tetap dibeli oleh PTPN XI untuk tanam tebu dengan alibi sebagai lahan penyuplai bahan baku PG Asembagus Situbondo dan PG Jatiroto.

Diketahui pula bahwa dana operasional didapatkan dari kredit Bank Muamalat. Atas pembelian lahan ini, PTPN XI juga mengeluarkan uang sebesar Rp25 miliar pada tahun 2018. (Ade/Adg)

Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Pabrik Gula Asembagus, Bareskrim Geledah 4 Lokasi di Jatim

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Desakan itu muncul setelah delapan halte yang telah dipasangi iklan mampu menyumbang PAD sebesar Rp583 juta.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.