Selasa, 03 Feb 2026 13:23 WIB

KPK Sebut Kantor PTPN XI Digeledah Terkait Dugaan HGU Perkebunan Tebu di Jatim

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 14 Jul 2023 19:05 WIB
KPK geledah kantor PTPN XI
KPK geledah kantor PTPN XI

selalu.id - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri menyebut pihaknya sedang melakukan penyidikan baru terkait dugaan korupsi yang melibatkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI.

Ali menjelaskan proses penyidikan baru tersebut terkait dugaan korupsi pengadaan lahan Hak Guna Usaha (HGU) untuk perkebunan tebu di Jawa Timur yang dikelola oleh PTPN XI.

Untuk itu, pihaknya hari ini menerjukan petugas penyidik untuk melakukan penggeledahan di beberapa tempat di Jawa Timur, salah satunya di Kantor PTPN XI di Jalan Merak No 1, Krembangan, Surabaya, Jumat (14/7/2023).

"Adapun nanti detail dari perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada teman-teman dan juga kepada masyarakat. Tentunya setelah proses penyidikan ini cukup, termasuk nanti pasal-pasalnya apa saja, siapa saja saksinya yang akan dipanggil pasti kami akan sampaikan," kata Ali Fikri, melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

KPK pun juga meminta keterangan Dirut PTPN XI, Tulus Panduwidjaja terkait pengadaan lahan di Baluran Situbondo, dan Kajayen Pasuruan, dua lokasi yang menjadi sorotan atas dugaan kasus korupsi ini. Ali pun menegaskan tim KPK akan terus mengumpulkan data-data terkait dan melengkapi alat bukti.

"Hari ini dan beberapa waktu kedepan tim penyidik masih akan terus mengumpulkan data dan melengkapi alat bukti dengan melakukan penggeledahan dan pemeriksaan para saksi terkait kasus dugaan pengadaan lahan HGU tersebut," tegasnya.

Ali pun mengatakan, bahwa beberapa waktu belakangan ini, KPK memang konsentrasi untuk mengungkap kebenaran dibalik kasus PTPN XI, yang berbeda dengan kasus dugaan korupsi Hak Guna Usaha (HGU) untuk perkebunan tebu di Baluran Situbondo dan di Kajayen Pasuruan.

"Saat ini kami pun kembali melakukan penegakan hukum di PTPN XI, atas dugaan tindak pidana korupsi lainnya. Jadi ini kami ingin sampaikan proses penyidikan baru yang sedang KPK lakukan saat ini," imbuhnya.

Diketahui informasi yang dihimpun selalu.id, kasus tersebut terkait pembelian lahan seluas 267 Ha untuk tanam tebu senilai Rp116 Miliar pada saat Cholidi masih menjadi Dirut PTPN XI pada tahun 2017.

Lahan tersebut dekat dengan kawasan taman Baluran, yang merupakan lahan bekas tanam kapuk. Diketahui bahwa lokasi lahan tersebut sulit dijangkau tetapi tetap dibeli oleh PTPN XI untuk tanam tebu dengan alibi sebagai lahan penyuplai bahan baku PG Asembagus Situbondo dan PG Jatiroto.

Diketahui pula bahwa dana operasional didapatkan dari kredit Bank Muamalat. Atas pembelian lahan ini, PTPN XI juga mengeluarkan uang sebesar Rp25 miliar pada tahun 2018. (Ade/Adg)

Baca Juga: KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto: Ada Jetski, Mobil hingga Tanah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.