Selasa, 03 Nov 2026 00:54 WIB

Ini Upaya Pemkot Surabaya Cegah Antraks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 09:53 WIB
Ilustrasi foto sapi
Ilustrasi foto sapi

selalu.id- Pemkot Surabaya bakal turunkan Surat Edaran (SE) terkait pencegahan penyakit antraks pada hewan yang dapat menular ke manusia.

Diketahui pula informasi yang dihimpun selalu.id, di Jawa Timur tercatat ada enam warga asal Pacitan terinfeksi penyakit antraks pada pertengahan Juni 2023 lalu.

Heboh penyakit antraks ini juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebabkan, warga yang mengosumsi daging sapi yang sakit, bahkan kambing yang sudah mati.

Oleh karenanya, Pemkot Surabaya tetap menghimbau dan meminta kepada masyarakat di seluruh kecamatan untuk waspada serta melapor jika menemui gejala hewan sakit.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanikan (DKPP) Surabaya Dokter Hewan Sunarno Aristono menegaskan bahwa di Surabaya sendiri sejak 1997 bebas penyakit antraks. Terlebih lagi tidak pernah ada laporan kasus tersebut.

“Sebenarnya Surabaya itu bebas rabies sejak 1997 dan bebas antraks. Karena tidak pernah ada kasus. Mudah-mudahan tetap bebas selamanya,” ujar Aris, kepada selalu.id, Rabu (12/7/2023).

Meski begitu Pemkot Surabaya tetap waspada sehingga akan menurunkan SE Kewaspadaan Dini Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) Antraks dan Rabies meneruskan edaran turunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Ini akan kita buat surat edaran wali kota ke camat-camat. Secepatnya. (Masih) diperiksa dahulu di bagian hukum untuk dikoreksi,” terangnya.

Aris menjelaskan dari SE itu, seluruh Camat akan diminta melakukan sejumlah langkah kewaspadaan antraks dan rabies, yakni mulai identifikasi pola lalu lintas hewan dari daerah menular hingga vaksinasi.

“Bisa melaporkan kalau di wilayahnya ada sapi yang sakit seperti gejala antraks atau hewan yang rabies,” ujarnya.

Lebih lanjut Aris menambahkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian meminta untuk membentuk zoonosis di setiap daerah

Dengan itu, Pemkot Surabaya akan membenruk kadur Zoonosis dari kader Flu Burung sambil masih menunggu petunjuk teknis.

“Belum ada. Yang ada kader flu burung ditingkat kelurahan dua orang. Mungkin bisa berubah namanya kader flu burung jadi kader zoonosis nantinya. Nunggu juknis dari pusat,” tutupnya. (Ade)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan 5 Rumah Pompa Baru Beroperasi Desember

Editor : Ading
Berita Terbaru

Heboh! Seorang Perempuan Tuntut Pajak Pembalut ke Mahkamah Konstitusi

Pemohon menuntut kepastian hukum yang adil atas barang kebutuhan pokok yang memperoleh fasilitas PPN.

7 Anggota Polrestabes Surabaya Diperiksa Propam Polda Jatim, Ini Dugaan Pelanggarannya

Kombes Pol Iman Setiawan menyebut proses penanganan internal sejatinya sudah bergulir sejak beberapa waktu lalu melalui tahap pemanggilan dan klarifikasi.

Dear Bunda, Bayar Belanja Online Bentar Lagi Bisa Pakai WhatsApp Loh..

Meski demikian, pihak WhatsApp belum memberikan pengumuman resmi mengenai tanggal perilisan fitur-fitur baru ini untuk pengguna umum.

Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

KPAI Sebut Perlindungan Anak jangan Hanya Reaktif, Dorong RUU Pengasuhan Masuk Prolegnas

KPAI menegaskan bahwa negara tidak boleh terus-menerus memakai pola "pemadam kebakaran" atau baru bergerak setelah ada tragedi.

Tok! Gerindra Kota Mojokerto Dinakhodai Ika Puspitasari, Fokus 3 Konsolidasi Pemilu 2029

SK diserahkan langsung oleh Ketua OKK DPD Partai Gerindra Jatim, Hidayat