Sabtu, 06 Jun 2026 07:03 WIB

Ini Upaya Pemkot Surabaya Cegah Antraks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 09:53 WIB
Ilustrasi foto sapi
Ilustrasi foto sapi

selalu.id- Pemkot Surabaya bakal turunkan Surat Edaran (SE) terkait pencegahan penyakit antraks pada hewan yang dapat menular ke manusia.

Diketahui pula informasi yang dihimpun selalu.id, di Jawa Timur tercatat ada enam warga asal Pacitan terinfeksi penyakit antraks pada pertengahan Juni 2023 lalu.

Heboh penyakit antraks ini juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebabkan, warga yang mengosumsi daging sapi yang sakit, bahkan kambing yang sudah mati.

Oleh karenanya, Pemkot Surabaya tetap menghimbau dan meminta kepada masyarakat di seluruh kecamatan untuk waspada serta melapor jika menemui gejala hewan sakit.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanikan (DKPP) Surabaya Dokter Hewan Sunarno Aristono menegaskan bahwa di Surabaya sendiri sejak 1997 bebas penyakit antraks. Terlebih lagi tidak pernah ada laporan kasus tersebut.

“Sebenarnya Surabaya itu bebas rabies sejak 1997 dan bebas antraks. Karena tidak pernah ada kasus. Mudah-mudahan tetap bebas selamanya,” ujar Aris, kepada selalu.id, Rabu (12/7/2023).

Meski begitu Pemkot Surabaya tetap waspada sehingga akan menurunkan SE Kewaspadaan Dini Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) Antraks dan Rabies meneruskan edaran turunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Ini akan kita buat surat edaran wali kota ke camat-camat. Secepatnya. (Masih) diperiksa dahulu di bagian hukum untuk dikoreksi,” terangnya.

Aris menjelaskan dari SE itu, seluruh Camat akan diminta melakukan sejumlah langkah kewaspadaan antraks dan rabies, yakni mulai identifikasi pola lalu lintas hewan dari daerah menular hingga vaksinasi.

“Bisa melaporkan kalau di wilayahnya ada sapi yang sakit seperti gejala antraks atau hewan yang rabies,” ujarnya.

Lebih lanjut Aris menambahkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian meminta untuk membentuk zoonosis di setiap daerah

Dengan itu, Pemkot Surabaya akan membenruk kadur Zoonosis dari kader Flu Burung sambil masih menunggu petunjuk teknis.

“Belum ada. Yang ada kader flu burung ditingkat kelurahan dua orang. Mungkin bisa berubah namanya kader flu burung jadi kader zoonosis nantinya. Nunggu juknis dari pusat,” tutupnya. (Ade)

Baca Juga: Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Editor : Ading
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.