Ini Upaya Pemkot Surabaya Cegah Antraks
- Penulis : Ade Resty
- | Rabu, 12 Jul 2023 09:53 WIB
selalu.id- Pemkot Surabaya bakal turunkan Surat Edaran (SE) terkait pencegahan penyakit antraks pada hewan yang dapat menular ke manusia.
Diketahui pula informasi yang dihimpun selalu.id, di Jawa Timur tercatat ada enam warga asal Pacitan terinfeksi penyakit antraks pada pertengahan Juni 2023 lalu.
Heboh penyakit antraks ini juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebabkan, warga yang mengosumsi daging sapi yang sakit, bahkan kambing yang sudah mati.
Oleh karenanya, Pemkot Surabaya tetap menghimbau dan meminta kepada masyarakat di seluruh kecamatan untuk waspada serta melapor jika menemui gejala hewan sakit.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanikan (DKPP) Surabaya Dokter Hewan Sunarno Aristono menegaskan bahwa di Surabaya sendiri sejak 1997 bebas penyakit antraks. Terlebih lagi tidak pernah ada laporan kasus tersebut.
“Sebenarnya Surabaya itu bebas rabies sejak 1997 dan bebas antraks. Karena tidak pernah ada kasus. Mudah-mudahan tetap bebas selamanya,” ujar Aris, kepada selalu.id, Rabu (12/7/2023).
Meski begitu Pemkot Surabaya tetap waspada sehingga akan menurunkan SE Kewaspadaan Dini Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) Antraks dan Rabies meneruskan edaran turunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.
“Ini akan kita buat surat edaran wali kota ke camat-camat. Secepatnya. (Masih) diperiksa dahulu di bagian hukum untuk dikoreksi,” terangnya.
Aris menjelaskan dari SE itu, seluruh Camat akan diminta melakukan sejumlah langkah kewaspadaan antraks dan rabies, yakni mulai identifikasi pola lalu lintas hewan dari daerah menular hingga vaksinasi.
“Bisa melaporkan kalau di wilayahnya ada sapi yang sakit seperti gejala antraks atau hewan yang rabies,” ujarnya.
Lebih lanjut Aris menambahkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian meminta untuk membentuk zoonosis di setiap daerah
Dengan itu, Pemkot Surabaya akan membenruk kadur Zoonosis dari kader Flu Burung sambil masih menunggu petunjuk teknis.
“Belum ada. Yang ada kader flu burung ditingkat kelurahan dua orang. Mungkin bisa berubah namanya kader flu burung jadi kader zoonosis nantinya. Nunggu juknis dari pusat,” tutupnya. (Ade)
Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan
Editor : AdingURL : https://selalu.id/news-4601-ini-upaya-pemkot-surabaya-cegah-antraks
