Minggu, 08 Feb 2026 03:15 WIB

Ini Upaya Pemkot Surabaya Cegah Antraks

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 12 Jul 2023 09:53 WIB
Ilustrasi foto sapi
Ilustrasi foto sapi

selalu.id- Pemkot Surabaya bakal turunkan Surat Edaran (SE) terkait pencegahan penyakit antraks pada hewan yang dapat menular ke manusia.

Diketahui pula informasi yang dihimpun selalu.id, di Jawa Timur tercatat ada enam warga asal Pacitan terinfeksi penyakit antraks pada pertengahan Juni 2023 lalu.

Heboh penyakit antraks ini juga terjadi di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disebabkan, warga yang mengosumsi daging sapi yang sakit, bahkan kambing yang sudah mati.

Oleh karenanya, Pemkot Surabaya tetap menghimbau dan meminta kepada masyarakat di seluruh kecamatan untuk waspada serta melapor jika menemui gejala hewan sakit.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanikan (DKPP) Surabaya Dokter Hewan Sunarno Aristono menegaskan bahwa di Surabaya sendiri sejak 1997 bebas penyakit antraks. Terlebih lagi tidak pernah ada laporan kasus tersebut.

“Sebenarnya Surabaya itu bebas rabies sejak 1997 dan bebas antraks. Karena tidak pernah ada kasus. Mudah-mudahan tetap bebas selamanya,” ujar Aris, kepada selalu.id, Rabu (12/7/2023).

Meski begitu Pemkot Surabaya tetap waspada sehingga akan menurunkan SE Kewaspadaan Dini Penyakit Hewan Menular Strategis Zoonosis (PHMSZ) Antraks dan Rabies meneruskan edaran turunan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Ini akan kita buat surat edaran wali kota ke camat-camat. Secepatnya. (Masih) diperiksa dahulu di bagian hukum untuk dikoreksi,” terangnya.

Aris menjelaskan dari SE itu, seluruh Camat akan diminta melakukan sejumlah langkah kewaspadaan antraks dan rabies, yakni mulai identifikasi pola lalu lintas hewan dari daerah menular hingga vaksinasi.

“Bisa melaporkan kalau di wilayahnya ada sapi yang sakit seperti gejala antraks atau hewan yang rabies,” ujarnya.

Lebih lanjut Aris menambahkan bahwa Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian meminta untuk membentuk zoonosis di setiap daerah

Dengan itu, Pemkot Surabaya akan membenruk kadur Zoonosis dari kader Flu Burung sambil masih menunggu petunjuk teknis.

“Belum ada. Yang ada kader flu burung ditingkat kelurahan dua orang. Mungkin bisa berubah namanya kader flu burung jadi kader zoonosis nantinya. Nunggu juknis dari pusat,” tutupnya. (Ade)

Baca Juga: Pemkot Surabaya Percepat Overlay Jalan yang Rawan Genangan saat Hujan

Editor : Ading
Berita Terbaru

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

DPRD Surabaya Turut Sesalkan Hilangnya Rumah Radio Bung Tomo

DPRD Surabaya langsung bergerak menelusuri informasi karena bangunan tersebut memiliki nilai sejarah penting bagi perjuangan bangsa dan Kota Surabaya.