Sabtu, 13 Jun 2026 16:00 WIB

Warga Histeris! Rumah Aset di Kalianak Timur Dibongkar Tanpa Ganti Rugi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Jun 2023 16:34 WIB
Pembongkaran Rumah Aset di Kalianak Timur
Pembongkaran Rumah Aset di Kalianak Timur

Selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembongkaran rumah aset yang ditempati warga, di Jalan Kalianak Timur RW 7, Krembangan, Surabaya, Kamis (26/6/2023).

Namun proses pembongkaran itu diwarnai dengan histeria. Warga menolak dan beradu mulut dengan pihak Pemkot Surabaya. Warga Kalianak Timur itu bersikeras menolak karena belum ada titik temu antar kedua pihak. Warga merasa pembongkaran itu belum ada kesepakatan terkait ganti rugi serta relokasi dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Bahkan upaya pembongkaran juga diwarnai tangis histeris sejumlah warga karena tak rela rumah yang telah ditempati puluhan tahun harus diratakan dengan tanah. Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan bahwa eksekusi pembongkaran aset tersebut dilakukan dalam upaya mengamankan aset milik Pemerintah Kota.

Eddy menegaskan, tanah yang ditempati warga diklaim sebagai tanah milik Dinas Pengairan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang dilimpahkan ke DKPP Kota Surabaya.

"Sebenarnya dari kejaksaan sudah memberi pemberitahuan dan dinas pertanian juga sudah memberi pemberitahuan kepada mereka 3 kali," katanya.

Tak hanya itu, Eddy juga menerangkan pihaknya juga sudah memberi pemberitahuan pengosongan rumah sebanyak 3 kali. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan mereka belum juga mengosongkannya:

Baca Juga: Ketika Warga Surabaya Banyak Keluhkan Lapangan Pekerjaan

"Makanya kita lakukan upaya upaya legal untuk mengamankan aset pemerintah kota, karena ini aset pemerintah kota dan menurut undang undang harus diamankan oleh pemerintah kota sehingga tidak ada ganti rugi," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penghuni rumah, Sri Nurhayati mengaku dirinya dan warga setempat sebenarnya tidak keberatan jika rumahnya dibongkar. Namun, Sri dan warga yang tempati rumah di tanah aset negara itu ingin meminta waktu untuk berkemas dan mempersiapkan tempat tinggal baru.

"Bukan saya gandoli tanah ini, ini bukan tanah warisan tapi saya minta waktu ada telpon ya bapak juga hei pak hari ini tak bongkar rumahnya memang setiap hari cuman ditempeli pengosongan saja," tuturnya.

Baca Juga: Kejagung Tegaskan Legal Opinion Bukan jadi Alasan Pemkot Surabaya Tunda Putusan Inkracht

Meskipun sudah mendapat peringatan dari Pemkot Surabaya, Sri Nurhayati yang telah menempati rumah itu sejak tahun 1993 itu tetap rajin membayar listrik dan air.

"Saya nempati rumah ini sejak tahun 93 ada surat penempatannya. Dari tiga rumah yang akan dieksekusi masih tersisa satu rumah yang masih tertunda karena ada penolakan warga," ucapnya.

Dikarenakan sebagian warga menolak pembongkaran dan meminta mediasi ulang, pihak Satpol PP dan kecamatan pun memberikan tenggang waktu hingga Jumat besok untuk kembali melakukan pengosongan.(Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Saat ini proses penelusuran jaringan masih berlangsung dan PAM Surya Sembada menargetkan distribusi air di wilayah terdampak dapat kembali berjalan optimal.