Selasa, 03 Feb 2026 23:27 WIB

Warga Histeris! Rumah Aset di Kalianak Timur Dibongkar Tanpa Ganti Rugi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 22 Jun 2023 16:34 WIB
Pembongkaran Rumah Aset di Kalianak Timur
Pembongkaran Rumah Aset di Kalianak Timur

Selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan pembongkaran rumah aset yang ditempati warga, di Jalan Kalianak Timur RW 7, Krembangan, Surabaya, Kamis (26/6/2023).

Namun proses pembongkaran itu diwarnai dengan histeria. Warga menolak dan beradu mulut dengan pihak Pemkot Surabaya. Warga Kalianak Timur itu bersikeras menolak karena belum ada titik temu antar kedua pihak. Warga merasa pembongkaran itu belum ada kesepakatan terkait ganti rugi serta relokasi dari Pemkot Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Bahkan upaya pembongkaran juga diwarnai tangis histeris sejumlah warga karena tak rela rumah yang telah ditempati puluhan tahun harus diratakan dengan tanah. Kasatpol PP Surabaya Eddy Christijanto mengatakan bahwa eksekusi pembongkaran aset tersebut dilakukan dalam upaya mengamankan aset milik Pemerintah Kota.

Eddy menegaskan, tanah yang ditempati warga diklaim sebagai tanah milik Dinas Pengairan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang dilimpahkan ke DKPP Kota Surabaya.

"Sebenarnya dari kejaksaan sudah memberi pemberitahuan dan dinas pertanian juga sudah memberi pemberitahuan kepada mereka 3 kali," katanya.

Tak hanya itu, Eddy juga menerangkan pihaknya juga sudah memberi pemberitahuan pengosongan rumah sebanyak 3 kali. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan mereka belum juga mengosongkannya:

Baca Juga: Hadapi Puncak Hujan Februari, Pemkot Surabaya Tambah Lagi 5 Rumah Pompa

"Makanya kita lakukan upaya upaya legal untuk mengamankan aset pemerintah kota, karena ini aset pemerintah kota dan menurut undang undang harus diamankan oleh pemerintah kota sehingga tidak ada ganti rugi," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang penghuni rumah, Sri Nurhayati mengaku dirinya dan warga setempat sebenarnya tidak keberatan jika rumahnya dibongkar. Namun, Sri dan warga yang tempati rumah di tanah aset negara itu ingin meminta waktu untuk berkemas dan mempersiapkan tempat tinggal baru.

"Bukan saya gandoli tanah ini, ini bukan tanah warisan tapi saya minta waktu ada telpon ya bapak juga hei pak hari ini tak bongkar rumahnya memang setiap hari cuman ditempeli pengosongan saja," tuturnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Putus 2 Kontraktor Proyek Pompa Air Karena Wanprestasi

Meskipun sudah mendapat peringatan dari Pemkot Surabaya, Sri Nurhayati yang telah menempati rumah itu sejak tahun 1993 itu tetap rajin membayar listrik dan air.

"Saya nempati rumah ini sejak tahun 93 ada surat penempatannya. Dari tiga rumah yang akan dieksekusi masih tersisa satu rumah yang masih tertunda karena ada penolakan warga," ucapnya.

Dikarenakan sebagian warga menolak pembongkaran dan meminta mediasi ulang, pihak Satpol PP dan kecamatan pun memberikan tenggang waktu hingga Jumat besok untuk kembali melakukan pengosongan.(Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.