Rabu, 22 Jul 2026 22:27 WIB

Review Film

The Endgame, Ajak Penikmat Film Dokumenter Melek Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 17 Jun 2023 11:11 WIB
Poster film The Endgame
Poster film The Endgame

Selalu.id - Bicara mengenai politik memang tak ada habisnya, apalagi membahas 'rahasia dapur' institusi negara yang tak banyak orang tahu. Maka, tak ada salahnya Kawan Selalu coba menonton film 'The Endgame'.

Kejutan pertama oleh film ini dimulai dari judulnya. Film ini nyatanya berbahasa Indonesia dan diproduksi di Indonesia, meski judulnya berbahasa Inggris. Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono itu rilis pada pertengahan 2021 di kanal YouTube Watchdoc Documentary. Hingga tulisan ini rilis, film tersebut berhasil menarik 4,6 juta penonton dan 16 ribu komentar publik. Apa sebetulnya isi film tersebut?

Film dibuka dengan scene tertangkapnya tersangka kasus-kasus korupsi di Indonesia. Scene kemudian beralih pada cuplikan wawancara beberapa tokoh politik yang mengungkap begitu banyak hal tentang institusinya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Scene itu ditampilkan dalam waktu yang cukup lama, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain.

Masih menunggu beralihnya scene video narasi dengan bayangan ada scene lain sebagai lanjutan, ekspektasi ternyata pupus. Scene video narasi itu berlanjut hingga menjelang akhir film. Ya, inilah alasan mengapa The Endgame disebut sebagai film dokumenter. Film yang berdurasi 1 jam 54 menit itu terisi penuh oleh dokumentasi wawancara eksklusif mantan pegawai KPK.

Apa yang diungkapkan oleh mereka, orang-orang yang pernah menjadi bagian dari institusi pemberantasan korupsi? Bagian ini yang menarik. Film ini merupakan "bocoran" informasi dan seluk beluk KPK yang selama ini tak terjamah oleh publik. Diantaranya pengungkapan integritas pegawai KPK, kasus-kasus kejahatan korupsi yang justru dilakukan oleh pegawai KPK sendiri, hingga keganjilan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menariknya, narasumbernya adalah orang-orang yang "tidak diloloskan" dalam tes itu.

Baca Juga: Dr WP Djatmiko soal KPK: Jadilah Sapu yang Bersih, Bukan Sapu Kotor!



Jika selama ini banyak orang bertanya-tanya dari mana bisa bekerja di institusi pemerintah pusat, tak terkecuali KPK, film ini adalah jawaban. Narasumber mengungkapkan pula tentang perjalanan mereka hingga bisa menjadi pegawai KPK, termasuk alasan mengapa mereka tertarik dan segudang ekspektasi terhadap institusi yang dipandang "terhomat" ini.

Setelah hampir dua jam mendengarkan unek-unek, film ditutup dengan cuplikan kegiatan para narasumber setelah dibebastugaskan dari KPK. Jalan mereka menyambung hidup sungguh diluar bayangan. Ini definisi sesungguhnya dari 'endgame', yaitu akhir perjalanan pegawai KPK selepas mereka tak lagi menjadi bagian dari institusi itu.

Pada akhirnya film ini menjadi salah satu tontonan rekomendasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek politik. (Nov/Adg)

Baca Juga: KPK Beri Kota Mojokerto Angka Sempurna dalam Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Editor : Ading
Berita Terbaru

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.