Senin, 02 Feb 2026 02:16 WIB

Review Film

The Endgame, Ajak Penikmat Film Dokumenter Melek Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 17 Jun 2023 11:11 WIB
Poster film The Endgame
Poster film The Endgame

Selalu.id - Bicara mengenai politik memang tak ada habisnya, apalagi membahas 'rahasia dapur' institusi negara yang tak banyak orang tahu. Maka, tak ada salahnya Kawan Selalu coba menonton film 'The Endgame'.

Kejutan pertama oleh film ini dimulai dari judulnya. Film ini nyatanya berbahasa Indonesia dan diproduksi di Indonesia, meski judulnya berbahasa Inggris. Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono itu rilis pada pertengahan 2021 di kanal YouTube Watchdoc Documentary. Hingga tulisan ini rilis, film tersebut berhasil menarik 4,6 juta penonton dan 16 ribu komentar publik. Apa sebetulnya isi film tersebut?

Film dibuka dengan scene tertangkapnya tersangka kasus-kasus korupsi di Indonesia. Scene kemudian beralih pada cuplikan wawancara beberapa tokoh politik yang mengungkap begitu banyak hal tentang institusinya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Scene itu ditampilkan dalam waktu yang cukup lama, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain.

Masih menunggu beralihnya scene video narasi dengan bayangan ada scene lain sebagai lanjutan, ekspektasi ternyata pupus. Scene video narasi itu berlanjut hingga menjelang akhir film. Ya, inilah alasan mengapa The Endgame disebut sebagai film dokumenter. Film yang berdurasi 1 jam 54 menit itu terisi penuh oleh dokumentasi wawancara eksklusif mantan pegawai KPK.

Apa yang diungkapkan oleh mereka, orang-orang yang pernah menjadi bagian dari institusi pemberantasan korupsi? Bagian ini yang menarik. Film ini merupakan "bocoran" informasi dan seluk beluk KPK yang selama ini tak terjamah oleh publik. Diantaranya pengungkapan integritas pegawai KPK, kasus-kasus kejahatan korupsi yang justru dilakukan oleh pegawai KPK sendiri, hingga keganjilan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menariknya, narasumbernya adalah orang-orang yang "tidak diloloskan" dalam tes itu.

Baca Juga: KPK Hibahkan Aset Rampasan Korupsi ke Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto: Ada Jetski, Mobil hingga Tanah



Jika selama ini banyak orang bertanya-tanya dari mana bisa bekerja di institusi pemerintah pusat, tak terkecuali KPK, film ini adalah jawaban. Narasumber mengungkapkan pula tentang perjalanan mereka hingga bisa menjadi pegawai KPK, termasuk alasan mengapa mereka tertarik dan segudang ekspektasi terhadap institusi yang dipandang "terhomat" ini.

Setelah hampir dua jam mendengarkan unek-unek, film ditutup dengan cuplikan kegiatan para narasumber setelah dibebastugaskan dari KPK. Jalan mereka menyambung hidup sungguh diluar bayangan. Ini definisi sesungguhnya dari 'endgame', yaitu akhir perjalanan pegawai KPK selepas mereka tak lagi menjadi bagian dari institusi itu.

Pada akhirnya film ini menjadi salah satu tontonan rekomendasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek politik. (Nov/Adg)

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.