Jumat, 23 Okt 2026 14:51 WIB

Review Film

The Endgame, Ajak Penikmat Film Dokumenter Melek Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 17 Jun 2023 11:11 WIB
Poster film The Endgame
Poster film The Endgame

Selalu.id - Bicara mengenai politik memang tak ada habisnya, apalagi membahas 'rahasia dapur' institusi negara yang tak banyak orang tahu. Maka, tak ada salahnya Kawan Selalu coba menonton film 'The Endgame'.

Kejutan pertama oleh film ini dimulai dari judulnya. Film ini nyatanya berbahasa Indonesia dan diproduksi di Indonesia, meski judulnya berbahasa Inggris. Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono itu rilis pada pertengahan 2021 di kanal YouTube Watchdoc Documentary. Hingga tulisan ini rilis, film tersebut berhasil menarik 4,6 juta penonton dan 16 ribu komentar publik. Apa sebetulnya isi film tersebut?

Film dibuka dengan scene tertangkapnya tersangka kasus-kasus korupsi di Indonesia. Scene kemudian beralih pada cuplikan wawancara beberapa tokoh politik yang mengungkap begitu banyak hal tentang institusinya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Scene itu ditampilkan dalam waktu yang cukup lama, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain.

Masih menunggu beralihnya scene video narasi dengan bayangan ada scene lain sebagai lanjutan, ekspektasi ternyata pupus. Scene video narasi itu berlanjut hingga menjelang akhir film. Ya, inilah alasan mengapa The Endgame disebut sebagai film dokumenter. Film yang berdurasi 1 jam 54 menit itu terisi penuh oleh dokumentasi wawancara eksklusif mantan pegawai KPK.

Apa yang diungkapkan oleh mereka, orang-orang yang pernah menjadi bagian dari institusi pemberantasan korupsi? Bagian ini yang menarik. Film ini merupakan "bocoran" informasi dan seluk beluk KPK yang selama ini tak terjamah oleh publik. Diantaranya pengungkapan integritas pegawai KPK, kasus-kasus kejahatan korupsi yang justru dilakukan oleh pegawai KPK sendiri, hingga keganjilan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menariknya, narasumbernya adalah orang-orang yang "tidak diloloskan" dalam tes itu.

Baca Juga: KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana, Adik Eks Kepala BNPB Ikut Terseret



Jika selama ini banyak orang bertanya-tanya dari mana bisa bekerja di institusi pemerintah pusat, tak terkecuali KPK, film ini adalah jawaban. Narasumber mengungkapkan pula tentang perjalanan mereka hingga bisa menjadi pegawai KPK, termasuk alasan mengapa mereka tertarik dan segudang ekspektasi terhadap institusi yang dipandang "terhomat" ini.

Setelah hampir dua jam mendengarkan unek-unek, film ditutup dengan cuplikan kegiatan para narasumber setelah dibebastugaskan dari KPK. Jalan mereka menyambung hidup sungguh diluar bayangan. Ini definisi sesungguhnya dari 'endgame', yaitu akhir perjalanan pegawai KPK selepas mereka tak lagi menjadi bagian dari institusi itu.

Pada akhirnya film ini menjadi salah satu tontonan rekomendasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek politik. (Nov/Adg)

Baca Juga: Ini Lho Rek, Nama-nama Penjabat yang Tega Korupsi Dana Bencana di Indonesia

Editor : Ading
Berita Terbaru

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.

Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

Kehilangan sarana itu sempat mengancam kelancaran pengangkutan sampah dari rumah warga ke Tempat Penampungan Sementara.

Ngaku Imam Mahdi, Pria di Bangkalan Tipu Korban Miliaran Modus Jual Tiket Surga dan Top Up Umur

Hingga saat ini sudah ada empat orang korban yang melapor ke polisi.

Pemkab Mojokerto Gelontorkan Rp812 Juta Beasiswa untuk Mahasiswa Kurang Mampu dan Berprestasi

Penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa.

Tiga Pemuda Bobol 2 Sekolah di Mojokerto, Pelaku Diringkus saat Tidur

Aksi pencurian dengan pemberatan itu terjadi di SDN Mlaten Kecamatan Puri dan TK Jabon Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.

Top 5 Berita: Perampokan Toko Emas di Jember hingga Santri Terganjal Aturan

Artikel peristiwa dan pemerintahan masih banyak dibaca.