Jumat, 05 Jun 2026 01:25 WIB

Review Film

The Endgame, Ajak Penikmat Film Dokumenter Melek Politik

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 17 Jun 2023 11:11 WIB
Poster film The Endgame
Poster film The Endgame

Selalu.id - Bicara mengenai politik memang tak ada habisnya, apalagi membahas 'rahasia dapur' institusi negara yang tak banyak orang tahu. Maka, tak ada salahnya Kawan Selalu coba menonton film 'The Endgame'.

Kejutan pertama oleh film ini dimulai dari judulnya. Film ini nyatanya berbahasa Indonesia dan diproduksi di Indonesia, meski judulnya berbahasa Inggris. Film yang disutradarai oleh Dandhy Laksono itu rilis pada pertengahan 2021 di kanal YouTube Watchdoc Documentary. Hingga tulisan ini rilis, film tersebut berhasil menarik 4,6 juta penonton dan 16 ribu komentar publik. Apa sebetulnya isi film tersebut?

Film dibuka dengan scene tertangkapnya tersangka kasus-kasus korupsi di Indonesia. Scene kemudian beralih pada cuplikan wawancara beberapa tokoh politik yang mengungkap begitu banyak hal tentang institusinya, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Scene itu ditampilkan dalam waktu yang cukup lama, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain.

Masih menunggu beralihnya scene video narasi dengan bayangan ada scene lain sebagai lanjutan, ekspektasi ternyata pupus. Scene video narasi itu berlanjut hingga menjelang akhir film. Ya, inilah alasan mengapa The Endgame disebut sebagai film dokumenter. Film yang berdurasi 1 jam 54 menit itu terisi penuh oleh dokumentasi wawancara eksklusif mantan pegawai KPK.

Apa yang diungkapkan oleh mereka, orang-orang yang pernah menjadi bagian dari institusi pemberantasan korupsi? Bagian ini yang menarik. Film ini merupakan "bocoran" informasi dan seluk beluk KPK yang selama ini tak terjamah oleh publik. Diantaranya pengungkapan integritas pegawai KPK, kasus-kasus kejahatan korupsi yang justru dilakukan oleh pegawai KPK sendiri, hingga keganjilan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Menariknya, narasumbernya adalah orang-orang yang "tidak diloloskan" dalam tes itu.

Baca Juga: Langkah Pencegahan Capai 100 Persen, KPK Beri Apresiasi Pemkot Mojokerto



Jika selama ini banyak orang bertanya-tanya dari mana bisa bekerja di institusi pemerintah pusat, tak terkecuali KPK, film ini adalah jawaban. Narasumber mengungkapkan pula tentang perjalanan mereka hingga bisa menjadi pegawai KPK, termasuk alasan mengapa mereka tertarik dan segudang ekspektasi terhadap institusi yang dipandang "terhomat" ini.

Setelah hampir dua jam mendengarkan unek-unek, film ditutup dengan cuplikan kegiatan para narasumber setelah dibebastugaskan dari KPK. Jalan mereka menyambung hidup sungguh diluar bayangan. Ini definisi sesungguhnya dari 'endgame', yaitu akhir perjalanan pegawai KPK selepas mereka tak lagi menjadi bagian dari institusi itu.

Pada akhirnya film ini menjadi salah satu tontonan rekomendasi agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang melek politik. (Nov/Adg)

Baca Juga: Dr WP Djatmiko soal KPK: Jadilah Sapu yang Bersih, Bukan Sapu Kotor!

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Menanti Ending di Balik Proyek Ilegal PT Wulandaya Cahaya Lestari di Surabaya

Iman tidak menjelaskan lebih detail terkait proses perizinan yang menurutnya pada pekan lalu akan segera selesai, tinggal menunggu pembayaran PBG.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.