Selasa, 03 Feb 2026 13:56 WIB

Polemik Tolak Konvoi Timnas, Pengamat Pandang Warganet Tak Ingin Wali Kota Eri Numpang Popularitas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Jun 2023 09:18 WIB
Wali Kota Eri Cahyadi
Wali Kota Eri Cahyadi

Selalu.id - Heboh warganet menolak penggelaran arak-arakan atau konvoi untuk Timnas Indonesia di Surabaya. Penolakan itu karena banyak warganet yang mengganggap acara sambutan  dengan konvoi terlalu berlebihan.

Bahkan beberapa dari warganet menyangkut pautkan acara itu memanfaatkan momentum untuk kepentingan politik pemilu 2024.

Pengamat Politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Moch Mubarok Muharam mengatakan memang euforia kemenangan Sea Games sudah tak lagi monumental, sehingga dianggap terlalu berlebihan.

"Warga menganggap pak Wali Kota Eri Cahyadi melakukan politisasi dengan menumpangi popularitas ketenaran dari para atlet Sea Games khususnya pemain sepak bola. Apalagi mendekati momentum momen politik khususnya Pilkada Oktober 2024 di Surabaya," kata Mubarok, saat dihubungi selalu.id, Kamis (8/6/2023).

Tak hanya itu, Mubarok menerangkan bahwa warga yang menolak konvoi itu tidak ingin Eri Cahyadi memboncengi PSSI hanya untuk memanfaatkan popularitasnya.

"Minimal yang menolak itu tidak ingin pak Eri memboncengi popularitas dari kemenangan PSSI. Kedua, mereka gak ingin ranah olahraga itu di masukin ranah politik," jelasnya.

"Apalagi pawai menyambut pemain PSSI mengharumkan nama indonesia ini akan meningkatkan popularitas Eri Cahyadi, karena kita tahu sendiri warga Surabaya gila bola," sambungnya.

Terlebih, menurutnya selama ini masyarakat menilai tidak ada kontribusi Eri Cahyadi terhadap memajukan sepak bola tanah air.

"Warga tidak melihat secara nyata kontribusi Eri Cahyadi dalam membesarkan sepak bola itu mungkin. Saya membaca ungkapan warga seperti ini," ungkapnya.

Tetapi, Mubarok menjelaskan aspek penerimaan tidak hanya di olahraga. Sebagai Wali Kota, menurutnya Program rakyat bisa dijadikan sarana mendekati masyarakat.

"Olahraga cuman sebagian kecil dari keseluruhan dari aset-aset yang bisa menjadikan sarana untuk mendekatkan ke warga," jelasnya.

Diketahui, karena polemik ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi telah memutuskan untuk membatalkan konvoi tersebut. Sehingga, Ia menyebut konvoi yang dimaksudnya pengawalan dan penyambutan Timnas Indonesia dari hotel menuju Balai Kota Surabaya. Sekaligus welcome dinner Timnas Palestina di Balai Kota Surabaya pada 11 Juni 2023, nanti.

Lebih lanjut Mubarok menambahkan, bagi yang menolak itu juga karena kekhawatiran dapat membuat kemacetan.

"Ini juga aspek kenyamanan ya, sebagai warga, tak merasa gak nyaman kalau ada macet, ketika Eri Cahyadi (bilang) ini gak buat macet, mereka gak percaya bisa jadi setelah ada konvoi ujuk ujuk buat kemacetan," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Kasus Pungli Rp8 Juta di Wira-Wiri Bongkar Celah Pengawasan Lemah Dishub Surabaya

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.