Selasa, 03 Feb 2026 21:52 WIB

Warga Kenjeran Meninggal saat Antre di ICU, Begini Penjelasan RSUD dr Soewandhie

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 02 Jun 2023 08:12 WIB
RS Soewandhie
RS Soewandhie

Selalu.id - Sebelumnya diberitakan bahwa terdapat seorang ibu yang meninggal saat antre ruang ICU di RSUD dr Soewandhie. Terkait hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh mengatakan bahwa,  pihak keluarga tidak mau merujuk ke Rumah Sakit lain.

"Kronologisnya, tanggal 27 Mei dia diterima di IGD Soewandhie. Pas dia datang ke kamar kita sudah penuh. Karena penuh kami tawarkan rujuk ke RS lain, tapi keluarga menolak," kata dr Billy, Jumat (2/6/2023), saat dihubungi awak media.

Baca Juga: Parkir Liar Sebabkan Macet, Wali Kota Eri Tinjau Langsung RSUD dr Soewandhie

Dr Billy mengatakan bahwa sesuai aturan SOP Rumah Sakit jika pihaknya menawarkan rujukan tetapi ditolak. Ia pun mengatakan sudah ada tanda tangan penolakan dari pihak keluarga pasien yang meninggal, Asiasi (53) warga Tanah Kali Kedinding, Kenjeran.

"Sudah (pihak keluarga) ada tanda tangannya mulai IGD sampai ICU menolak rujuk. Standar (SOP) kalau ruangan penuh harus rujuak RS lain, mereka menolak," jelasnya.

Kata dia, pihaknya ketika melakukan tawaran rujuk langsung ada pilihan ke RS Soetomo atau RS Unair. "Selain itu juga sda rujukan terbuka, kepadanya RS jadi kemanapun bisa diterima," tuturnya.

Dalam kronologi awal, lanjut dr Billy, saat itu pihak RS Soewandhie menerima di IGG. Tetapi saat datang kamar rumah sakit sudah penuh.

Baca Juga: Tanggung Jawab Sosial, RSUD dr Soewandhi Layani Pasien JKN 425 Hari

"Karena penuh, kami tawarkan rujuk keluarga menolak. Saat itu kondisi (pasien) sudah naik turun. Diperiksa dokter pasien ada gangguan paru-paru," jelasnya.

Saat kondisi mulai menurun, RS Soewandhie menawarkan masuk ruang ICU, namun penuh. Akhirnya, pihaknya menawarkan rujuk Rumah Sakit lain.

"Tanggal 31 Mei dia masuk ICU inden pertama. Tapi karena kondisi, kita selalu tetap tawarkan, dia mau udah ada tempat di dalam. Tapi saat dia menurun dan dokter bilang kondisi meninggal di ruang teratai," imbuhnya.

Baca Juga: Beberapa Bayi Lahir Tanggal 29 Februari di Surabaya, Bakal Ulang Tahun Empat Tahun Sekali Nih

Lebih lanjut dr Billy menambahkan, pihak keluarga pasien tidak beritahu alasan mereka tidak mau merujuk pasien atu ibunya ke Rumah sakit lain.

"Tapi kita punya beberapa temuan kalau masuk ICU di tempat lain pasti nambah pengeluaran minimal, bahan habis pakai ortunya misal pampers alat mandi kalau di Soewandhie, semua ditanggung Pemkot," pungkasnya. (Ade)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.