Rabu, 22 Jul 2026 20:02 WIB

Lurah Sememi Sebut Pergantian KTPR Sudah Sesuai Kesepakatan, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 01 Jun 2023 22:00 WIB
Lurah Sememi, Okto Narwanto
Lurah Sememi, Okto Narwanto

selalu.id - Lurah Sememi Surabaya, Okto Narwanto mengklarifikasi terkait tudingan pencabutan atau pergantian kepengurusan Kelompok Teknis Perbaikan Rumah (KTPR) secara sepihak.

Okto mengatakan bahwa pergantian pengurusan KTPR untuk program Dandan Omah ini sudah kesepakatan dari pihak RT, RW, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sememi.

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Hasil rapat, mereka menilai bahwa pergantian KPRT butuh penyegaran dari kepengurusan lama. Lantaran kinerja KPRT saat ini kurang maksimal, sebab pekerjaan dikontrak seharusnya 10 unit, tapi hanya 6 unit selesai.

"Waktu itu mereka rapat. Pihak RW juga sudah konfirmasi ke KPRT juga bersedia. Missnya itu kalau gak salah kontrak sudah 10 unit baru garap 6,"kata Okto, saat dihubungi selalu.id, Kamis (1/6/2023).

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sememi, Yudi Suqiono menjelaskan, pergantian kepengurusan KPRT sudah kesepakatan bersama, dari pihak RT, RW, LPMK. Bahkan, ia mengaku ketua KPRT sudah dikonfirmasi dan bersedia.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

"Sudah ngomong bareng. Intinya pembaruan generasi. Yang baru, sudah kesepakatan RT, RW, LPMK, ketuanya KPRTnya juga,"jelasnya.

Yudi mengungkapkan alasannya mengganti kepengurusan KPRT karena saat ini warga di Kelurahan Sememi sudah banyak sekali. Sehingga, menurutnya butuh percepatan program dandan omah tersebut.

"Kalau pelan (pengerjaan dandan omah) kasian warganya,"ungkapnya.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

Sebab itu, pihaknya meminta ingin percepatan pembangunan dandan omah segera dilakukan. Ia menyebut, setiap tahun pembangunan selalu ditunda-tunda.

"Pak RT dan RW minta cepat, setiap tahun nunda-nunda tiga periode. Ini agar lebih cepat biar rumah orang yang jelek cepat dikerjakan dan terealisasi,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kaji Ipuk Buka-bukaan Nilai Banpol PDIP Surabaya: Tembus Rp6 Miliar, Wajib Ditanggungjawabkan

Dana tersebut dipastikan digunakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan fokus utama pada kegiatan pendidikan politik dan kaderisasi.

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.