Jumat, 04 Sep 2026 20:49 WIB

Tumor Genetik Tidak Bisa Dicegah Tapi Pasien Bisa Lakukan Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 19 Mei 2023 14:10 WIB
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel
Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel

Selalu.id - Tumor merupakan penyakit yang terjadi karena pertumbuhan sel-sel yang upnormal dalam tubuh dan kemudian umumnya membentuk benjolan. Bahkan, benjolan ini terkadang tidak dapat dilihat atau diraba sendiri oleh penderita.

Diketahui selain gaya hidup dan lingkungan tidak sehat, ternyata penyebab tumor ini juga karena faktor genetik yang tidak bisa dicegah.

Hal itu disampaikan oleh Comprehensif Brain Tumor Management National Hospital Surabaya, Dr Irwan Barlian Immadoel mengatakan bahwa dapat meningkatnya kasus tumor otak yakni salah satunya karena genetik dari orang tua, keluarga, atau keturunan saudara lainya.

"Faktor turunan dari orang tuanya ada yang terkena tumor, atau kakek nenek ataupun yang diatasnya, dia ada faktor disitu, jadi ada faktor genetik untuk penyakit tumor otak," kata Dr Irwan, kepada selalu.id, Jumat (19/5/2023).

Sedangkan, pasien yang terkena tumor tidak mempunyai faktor genetik, Dr Irwan menjelaskan, faktor tumor tersebut bisa karena gaya hidup yang kurang sehat.

"Stresnya tinggi, banyak terpapar radiasi atau pola hidupnya kurang baik, itu bisa menyebabkan gejala tumor otak," ujarnya.

dr Irwan menerang bahwa selain alasan yang dipaparkan sebelumnya, juga ada satu penyebab pasti dari tumor, yakni radiasi.

"Kalau radiasi tinggi itu misalnya bekerja di area yang sering terkena radiasi, atau di daerah yang ada reaktor nuklir seperti itu yang radiasinya tinggi, bisa sangat memungkinkan terjadi keupnormalan sel-sel yang menyebabkan tumor.

Namun, ia pun menjelaskan bahwa radiasi dari perangkat elektronik sehari hari masih dalam takaran radiasi yang tidak berbahaya bagi tubuh.

"Memang radiasi handphone bepengerah dengan otak. Namun, ia menilai radiasi dari handphone sangat rendah dan tidak terlalu berdampak," jelasnya.

Kemudian untuk pencegahan, tumor otak karena faktor genetik tidak ada. Meski begitu, pasien dari tumor genetik bisa menghambat pertumbuhan sel dan membuat angka harapan hidupnya menjadi lebih tinggi dengan menjalankan pola hidup sehat.

"Artinya (mereka tumor dari genetik) tidak boleh terlalu capek, tidak terlalu stress, makan makanan yang sehat atau berpengawet terus kalau misalnya ada masalah nyeri kepala yang ndak sembuh-sembuh atau migrain yang itu harus dicek," ujarnya.

"Minimal kalau diatas usia 40 (faktor genetik) itu ada screening, misalnya ada MRI atau yang lain, saat ini yang terbaik ada MRI, kita bisa lihat didalam otak itu ada apa," sambungnya.

Lebih lanjut Dr Irwan menjelaskan gejala tumor yang sering ditemukan yakni nyeri pada bagian kepala. Meski demikian, nyeri kepala ini beda dengan biasanya.

"Kalau tumor otak itu gejala nyeri kepalanya semakin hari semakin meningkat rasa sakitnya. Disebutnya kronis progresif, jadi kalau diibaratkan sekarang skala nyerinya satu, dalam kurun waktu dua bulan bisa naik menjadi dua atau naik terus, ketika diobati tidak membaik," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: National Hospital Hadirkan Teknologi ABUS untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

Editor : Ading
Berita Terbaru

Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Tokoh masyarakat Surabaya, Saleh Mukadar, menilai penerapan aturan jam operasional secara seragam tanpa melihat jenis komoditas adalah langkah yang keliru.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.

SMARTFREN Unlimited 5G, Pengalaman Digital dan Entertainment yang Semakin Dekat dengan Masyarakat

selalu.id - PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) terus memperluas jaringan 5G nasional XLSMART dengan meningkatkan kualitas dan kapasitas jaringan di

Pemkot Surabaya Matangkan RDTR 2026, Bebaskan Lahan Warga yang 'Terjebak' Proyek Mangkrak

Saat ini, Pemkot mematangkan tahap penjaringan masukan akhir dari para pemangku kepentingan.

Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Tak cuma soal izin, limbah darah hingga kotoran yang dibuang sembarangan ke saluran air dinilai membahayakan kesehatan warga.

Kemenag Jatim dan Baznas Kirim 27 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Bencana di NTT

Pengiriman ini merupakan hasil kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jatim dan Forum Zakat (FOZ) Jatim.