Perahu Tim FKH Unair Terjebak Lumpur Usai Autopsi Paus Balin di Perairan Kejawan Putih Tambak
- Penulis : Ade Resty
- | Selasa, 16 Mei 2023 14:31 WIB
Selalu.id - Tim evakuasi FKH Unair kembali ke lokasi penemuan Paus Balin yang mati yang terdampar di perairan kawasan Kejawan Putih Tambak untuk melalukan autopsi pada bangkai paus sebesar 12 meter tersebut, Selasa (16/5/2023). Namun, selepas Tim FKH melakukan autopsi selama dua jam, salah satu perahu dari tim terjebak di lumpur saat hendak balik ke tepi pantai.
"Dari jarak 10 meter dari autopsi paus, mau balik tapi air sudah surut lebih dulu jadi kita terjebak di lumpur-lumpur," kata salah satu mahasiswi dari Tim FKH Unair, Kristian Ega Rosalina.
Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Mahasiswi UNAIR yang Tewas dengan Kepala Dibungkus
Kristian mengatakan satu perahu yang ditumpangi timnya sudah kehabisan energi. Perahu tidak bisa menerjang akibat air dikawasan itu sudah surut.
"Kami sampai jam 10 pagi dan berkendara dengan perahu selama satu jam, dua jam lalu selesai (autopsi) kemudian balik tetapi kejebak lumpur," ujarnya.
Mereka pun melaporkan ke Command Center 112 untuk meminta bantuan evakuasi perahu timnya yang terjebak di kawasan autopsi Paus Belin yang mati, di Kajawan Putih Tambak.
Baca Juga: Fakta Baru! Mahasiswi UNAIR yang Tewas dengan Kepala Dibungkus, Beli Gas Helium di Sini
Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiapkan perahu karet dan personel untuk membantu perahu tim FKH Unair yang terjebak lumpur disana.
"Kira kira sejam lagi, sekarang masih persiapan ngangkut perahu karetnya juga sama Basarnas. Sekitar 1 jam sampai sana," kata Buyung saat dihubungi.
Baca Juga: Ini Rekaman CCTV Mahasiswi UNAIR Sehari Sebelum Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik
Buyung mengatakan pihaknya memiluih rute melalui Mangrove Wonorejo. Sebab, di perairan kawasan Kajawan Putih Tambak surut. Nantinya, evakuasi akan dibawa kembali ke Wonorejo.
"Gak bisa lewat sana karena surut. Kita lewat laut Mangrove Wonorejo. Lewat sungai surut gak bisa," pungkasnya. (Ade/Adg)
Editor : Ading