Kamis, 23 Jul 2026 00:23 WIB

Perahu Tim FKH Unair Terjebak Lumpur Usai Autopsi Paus Balin di Perairan Kejawan Putih Tambak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Mei 2023 14:31 WIB
Perahu Tim FKH Unair terjebak lumpur saat proses autopsi  Paus Balin
Perahu Tim FKH Unair terjebak lumpur saat proses autopsi Paus Balin

Selalu.id - Tim evakuasi FKH Unair kembali ke lokasi penemuan Paus Balin yang mati yang terdampar di perairan kawasan Kejawan Putih Tambak untuk melalukan autopsi pada bangkai paus sebesar 12 meter tersebut, Selasa (16/5/2023). Namun, selepas Tim FKH melakukan autopsi selama dua jam, salah satu perahu dari tim terjebak di lumpur saat hendak balik ke tepi pantai.

"Dari jarak 10 meter dari autopsi paus, mau balik tapi air sudah surut lebih dulu jadi kita terjebak di lumpur-lumpur," kata salah satu mahasiswi dari Tim FKH Unair, Kristian Ega Rosalina.

Baca Juga: Tangis Keluarga Pecah saat Pemakaman Mahasiswi UNAIR yang Tewas dengan Kepala Dibungkus

Kristian mengatakan satu perahu yang ditumpangi timnya sudah kehabisan energi. Perahu tidak bisa menerjang akibat air dikawasan itu sudah surut.

"Kami sampai jam 10 pagi dan berkendara dengan perahu selama satu jam, dua jam lalu selesai (autopsi) kemudian balik tetapi kejebak lumpur," ujarnya.

Mereka pun melaporkan ke Command Center 112 untuk meminta bantuan evakuasi perahu timnya yang terjebak di kawasan autopsi Paus Belin yang mati, di Kajawan Putih Tambak.

Baca Juga: Fakta Baru! Mahasiswi UNAIR yang Tewas dengan Kepala Dibungkus, Beli Gas Helium di Sini

Kabid Kedaruratan dan logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiapkan perahu karet dan personel untuk membantu perahu tim FKH Unair yang terjebak lumpur disana.

"Kira kira sejam lagi, sekarang masih persiapan ngangkut perahu karetnya juga sama Basarnas. Sekitar 1 jam sampai sana," kata Buyung saat dihubungi.

Baca Juga: Ini Rekaman CCTV Mahasiswi UNAIR Sehari Sebelum Tewas dengan Kepala Terbungkus Plastik

Buyung mengatakan pihaknya memiluih rute melalui Mangrove Wonorejo. Sebab, di perairan kawasan Kajawan Putih Tambak surut. Nantinya, evakuasi akan dibawa kembali ke Wonorejo.

"Gak bisa lewat sana karena surut. Kita lewat laut Mangrove Wonorejo. Lewat sungai surut gak bisa," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penelusuran kepatuhan pelaporan PBJT sektor makanan dan minuman untuk masa pajak 1 tahun. 

75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum bagi anak yatim piatu, anak terlantar, hingga anak yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot akan memperketat pengawasan dengan menerapkan audit independen secara rutin.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.