Minggu, 06 Sep 2026 19:27 WIB

Paus Terdampar di Perairan Surabaya adalah Spesies Balin, Mati karena Sakit

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 15 Mei 2023 16:23 WIB
Penemuan bangkai Paus Balin di perairan Surabaya
Penemuan bangkai Paus Balin di perairan Surabaya

Selalu.id - Seekor paus mati terdampar diperairan Surabaya, tepatnya wilayah Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo merupakan jenis paus Balin. Paus balin, juga disebut paus besar, membentuk Mysticeti, satu dari dua parvordo Cetacea (paus, lumba-lumba dan pesut). Paus balin memiliki tulang penyaring untuk menyaring makanan dari air. 

Berita pertama paus terdampar ini beredar dari unggahan video amatir yang tersebar di Whatsapp grup, yang kemudian dikonfirmasi langsung dengan Tim Evakuasi dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) yang berangkat ke lokasi penemuan paus Balin yang terdampar tersebut, pagi ini, Senin (15/5/2023).

Baca Juga: Begini Cara Membawa Bangkai Paus Sepanjang 12 Meter dari Kenjeran ke Jatim Park

Ahli Patologi Kedokteran Hewan Unair yang menjadi salah satu tim evakuasi Drh. Bilqisthi Ari Putra M.Si, menyebutkan bahwa Paus Balin yang terdampar ditemukan pertama kali oleh nelayan setempat pada Sabtu malam.

"Ditemukan oleh nelayan setempat pada Sabtu malam, kami langsung bergerak merencakan proses evakuasi pada Minggu pagi dan bergerak kelokasi penemuan pada Senin pagi (hari ini, red), ujar Drh. Bilqist kepada selalu.id Senin (15/5/2023).

Paus Balin yang terdampar memiliki panjang 12 meter dan berat 10 ton ini ditengarai meninggal karena sakit, tapi belum bisa diketahui secara pasti penyakit apa yang diderita paus tersebut hingga terdampar di perairan Surabaya.

Baca Juga: Bangkai Paus Balin yang Terdampar di Surabaya Dimuseumkan di Jatim Park

"Paus terdampar karena ada penyakit tapi belum bisa diketahui secara pasti, cuma diagnosis awalnya sakit. Untuk kepastian penyakitnya masih harus melalui cek laboratorium terlebih dahulu," jelas Drh. Bilqist.

Ia pun menjelaskan bahwa proses autopsi dan pengecekan laboratorium akan dilaksanakan besok, Selasa (16/5/2023) besok.

"Saat ini tim evakuasi belum bisa melakukan autopsi karena gelombang laut sedang tinggi, tapi bangkai paus sudah diamankan ke tepi pantai. Besok tim akan kembali ke lokasi untuk pemerikasaan lanjutan dan membawa organ-organ untuk dikaji di laboratorium," tukasnya.

Baca Juga: Air Surut, 10 Orang Tim Autopsi Paus Balin hingga Kini Masih Terjebak Lumpur

Proses evakuasi bangkai Paus Balin hari ini mengerahkan tim sebanyak 4 orang ahli dan untuk proses memeriksaan lanjutan untuk besok akan dikerahkan sebanyak 10 orang untuk autopsi. Kerja evakuasi inipun merupakan kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan FKH Unair. (Adg)

 

Editor : Ading
Berita Terbaru

Cegah Busa Masuk Kalimas Surabaya, PJT I Alirkan Pasokan Air Tambahan dari Waduk Sutami

PJT I terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan keamanan pasokan air baku bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya.

Air PDAM Surabaya Keruh dan Berbusa di Belasan Kawasan, Warga Keluhkan Bau Kimia

Gangguan dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Banyu Urip, Lakarsantri, Gunung Sari, Babatan, Wiyung, Manukan, Kedurus, Petemon, dan lainnya.

Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan

Api berasal dari freon kulkas yang diduga mengalami korsleting. Akibat kejadian itu, rumah dan semua perabotan serta peralatan elektronik hangus terbakar.

DPRD Surabaya Soroti Data Warga: Baru Dibetulkan Saat Butuh Bantuan, BPJS hingga Waris

Cahyo menilai Dispendukcapil Surabaya perlu memetakan data yang belum mutakhir maupun tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Melon Hidroponik jadi Magnet Baru Wisata Edukasi di Candi Negoro, Sidoarjo

Greenhouse seluas 400 meter persegi menjadi pusat pengembangan wisata ini.

Tak Cukup Andalkan TPA, Jakarta Barat Belajar Pengolahan Sampah dari Sidoarjo

"Penting sekali menguatkan pengurangan sampah atau pengolahan sampah itu dari TPS 3R,” ujar Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.