Selasa, 03 Feb 2026 17:13 WIB

Air Surut, 10 Orang Tim Autopsi Paus Balin hingga Kini Masih Terjebak Lumpur

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 16 Mei 2023 18:42 WIB
Proses evakuasi Tim Autopsi Paus Balin yang terjebak lumpur
Proses evakuasi Tim Autopsi Paus Balin yang terjebak lumpur

Selalu.id - Hingga kini tim evakuasi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) terjebak lumpur akibat air surut di perairan Kawasan Kajawan Tambak, Surabaya, Selasa (15/5/2023).

Informasi yang dihimpun selalu.id, Tim FKH Unair telah terjebak lumpur sejak pukul 10.00 WIB usai melakukan autopsi bangkai paus balin.

Tercatat melalui laporan Basarnas Surabaya sebanyak 10 orang terdiri Dokter Hewan, Mahasiswa FKH Unair, beserta nelayan yang terjebak di lumpur perairan Kejawan Putih Tambak. Mereka pun telah mengubungi Command Center 112 untuk bantuan evakuasi.

"10 orang tersebut meminta bantuan evakuasi karena perahu mereka kandas dan tidak bisa kembali," kata Kepala Kantor SAR Surabaya, M. Hariyadi.

Hariyadi mengatakan, pihaknya bekerjasam dengan tim BPBD Surabaya pun berangkat dari Mangrove Wonorejo. Sekitar pukul 15.00 WIB sebanyak satu perahu karet, dan tiga petugas rescuer dan satu petugas BPBD

Sementara Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino menyampaikan, sekitar 15.20 perahu karet BPBD diberangkatkan dengan membawa logistik untuk survivor. Ia menyebut pihaknya mengerahkan satu perahu karet dari damkar tambahan untuk membantu evakuasi.

"Jarak dari Mangrove ke Wonorejo ke lokasi kejadian sekitar 1 jam dengan mengingat permukaan air laut yang mulai surut, kita tidak bisa menurunkan perahu karet dari Pantai Kenjeran," ujarnya.

Diketahui pula salah satu perahu karet petugas sempat terhambat, dikarenakan air mengalami dangkal atau surut.

Pantuan selau.id hingga pukul 18.17 WIB, belum ada tanda-tanda sampai ke tepi pantai. Namun, informasi yang didapat selalu.id, total 10 orang tersebut dalam kedaan selamat meski kondisi lemas kelelahan.

"Alhamdulilah mereka dalam keadaan selamat, tapi lemas kehabisan energi. Tim kita sudah membawa makanan logisitik disana agar tidak dehidrasi," kata salah satu petugas Basarnas.

"Tapi disana airnya yang surut udah mulai naik tapi belum signifikan, sehingga kapal belum bisa bergerak," ujarnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Bangkai Paus Balin yang Terdampar di Surabaya Dimuseumkan di Jatim Park

Editor : Ading
Berita Terbaru

Hujan Angin Terjang Surabaya: Genteng Rumah Warga Berterbangan, Sejumlah Pohon Juga Tumbang

Genteng rumah warga yang terdampak hujan angin itu berada di Kelurahan Pakis, yang diketahui rumah milik Arif.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.