Minggu, 08 Feb 2026 00:27 WIB

UCUS Soroti Banjir Parah Mayjend Sungkono, Sebut Pemkot Krisis Komunikasi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 29 Apr 2023 00:10 WIB
Banjir di kawasan Mayjen Sungkono
Banjir di kawasan Mayjen Sungkono

Selalu.id - Urbaning Center for Urban Studies (UCUS) menyoroti banjir parah di sejumlah wilayah Kota Surabaya Barat sebagai dampak dari communication crisis atau krisis komunikasi dari Pemkot Surabaya, Jumat (28/04/23).

Peneliti dari UCUS, Fikri Disyacitta pun meminta Pemkot untuk mengubah pola komunikasinya agar tidak terjadi krisis komunikasi yang kerap dilakukan dengan menggunakan istilah genangan.

Fikri mengatakan beberapa tahun lalu Pemkot menolak Kota Surabaya disebut mengalami banjir akibat hujan deras, air yang menggenang langsung surut setelah hujan selesai.

LAPAN mendefinisikan genangan sebagai air yang merendam sampai 40 cm dengan intensitas hujan yang rendah dan lekas surut.

“Namun apa yang terjadi belakangan sudah masuk kategori banjir karena dampak yang ditimbulkan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Surabaya sudah serius,” ungkap Fikri

Selain itu, Dosen Ilmu Komunikasi UNY tersebut mengatakan penggunaan istilah banjir tersebut tidak perlu dikhawatirkan sebagai ketidakmampuan Pemkot dalam mengatasi bencana.

“Sebaliknya, dari sudut pandang crisis comunication hal ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan di Surabaya bahwa pengelolaan banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai sesuatu yang biasa layaknya genangan,” jelasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

2026, PGN Perkuat Kompetensi SDM dan Soliditas Ekosistem Kerja 

Kepercayaan pekerja pada keberlanjutan perusahaan juga terlihat dari tingkat perputaran pekerja (turn over) kurang dari 3%.

Izin Belum Lengkap, Outlet HWG23 di Kota Mojokerto Ditutup

Perda Kota Mojokerto Nomor 2 Tahun 2015 mengatur jarak minimal 400 meter dari sekolah, tempat ibadah, dan fasilitas umum.

KBS Diproses Kejati, DPRD Surabaya Ingatkan Perawatan Satwa

"Jangan sampai satwa KBS kena dampak. Makanannya dan kesehatannya jangan sampai terlantar,” ujar Buleks.

KPK Ungkap Tren Emas Kini Jadi Alat Suap

Hal ini membuat KPK lebih menaruh perhatian terhadap emas terkait komoditas korupsi di samping uang tunai dan kripto.

Pembentukan DJENPES Dekati Final, Menag: Bukti Keseriusan Pemerintahan Prabowo!

Menurut Menag, pesantren saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan komprehensif. 

Dugaan Korupsi di KBS, Wali Kota Eri Minta Kejati Jatim Usut Tuntas

Eri mengungkapkan, dugaan persoalan pengelolaan keuangan di tubuh KBS tersebut sudah berlangsung lama, bahkan sejak sebelum dirinya menjabat sebagai wali kota.