Rabu, 19 Agu 2026 08:19 WIB

DPRD Surabaya Usulkan Kurikulum Kebencanaan Masuk di Sekolah

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 18 Apr 2023 15:46 WIB
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah
Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah

Selalu.id - Komisi D DPRD Surabaya menyoroti penanggulangan dan penanganan bencana di Kota Pahlawan dikarenakan jumlah kedaruratan selama 2022 sebanyak 8.977 kejadian.

Hal itu berdasarkan data yang diterima Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Surabaya, selama 2022

Apalagi Komisi D DPRD  Surabaya juga tengah menggeber pembahasan (LKPJ) Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Sehingga menyoroti soal penanganan bencana.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah mengatakan dari ribuan jenis kejadian kedaruratan jumlah itu yang paling banyak adalah kecelakaan yang mencapai 4.846 kejadian dan darurat medis 3.099 kejadian.

Disusul kebakaran 303 kejadian, pohon tumbang 191 kejadian, dan penemuan jenazah 177 kejadian. Kemudian genangan 153 kejadian, rumah roboh 106 kejadian, orang tersesat 43 kejadian, masalah hewan 41 kejadian, orang meninggal mendadak 11 kejadian dan orang tenggelam tujuh kejadian.

Jika kejadian itu dipetakan dalam wilayah, yang paling sering ada kejadian kedaruratan adalah Surabaya Timur dengan 2.624 kejadian, Surabaya Selatan 2.609 kejadian, Surabaya Pusat 1.676 kejadian, Surabaya Barat 1.170 dan Surabaya Utara 898 kejadian.

Dengan banyaknya kejadian kedaruratan ini, Khusnul memberikan masukan sekaligus usulan dalam LKPJ Wali Kota Surabaya. Yakni masalah penanggulangan dan penanganan bencana dimasukkan dalam kurikulum pelajaran ditingkat satuan pendidikan.

Menurut Khusnul, memunculkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan bencana tidaklah mudah. Harus dilakukan sejak dini untuk menciptakan kesadaran itu.

"Untuk itu, pada 2023 ini kami mengusulkan agar kurikulum tentang penanggulangan dan penanganan bencana dimasukkan dalam satuan pendidikan. Tujuannya apa? Agar siswa sejak dini memahami hingga muncul kesadaran soal pencegahan dan penanganan bencana," ungkap Khusnul.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan ini mengatakan, masalah penanganan dan penanggulangan bencana agar masuk dalam kurikulum pendidikan sebelumnya juga pernah diusulkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Namun usulan Megawati itu masih belum ditindaklanjuti dengan serius.

"Jika melihat data dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Surabaya, jumlah kebencanaan di Surabaya cukup banyak. Sudah saatnya Pemkot Surabaya memasukkan kurikulum kebencanaan atau kejadian kedaruratan ini ke sekolah," tandasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Kisah Seorang Ibu Rela jadi Pengantin Iblis Demi Sembuhkan Anaknya yang Cacat

Keputusan Ranti, menyelamatkan nyawa anaknya, Nina, membuahkan keajaiban; sang buah hati sembuh secara misterius setelah melakukan pernikahan dengan iblis.

Pengedar Sabu di Kawasan Rangkah Surabaya Sudah Tertangkap, Ini Namanya

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan serangkaian penyelidikan, pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya.

Dapat Remisi HUT RI, Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Dijadwalkan Bebas Awal 2028

Sebagai informasi, Gus Muhdlor merupakan Bupati Sidoarjo periode 2021–2024 yang dijatuhi vonis 4 tahun 6 bulan penjara pada Desember 2024 lalu.

Gugatan Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bojonegoro Kini Masuk Tahap Mediasi

Hasil dari proses perdamaian ini bakal menentukan apakah persidangan berlanjut ke pemeriksaan pokok perkara atau diselesaikan secara damai.

Sederet Gebrakan dan Janji Dirut PDAM Surabaya yang Baru, Akankah Terwujud?

Alvin menegaskan ingin menggunakan momentum kepemimpinan baru untuk mempercepat pembenahan internal hingga meningkatkan kualitas pelayanan pada warga Surabaya.

Penanganan Karhutla Bromo Selesai, Posko Darurat Ditutup

Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus Suryawan tak lupa menyampaikan ucapan terimakasih terhadap semua instansi yang terlibat dalam penanganan karhutla tersebut.