Kamis, 04 Jun 2026 23:05 WIB

Baru Buka, Lawson Embong Malang Buat DPRD Geram, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 15 Apr 2023 10:29 WIB
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno
Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno

Selalu.id - Nama kondang Lawson sebagai retail makanan khas Korea telah banyak dinantikan kehadirannya oleh masyarakat Surabaya. Dibukanya outlet baru Lawson di Jalan Embong Malang pun tak pelak membuat penggemar makanan Korea antusias.

Namun, respon DPRD Surabaya berbeda dengan antusias publik. Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno justru menyoroti perizinan outlet Lawson yang berada di Jalan Embong Malang itu.

Menurutnya, izin yang dimiliki Lawson Embong Malang belum lengkap. Dirinya bahkan mengaku telah mengonfirmasi ke Dinas Permodalan (DPM-PTSP), bahwa izin usaha ritel asal Jepang masih hanya mengantongi SKRK (Surat Keterangan Rencana Kota) dan NIB (Nomor Induk Berusaha).

"Akan tetapi perizinan lain seperti Izin Membangun Bangunan (IMB) untuk Lawson Embong Malang itu masih ruko dan tetap kantoran. Sedangkan Lawson itu jenisnya cafe dan restoran ini kan sudah beda," kata Anas, kepada Selalu.id, Sabtu (15/4/2023).

Menurutnya, seharusnya IMB Lawson tersebut harus berubah terlebih dahulu sebelum melakukan operasional. "Sekarang ini operasionalnya tentang cafe dan restoran ini kan harus diubah dulu perizinananya," ujarnya.

Legislator PDI-Perjuangan ini juga mencurigai terkait perizinan lainnya yang masih belum dilengkapi oleh Lawson di Embong Malang itu seperti  AMDAL (Anaslisa Mengenai Dampak Lingkungan) Lalu-Lintas dan IPAL (Ijin Pengolahan Air Limbah.

"Termasuk AMDAL Lalin juga belum (izin lengkap) ini saya lihat. Karena parkirnya masih di tratoar. Terus seperti yang tadi update ituloh limbah itu perlu juga pas atau belum," ungkapnya.

Izin AMDAL Lalin dan IPAL, kata dia sangat penting karena lokasi tempat usaha itu berada di pinggir jalan raya pusat ekonomi Kota Surabaya. Apalagi padat kendaraan di tempat usaha itu.

Ia pun meminta usaha resto dan cafe perlu penanganan limbah yang baik, agar tidak mengganggu lingkungan.

"Kebetulan saya tahu depan rumah di kampung awalnya ini saya kira mini market. Loh kak masakan korea ta pikir itu. Taunya itu. Kalau minimarket kan gak perlu repot banget,"tuturnya

Lebih lanjut Anas menjelaskan, dirinya meminta pihak Lawson untuk melengkapi aturan terlebih dahulu sebelum operasional. Terlebih lagi, mengingat Kota Surabaya sedang fokus melakukan pertumbuhan ekonomi.

Dengan itu Komisi B pun mendorong percepatan eknomomi agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya mencapai target untuk kepentingan warga Surabaya.

"Ini kan tidak baik meskipun Kota Surabaya ini masih mebutuhkan supaya perekonomian tumbuh dan berjalan. Tetapi kewajiban aturan tetap kita perbaiki dan perlu diselesaikan dulu," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Polemik Pajak Rumah Kos di Surabaya Tuai Protes

Editor : Ading
Berita Terbaru

Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Pemain Utama Rantai Halal Nasional

Tantangan berikutnya adalah memastikan daerah-daerah potensial mampu mengambil peran lebih besar sebagai produsen penggerak utama industri halal global.

Remaja di Surabaya Tewas Dikeroyok Pelajar SMA, Sempat Gegar Otak dan Patah Tulang

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka berat pada bagian kepala hingga tempurung kepalanya pecah. Korban juga disebut menderita patah tulang.

Lima Mahasiswa FH Untag Surabaya Ajukan Uji Materi ke MK Soal Pembuatan SIM

Namun demikian, para mahasiswa tidak meminta seluruh tes dihapus, melainkan dilakukan penyempurnaan agar lebih relevan dengan kondisi saat ini.

Pemkab Sidoarjo Komitmen Selesaikan Hak Warga Terdampak Lumpur Lapindo

Pengaktifan kembali Satgas dinilai penting mengingat masih terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat terdampak lumpur Lapindo.

Ning Ita Ajak ASN Kota Mojokerto Berani Tolak dan Laporkan Gratifikasi

Ning Ita mengatakan upaya pencegahan korupsi tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tapi harus dibangun dengan kesadaran dan integritas setiap pemerintah.

Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya

Mahasiswa diharapkan mampu menjembatani pemahaman teoritis yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di lapangan.