Rabu, 21 Okt 2026 20:41 WIB

Tekan Angka Stunting di Bojonegoro, BKKBN Lakukan Pembinaan Penyuluh KB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Apr 2023 16:45 WIB

Selalu.id - BKKBN terus berupaya tekan angka stunting untuk mewujudkan pemberdayaan keluarga sehat dan sejahtera. Terkait hal itu, BKKBN berupaya untuk meningkatkan kinerja Penyuluh KB guna meningkatkan capaian program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bojonegoro.

Hari ini Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaksanakan Pembinaan dan Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bagi Penyuluh KB Kabupaten Bojonegoro, Selasa (11/04/2023).

Baca Juga: Kekeringan di Tuban-Bojonegoro Menahun, Pemprov Didesak Ubah Penanganan untuk Jangka Panjang

Kegiatan ini dilaksanakan di kantor DP3AKB Kabupaten Bojonegoro dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM. untuk memberikan penguatan kepada Penyuluh KB di Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 54 orang. Beliau didampingi oleh Sekretaris Badan dan Ketua Tim Kerja sebagai pembina program di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Sebagai tuan rumah, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto, SE, MM, memberikan sambutan untuk mengawali acara pembinaan ini. Beliau menyampaikan harapan-harapan kedepan agar Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Kabupaten Bojonegoro dapat berjalan optimal.

Baca Juga: PGN Area Bojonegoro Dorong UMKM Berdaya Saing Lewat Pemanfaatan Gas Bumi

"Kami menyambut dengan suka cita kedatangan jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro, karena penguatan seperti ini di lapangan sangat diperlukan, terutama untuk mencapai target program dan penurunan stunting," ungkap pak Heru.

Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting, 2 tahun terakhir DP3AKB Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 3006 tim dan 93% TPK menguasai elsimil. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan karena peran Penyuluh KB.

Baca Juga: Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Selanjutnya, Ibu Erna menyampaikan sambutan dan mengajak Penyuluh KB berdiskusi terkait masalah-masalah apa saja yang ada di lapangan agar bisa ditindaklanjuti dan dicari solusi bersama. Awalnya, bu Erna mengajak Penyuluh KB yang hadir di kegiatan ini untuk merefleksi dan kembali memahami target kinerja program Bangga Kencana seperti apa.

"Program kita ini bernama Bangga Kencana, yaitu akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Tujuan kita adalah bagaimana 3 pilar ini mendarat dengan baik di masyarakat, tentu ada mekanisme yang kuat," kata bu Erna.

Menutup sambutan, bu Erna mengharapkan agar terbentuk sinergitas sampai di lapangan, selain target program Bangga Kencana, juga penurunan stunting. Sesuai amanah Presiden, BKKBN diberi mandat untuk mengawal percepatan penurunan stunting dengan target sudah harus 14% di tahun 2024. Dengan banyaknya indikator kinerja yang harus dicapai, diperlukan strategi kovergensi, salah satunya dengan pembentukan Tim Pokja dan Tim Pendamping Keluarga Beresiko Stunting yang melibatkan Kader KB di masyarakat dan Bidan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkab Sidoarjo Jemput Bola Layanan Usaha, Minta Perusahaan Rekrut 80% Pekerja Lokal

Pemkab Sidoarjo meminta dunia usaha memberikan prioritas kepada warga ber-KTP Sidoarjo dalam perekrutan tenaga kerja melalui layanan one desk stop service.

DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Praktik tersebut dinilai sangat merugikan dan menghambat masa depan siswa untuk melanjutkan studi maupun melangkah ke dunia kerja.

Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Polda Jatim juga menyoroti bahwa simpul utama praktik ODOL berakar pada komitmen bisnis antara pemilik barang (shipper) dan pengusaha angkutan (transporter).

Banyak Kabel Semrawut di Surabaya, DPRD Minta Pemkot Tertibkan dan Tegas Pada Provider

Bukan hanya mengganggu pemandangan, kabel yang sudah tidak digunakan juga dinilai tak semestinya dibiarkan menggantung begitu saja, harus ditertibkan.

Aksi Motoran Santri Sidoarjo Kampanyekan Tertib Lalu Lintas Sambut HSN 2026

Tak sekadar konvoi, Motoran Santri membawa pesan “Motor Santun”, yakni ajakan berkendara secara aman, tertib, dan bertanggung jawab. 

Kisah Penjual Peyek di Nganjuk Terancam Kehilangan Rumah atas Utang Mendiang Suami Rp690 Juta

Rumah tinggal Lilik terancam disita dan dilelang oleh BRI Cabang Nganjuk atas klaim utang mendiang suaminya, Puji Astanto, sebesar Rp690 juta.