Selasa, 03 Feb 2026 23:26 WIB

Tekan Angka Stunting di Bojonegoro, BKKBN Lakukan Pembinaan Penyuluh KB

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 11 Apr 2023 16:45 WIB

Selalu.id - BKKBN terus berupaya tekan angka stunting untuk mewujudkan pemberdayaan keluarga sehat dan sejahtera. Terkait hal itu, BKKBN berupaya untuk meningkatkan kinerja Penyuluh KB guna meningkatkan capaian program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Bojonegoro.

Hari ini Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur melaksanakan Pembinaan dan Penguatan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting bagi Penyuluh KB Kabupaten Bojonegoro, Selasa (11/04/2023).

Baca Juga: Tekan Stunting dan AKI AKB, Pemkab Jember Bentuk Gerakan 1.200 Tenaga

Kegiatan ini dilaksanakan di kantor DP3AKB Kabupaten Bojonegoro dan dihadiri oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM. untuk memberikan penguatan kepada Penyuluh KB di Kabupaten Bojonegoro yang berjumlah 54 orang. Beliau didampingi oleh Sekretaris Badan dan Ketua Tim Kerja sebagai pembina program di Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Sebagai tuan rumah, Kepala Dinas P3AKB Kabupaten Bojonegoro, Heru Sugiharto, SE, MM, memberikan sambutan untuk mengawali acara pembinaan ini. Beliau menyampaikan harapan-harapan kedepan agar Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Kabupaten Bojonegoro dapat berjalan optimal.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan Nol Kasus Stunting di 2027, Begini Caranya

"Kami menyambut dengan suka cita kedatangan jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Bojonegoro, karena penguatan seperti ini di lapangan sangat diperlukan, terutama untuk mencapai target program dan penurunan stunting," ungkap pak Heru.

Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting, 2 tahun terakhir DP3AKB Kabupaten Bojonegoro telah melaksanakan pelatihan Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 3006 tim dan 93% TPK menguasai elsimil. Keberhasilan pelaksanaan pelatihan karena peran Penyuluh KB.

Baca Juga: Angka Stunting Turun ke 1,16 Persen, Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar

Selanjutnya, Ibu Erna menyampaikan sambutan dan mengajak Penyuluh KB berdiskusi terkait masalah-masalah apa saja yang ada di lapangan agar bisa ditindaklanjuti dan dicari solusi bersama. Awalnya, bu Erna mengajak Penyuluh KB yang hadir di kegiatan ini untuk merefleksi dan kembali memahami target kinerja program Bangga Kencana seperti apa.

"Program kita ini bernama Bangga Kencana, yaitu akronim dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Tujuan kita adalah bagaimana 3 pilar ini mendarat dengan baik di masyarakat, tentu ada mekanisme yang kuat," kata bu Erna.

Menutup sambutan, bu Erna mengharapkan agar terbentuk sinergitas sampai di lapangan, selain target program Bangga Kencana, juga penurunan stunting. Sesuai amanah Presiden, BKKBN diberi mandat untuk mengawal percepatan penurunan stunting dengan target sudah harus 14% di tahun 2024. Dengan banyaknya indikator kinerja yang harus dicapai, diperlukan strategi kovergensi, salah satunya dengan pembentukan Tim Pokja dan Tim Pendamping Keluarga Beresiko Stunting yang melibatkan Kader KB di masyarakat dan Bidan.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

“Insya Allah konstruksinya sudah sesuai. Tiang-tiang utamanya juga masih kuat,” jelas Juru Bicara Anda Advertising, Nana.

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

DPRD Surabaya pun menilai kejadian ini menjadi alarm serius terhadap pengawasan dan perizinan reklame di ruang publik.

Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Reklame besar itu sudah nyaris patah. Tepat di bawah reklame itu, terdapat gang kecil yang menjadi akses jalan warga.

Reklame Patah saat Hujan Disertai Angin di Surabaya: Belum Ada Petugas, Bahayakan Warga 

Reklame patah itu berada di atas sebuah gedung, tepat di samping Poppy cafe & karaoke Jalan Tidar Surabaya. 

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.