Kamis, 03 Sep 2026 16:51 WIB

Tekan Stunting dan AKI AKB, Pemkab Jember Bentuk Gerakan 1.200 Tenaga

selalu.id – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan Gerakan 1.200 Tenaga sebagai penguatan komitmen bersama untuk menekan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi yang masih tergolong tinggi. Kegiatan tersebut digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Kabupaten Jember, Senin (26/1/2026).

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penanganan stunting serta AKI dan AKB tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Ia menilai pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri menjadi salah satu penyebab lambannya penurunan angka tersebut.

Baca Juga: Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

“Selama ini kerja-kerja penanganan terkesan berjalan sendiri-sendiri. Puskesmas sendiri, camat sendiri, hingga dinas kesehatan pun sendiri. Mulai hari ini, kita satukan semua dalam satu komando,” ujar Gus Fawait.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Jember kerap berada di posisi teratas kasus stunting serta AKI dan AKB di Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai sebagai krisis serius yang mengancam kualitas generasi masa depan.

Sebagai langkah strategis, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang melibatkan lintas sektor. Satgas tersebut melibatkan tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, camat, hingga jajaran pemerintah desa.

Selain itu, pengawas sekolah dan kepala sekolah turut dilibatkan untuk mendukung pendataan dan edukasi. Unsur TNI dan Polri juga disiapkan untuk memperkuat efektivitas gerakan di lapangan.

Baca Juga: Pemkab Jember Fokuskan APBD 2026 untuk Kesehatan hingga Pendidikan 

Melalui integrasi lintas sektor, Gus Fawait menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan pada 2026. Ia juga menargetkan pada periode 2029 hingga 2030 angka stunting di Jember menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

Selain pembentukan satgas, Pemkab Jember merencanakan pengembangan layanan home care yang terintegrasi dengan program penanganan stunting serta kesehatan ibu dan anak. Untuk memastikan efektivitas program, kinerja organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala puskesmas akan dievaluasi setiap tiga bulan.

“Salah satu indikator utama keberhasilan pejabat OPD atau camat di Jember adalah sejauh mana mereka mampu menurunkan angka stunting dan kematian ibu-anak di wilayahnya,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga: KUA-PPAS P-APBD 2026 Disepakati, Pemkab-DPRD Jember Genjot Pengentasan Kemiskinan Lewat Pelayanan Dasar

Dari sisi anggaran, ia memastikan pengelolaan dilakukan secara terencana dan terintegrasi. Ia juga menegaskan tambahan penghasilan pegawai bagi tenaga kesehatan di Jember tidak akan dikurangi.

“Kita ingin pelayanan publik benar-benar membaik. Anggaran tidak boleh lagi habis hanya untuk seminar atau pelatihan berulang, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Resmi Dikelola Pemkab Pasuruan, Rest Area dan Tengger Cultural Center Tosari Siap Dihidupkan

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo menegaskan komitmennya untuk segera mengaktifkan fasilitas penunjang wisata tersebut.

Gandeng PMI Surabaya, PT PAL Indonesia Kirim Donasi Kemanusiaan Rp83,1 Juta ke Korban Gempa NTT

Berdasarkan komunikasi dan assessment sementara tim lapangan di NTT, bantuan akan difokuskan untuk pemenuhan fasilitas dasar masyarakat terdampak.

Bahlil Mini Soccer Zona Madiun Raya Resmi Bergulir, Dibuka Laga Golkar Vs PKB

Ketua Pelaksana Bahlil Mini Soccer 2026 Arif Fathoni mengatakan, antusiasme sekolah dan pelajar untuk mengikuti kompetisi tersebut cukup tinggi.

Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta

Majelis hakim dijadwalkan bakal memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV pada persidangan pekan depan guna mencocokkan fakta lapangan.

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.