Rabu, 04 Feb 2026 14:53 WIB

Tekan Stunting dan AKI AKB, Pemkab Jember Bentuk Gerakan 1.200 Tenaga

selalu.id – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan Gerakan 1.200 Tenaga sebagai penguatan komitmen bersama untuk menekan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi yang masih tergolong tinggi. Kegiatan tersebut digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Kabupaten Jember, Senin (26/1/2026).

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penanganan stunting serta AKI dan AKB tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Ia menilai pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri menjadi salah satu penyebab lambannya penurunan angka tersebut.

Baca Juga: Jember Raih UHC Awards 2026 Kategori Madya dengan Cakupan JKN 96,5 Persen

“Selama ini kerja-kerja penanganan terkesan berjalan sendiri-sendiri. Puskesmas sendiri, camat sendiri, hingga dinas kesehatan pun sendiri. Mulai hari ini, kita satukan semua dalam satu komando,” ujar Gus Fawait.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Jember kerap berada di posisi teratas kasus stunting serta AKI dan AKB di Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai sebagai krisis serius yang mengancam kualitas generasi masa depan.

Sebagai langkah strategis, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang melibatkan lintas sektor. Satgas tersebut melibatkan tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, camat, hingga jajaran pemerintah desa.

Selain itu, pengawas sekolah dan kepala sekolah turut dilibatkan untuk mendukung pendataan dan edukasi. Unsur TNI dan Polri juga disiapkan untuk memperkuat efektivitas gerakan di lapangan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Targetkan Nol Kasus Stunting di 2027, Begini Caranya

Melalui integrasi lintas sektor, Gus Fawait menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan pada 2026. Ia juga menargetkan pada periode 2029 hingga 2030 angka stunting di Jember menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

Selain pembentukan satgas, Pemkab Jember merencanakan pengembangan layanan home care yang terintegrasi dengan program penanganan stunting serta kesehatan ibu dan anak. Untuk memastikan efektivitas program, kinerja organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala puskesmas akan dievaluasi setiap tiga bulan.

“Salah satu indikator utama keberhasilan pejabat OPD atau camat di Jember adalah sejauh mana mereka mampu menurunkan angka stunting dan kematian ibu-anak di wilayahnya,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga: Angka Stunting Turun ke 1,16 Persen, Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar

Dari sisi anggaran, ia memastikan pengelolaan dilakukan secara terencana dan terintegrasi. Ia juga menegaskan tambahan penghasilan pegawai bagi tenaga kesehatan di Jember tidak akan dikurangi.

“Kita ingin pelayanan publik benar-benar membaik. Anggaran tidak boleh lagi habis hanya untuk seminar atau pelatihan berulang, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

TPK Banjarmasin Gencarkan Safety Awareness di Bulan K3 2026, Pertegas Komitmen High Performance Zero Accident

Penguatan Safety Awareness menjadi krusial perusahaan untuk memitigasi risiko kecelakaan kerja dan potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Expo Campus 2026 Surabaya: Ajak Siswa Jelajahi Minat dan Masa Depan Pendidikan

Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengenal lebih dekat pada dunia pendidikan tinggi.

Perda Baru Buka Jalan Investasi Lewat Pemanfaatan Aset Pemkot Surabaya

Perubahan perda ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola pemanfaatan aset milik Pemkot Surabaya ke depan.

Susur Sungai Ngotok di TBM, Destinasi Wisata Baru Kota Mojokerto

Dengan hadirnya susur Sungai Ngotok, Pemkot Mojokerto berharap TBM akan menjadi magnet wisata baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Arif Fathoni: Perikanan Surabaya Siap Sokong Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Karena itu, Fathoni mendorong pemerintah hadir lewat pembangunan infrastruktur dasar dan fasilitas pascapanen.

Kota Mojokerto Dipercaya Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Melalui program ini, diharapkan model digitalisasi bansos yang diuji di beberapa daerah pilot project dapat direplikasi secara nasional.