Kamis, 04 Jun 2026 06:24 WIB

Tekan Stunting dan AKI AKB, Pemkab Jember Bentuk Gerakan 1.200 Tenaga

selalu.id – Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan Gerakan 1.200 Tenaga sebagai penguatan komitmen bersama untuk menekan angka stunting serta Angka Kematian Ibu dan Bayi yang masih tergolong tinggi. Kegiatan tersebut digelar di GOR PKPSO Kaliwates, Kabupaten Jember, Senin (26/1/2026).

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan penanganan stunting serta AKI dan AKB tidak dapat dilakukan secara parsial atau sektoral. Ia menilai pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri menjadi salah satu penyebab lambannya penurunan angka tersebut.

Baca Juga: Momen Bupati Fawait Resmikan Rute Penerbangan Jember–Surabaya di Hari Lahir Pancasila

“Selama ini kerja-kerja penanganan terkesan berjalan sendiri-sendiri. Puskesmas sendiri, camat sendiri, hingga dinas kesehatan pun sendiri. Mulai hari ini, kita satukan semua dalam satu komando,” ujar Gus Fawait.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data sepuluh tahun terakhir, Kabupaten Jember kerap berada di posisi teratas kasus stunting serta AKI dan AKB di Jawa Timur. Kondisi tersebut dinilai sebagai krisis serius yang mengancam kualitas generasi masa depan.

Sebagai langkah strategis, Pemkab Jember membentuk Satuan Tugas Pencegahan Stunting, AKI, dan AKB yang melibatkan lintas sektor. Satgas tersebut melibatkan tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, camat, hingga jajaran pemerintah desa.

Selain itu, pengawas sekolah dan kepala sekolah turut dilibatkan untuk mendukung pendataan dan edukasi. Unsur TNI dan Polri juga disiapkan untuk memperkuat efektivitas gerakan di lapangan.

Baca Juga: Pemkab Jember Sabet WTP, Gus Fawait Tegaskan Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Daerah

Melalui integrasi lintas sektor, Gus Fawait menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan pada 2026. Ia juga menargetkan pada periode 2029 hingga 2030 angka stunting di Jember menjadi salah satu yang terendah di Provinsi Jawa Timur.

Selain pembentukan satgas, Pemkab Jember merencanakan pengembangan layanan home care yang terintegrasi dengan program penanganan stunting serta kesehatan ibu dan anak. Untuk memastikan efektivitas program, kinerja organisasi perangkat daerah, camat, hingga kepala puskesmas akan dievaluasi setiap tiga bulan.

“Salah satu indikator utama keberhasilan pejabat OPD atau camat di Jember adalah sejauh mana mereka mampu menurunkan angka stunting dan kematian ibu-anak di wilayahnya,” ujar Gus Fawait.

Baca Juga: 777 Pejabat Pendidikan di Jember Dilantik, Begini Pesan Tegas Gus Fawait

Dari sisi anggaran, ia memastikan pengelolaan dilakukan secara terencana dan terintegrasi. Ia juga menegaskan tambahan penghasilan pegawai bagi tenaga kesehatan di Jember tidak akan dikurangi.

“Kita ingin pelayanan publik benar-benar membaik. Anggaran tidak boleh lagi habis hanya untuk seminar atau pelatihan berulang, tetapi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.

Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou

Sore ini, Rabu, 3 Juni 2026, Jalanan Hefang atau Qinghefang terpantau diguyur hujan. Suasananya syahdu.