Selasa, 10 Feb 2026 13:28 WIB

Angka Stunting Turun ke 1,16 Persen, Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar

selalu.id – Pemerintah Kota Mojokerto menerima dana insentif fiskal sebesar Rp6 miliar dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) berkat keberhasilannya menekan angka stunting di daerah.

 

Baca Juga: Pesan Khusus Ning Ita pada Insan Pers Dalam Perayaan HPN ke-80 di Mojokerto

Alokasi dana tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 330 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 10 November 2025.

 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara perangkat daerah, kader kesehatan, PKK, dan berbagai mitra pemerintah.

 

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah kerja keras dan sinergi seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting di Kota Mojokerto. Kami tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan dari hulu ke hilir,” ujar Ning Ita, Kamis (13/11/2025).

 

Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting di Kota Mojokerto terus menurun signifikan dari 9,04 persen pada 2019 menjadi 1,16 persen pada September 2025.

 

“Penurunan yang sangat signifikan ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai program intervensi yang kita lakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Baca Juga: Sate 'Nggarai Tangi' di Pinggiran Sawah Mojokerto, Begini Khasiatnya untuk Pria Dewasa

 

Pemkot Mojokerto menerapkan strategi komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan keluarga. Program yang dijalankan meliputi edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga dengan balita, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta pemanfaatan aplikasi digital untuk memantau tumbuh kembang anak.

 

Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan peran PKK dan kader posyandu, menggandeng lintas sektor dan kader motivator dalam pendampingan keluarga berisiko stunting, serta mengembangkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang fokus pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

 

Baca Juga: Dukung Program Presiden Prabowo, Pemkot Mojokerto Gelar Kerja Bakti Massal

Berbagai inovasi turut mendukung percepatan penurunan stunting, di antaranya program Canting Gula Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) dan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Pemkot juga menyalurkan bantuan pangan secara berkala bagi keluarga berisiko stunting.

 

“Dana insentif fiskal ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat program penanganan stunting agar Kota Mojokerto benar-benar bebas dari stunting,” tegas Ning Ita.

 

Dengan prevalensi stunting terendah sepanjang sejarah, Kota Mojokerto kini menjadi salah satu daerah kecil dengan komitmen besar mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan cita pertama Panca Cita Kota Mojokerto, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Potret 25 Terdakwa Kasus Pesta Gay Surabaya saat Jalani Sidang Perdana

Dalam kasus ini, total ada 34 terdakwa yang terbagi dalam beberapa berkas perkara. Sebanyak 25 terdakwa yang disidangkan lebih dulu.

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.