Sabtu, 26 Sep 2026 15:02 WIB

Angka Stunting Turun ke 1,16 Persen, Mojokerto Terima Insentif Rp6 Miliar

selalu.id – Pemerintah Kota Mojokerto menerima dana insentif fiskal sebesar Rp6 miliar dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu) berkat keberhasilannya menekan angka stunting di daerah.

 

Baca Juga: Geledah Kantor ATR/BPN Kota Mojokerto, KPK Sita Dokumen dan Amplop Berisi Uang

Alokasi dana tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 330 Tahun 2025 yang ditetapkan pada 10 November 2025.

 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita, menyampaikan rasa syukur atas capaian ini. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara perangkat daerah, kader kesehatan, PKK, dan berbagai mitra pemerintah.

 

“Alhamdulillah, capaian ini merupakan buah kerja keras dan sinergi seluruh pihak dalam menurunkan angka stunting di Kota Mojokerto. Kami tidak hanya fokus pada penanganan, tetapi juga pencegahan dari hulu ke hilir,” ujar Ning Ita, Kamis (13/11/2025).

 

Berdasarkan data EPPGBM, prevalensi stunting di Kota Mojokerto terus menurun signifikan dari 9,04 persen pada 2019 menjadi 1,16 persen pada September 2025.

 

“Penurunan yang sangat signifikan ini menjadi bukti nyata bahwa berbagai program intervensi yang kita lakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Baca Juga: Korban KM Virgo asal Mojokerto Pulang, Keluarga Guyurkan Air Kembang

 

Pemkot Mojokerto menerapkan strategi komprehensif melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan keluarga. Program yang dijalankan meliputi edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga dengan balita, intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta pemanfaatan aplikasi digital untuk memantau tumbuh kembang anak.

 

Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan peran PKK dan kader posyandu, menggandeng lintas sektor dan kader motivator dalam pendampingan keluarga berisiko stunting, serta mengembangkan program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang fokus pada pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

 

Baca Juga: Ternyata, Soal Ini Kantor BPN Kota Mojokerto Digeledah KPK

Berbagai inovasi turut mendukung percepatan penurunan stunting, di antaranya program Canting Gula Mojo (Cegah Stunting, Gerak Unggul Pemberdayaan Masyarakat Kota Mojokerto) dan DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting). Pemkot juga menyalurkan bantuan pangan secara berkala bagi keluarga berisiko stunting.

 

“Dana insentif fiskal ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk memperkuat program penanganan stunting agar Kota Mojokerto benar-benar bebas dari stunting,” tegas Ning Ita.

 

Dengan prevalensi stunting terendah sepanjang sejarah, Kota Mojokerto kini menjadi salah satu daerah kecil dengan komitmen besar mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi, sejalan dengan cita pertama Panca Cita Kota Mojokerto, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Bentuk Karakter Penolong, Pemkot Surabaya Rencanakan PMR jadi Ekskul Wajib Pilihan SD-SMP

Wali Kota Eri berpesan agar para pemuda tidak sekali-kali melupakan budaya lokal, menghargai perbedaan, serta mengedepankan sikap saling membantu.

Guruh Soekarnoputra di Mata Wakil DPD PDI Perjuangan Jatim: Indonesia Kehilangan Marhaenis

selalu.id – Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Mas Guruh Soekarnoputra, Mohammad Guruh Irianto S

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.