Selasa, 21 Jul 2026 06:41 WIB

Wow! Ada Makanan Mengandung Boraks di Kya-Kya Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Apr 2023 20:35 WIB
Kepala BPOM Surabaya, Rustyawati
Kepala BPOM Surabaya, Rustyawati

Selalu.id - Kya-Kya merupakan ikon kuliner malam Surabaya yang cukup digemari. Segala jenis makanan dan minuman juga hiburan mengisi sepanjang jalan Kembang Jepun tersebut.

Seturut difungsikannya kembali Kya-Kya sebagai pusat kuliner, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan uji 14 sampling makanan di wisata Kembang Jepun Kya-Kya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan uji 14 sampling makanan di wisata Kembang Jepun Kya-Kya. Hasilnya, ditemukan satu makanan mengandung boraks.


"Yang dicari bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, pormalin b, pewarna tekstil. Tapi cuma ketemu satu, yakni yang mengandung boraks, dan itu sedikit aja dari 14 (sampling) dan dari temuan itu kita langsung bina (tenant yang memakai boraks pada makanan, red)," kata Kepala BPOM Surabaya Rustyawati, saat ditemui di Kya-Kya, Rabu (5/4/2023).

Rustyawati menerangkan, nantinya stand tenant Kya-Kya yang makanannya mengandung boraks itu akan dibina. Pembinaan inipun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya yang akan mencari kasus makanan dengan kandungan boraks itu sampai ke hulunya hungga tuntas.

"Nanti misal dia menggunakan bahan kimia tertentu, kami akan usut, sumbernya dari mana kami telusuri sampai ke hulu. Ini kan pedagang yang sudah di hilir jadi nanti kami telusuri sampai ke hulu," tegasnya.

Tak hanya di Kya-Kya, BPOM juga melakukan pengujian sample makanan di berbagai central-central takjil. Seperti di Masjid Al-Akbar hingga ke pasar-pasar.

"Tetap ada plus minus ya ada. Fluaktuatif juga gak bisa tuntas habis banyak faktor. Biar binaan kita lakukan terus menerus," ungkapnya.

Lebih lanjut Rustyawati menuturkan bahwa pihaknya berupaya dengan langkah memberikan edukasi tentang bahayanya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

"Edukasi berbagai sektor kepada masyarakat. Kami juga ada program, pinginnya eradikasi boraks, nanti kami cari pengganti boraks terus kami share ke pelaku usaha," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinkes telah melakukan secara rutin saat Ramadan dengan tes sampling makanana yang ada di Kya-Kya maupun central takjil lainnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ajak Pengusaha Jadikan Kawasan Pecinan Destinasi Wisata Kekinian

Salah satu contoh tenant kuliner di Kya-KyaSalah satu contoh tenant kuliner di Kya-Kya

"Tadi sudah diambil 14 sampling dan kalau ada ditemukan mengandung boraks atau tidak, nanti kita akan menelusuri dimana tempatnya dan kita akan bina agat tidak menggunakan bahan kimia," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pengunjung Wisata Kuliner Kya-Kya Surabaya Membludak, Omzet Pedagang Meledak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.