Selasa, 03 Feb 2026 14:12 WIB

Wow! Ada Makanan Mengandung Boraks di Kya-Kya Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 05 Apr 2023 20:35 WIB
Kepala BPOM Surabaya, Rustyawati
Kepala BPOM Surabaya, Rustyawati

Selalu.id - Kya-Kya merupakan ikon kuliner malam Surabaya yang cukup digemari. Segala jenis makanan dan minuman juga hiburan mengisi sepanjang jalan Kembang Jepun tersebut.

Seturut difungsikannya kembali Kya-Kya sebagai pusat kuliner, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan uji 14 sampling makanan di wisata Kembang Jepun Kya-Kya. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya melakukan uji 14 sampling makanan di wisata Kembang Jepun Kya-Kya. Hasilnya, ditemukan satu makanan mengandung boraks.


"Yang dicari bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, pormalin b, pewarna tekstil. Tapi cuma ketemu satu, yakni yang mengandung boraks, dan itu sedikit aja dari 14 (sampling) dan dari temuan itu kita langsung bina (tenant yang memakai boraks pada makanan, red)," kata Kepala BPOM Surabaya Rustyawati, saat ditemui di Kya-Kya, Rabu (5/4/2023).

Rustyawati menerangkan, nantinya stand tenant Kya-Kya yang makanannya mengandung boraks itu akan dibina. Pembinaan inipun bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya yang akan mencari kasus makanan dengan kandungan boraks itu sampai ke hulunya hungga tuntas.

"Nanti misal dia menggunakan bahan kimia tertentu, kami akan usut, sumbernya dari mana kami telusuri sampai ke hulu. Ini kan pedagang yang sudah di hilir jadi nanti kami telusuri sampai ke hulu," tegasnya.

Tak hanya di Kya-Kya, BPOM juga melakukan pengujian sample makanan di berbagai central-central takjil. Seperti di Masjid Al-Akbar hingga ke pasar-pasar.

"Tetap ada plus minus ya ada. Fluaktuatif juga gak bisa tuntas habis banyak faktor. Biar binaan kita lakukan terus menerus," ungkapnya.

Lebih lanjut Rustyawati menuturkan bahwa pihaknya berupaya dengan langkah memberikan edukasi tentang bahayanya makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya.

"Edukasi berbagai sektor kepada masyarakat. Kami juga ada program, pinginnya eradikasi boraks, nanti kami cari pengganti boraks terus kami share ke pelaku usaha," ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menambahkan bahwa Pemkot Surabaya melalui Dinkes telah melakukan secara rutin saat Ramadan dengan tes sampling makanana yang ada di Kya-Kya maupun central takjil lainnya.

Baca Juga: Wali Kota Eri Ajak Pengusaha Jadikan Kawasan Pecinan Destinasi Wisata Kekinian

Salah satu contoh tenant kuliner di Kya-KyaSalah satu contoh tenant kuliner di Kya-Kya

"Tadi sudah diambil 14 sampling dan kalau ada ditemukan mengandung boraks atau tidak, nanti kita akan menelusuri dimana tempatnya dan kita akan bina agat tidak menggunakan bahan kimia," pungkasnya. (Ade/Adg)

Baca Juga: Pengunjung Wisata Kuliner Kya-Kya Surabaya Membludak, Omzet Pedagang Meledak

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.