Kamis, 03 Sep 2026 15:29 WIB

Pengunjung Wisata Kuliner Kya-Kya Surabaya Membludak, Omzet Pedagang Meledak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Sep 2022 01:52 WIB
Suasana di wisata kuliner Kya-Kya Surabaya
Suasana di wisata kuliner Kya-Kya Surabaya

selalu.id - Ribuan Pengunjung serbu Wisata Kuliner Kya-Kya yang dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada, Sabtu (10/9/2022) petang.

Masyarakat diajak bernostalgia kembali nostalgia mengingat Kya-Kya yang bernuansa Pecinan dibuka pertama pada tahun 2003 silam.

Baca Juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026

Lili salah satu warga Kedungdoro mengatakan, saat mengunjungi wisata Kya-Kya, dirinya mengingat masa kecilnya yang sering datang bersama neneknya di Kya- Kya.

"Nostalgia kayak dulu tahun 2003. Semoga bisa menjadi tempat hiburan baru bagi warga Surabaya. Senang sekali," ungkap Lili.

Hal yang sama juga dirasakan, Edo warga Kenjeran yang bernostalgia mengingat wisata yang dulu sering dikunjungi saat masih kecil.

Menururnya, kawasan Kembang Jepun lebih menarik dengan adanya Kya-Kya beserta ornamen dan hiburannya.

"Menurut saya bagus Kya-Kya, kemarin sepi sekarang bisa ramai lagi nostalgia lagi. Mural dan ornamen bagus, kreatif bisa menarik wisatawan. Senang sekali kesini,"jelasnya.

Ramainya pengunjung, membawah berkah tersendiri bagi UMKM yang berjualan, dagangannya laris manis diserbu.

Umi, pemilik UMKM Ayam Dower mengaku dirinya menjual 75 porsi ayam dower dan langsung ludes selama 1 jam.

Baca Juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving

"Karna ludes semuanya, akhirnya saya ganti jualan es teh murah Rp 5 ribu, ternyata ramai yang membeli 200 gelas sudah terjual,"ungkapnya.

Umi memberikan masukan, bahwa suasana UMKM di Wisata kya-kya tersebut masih kurang penerangan.

"Sarannya saya minta tolong dibantu, dikasih tenda. Yang makan minum dikasih tempat yang layak di belakang. Dikasih lampu biar bagus, jadi kalau hujan jualan bisa minggir,"jelasnya.

Hal yang sama juga dialami Henika yang mengaku dagangannya ludes hanya dalam 2 jam saja.

"Jual kopi rempah, maryam dan kebab. Kebetulan bawa sedikit. Saya kira bakal sepi karena banyak UMKM bermerk. Tapi ternyata habis 2 jam," tuturnya.

Baca Juga: Potret Aksi 'Agustus Kelam' di Surabaya, Serukan Perlindungan hingga DBH Migas Madura

Agus pun memberi saran kepada Pemerintah Kota agar setiap stand diberi tenda untuk pengunjung dan memperbanyak UMKM lokal .

"Lebih diperbanyak UMKM kecil agar tidak terkesan nempel ke UMKM besar yang punya nama i,"pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, wisata kya-kya diharapkan tidak pernah mati suri lagi. Sehingga, warga Surabaya bisa menikmati kuliner peranakan tidak hanya di mall. Namun, lebih komplit di wisata kuliner Kya-Kya.

"Menunya masakan China. Ada jajan pasar disini ada makanan Surabaya tapi ada berbau Chinaa juga,"pungkas Eri, usai meresmikan Wisata Kya-Kya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto

Keduanya menjadi korban aksi tidak senonoh atau pelecehan seksual di kawasan Jurang Gongso, Desa Kesimantengah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Bupati Subandi Wanti-wanti Petugas Puskesmas Sidoarjo: Birokrat Sifatnya Melayani, Gak Boleh Emosi!

Bukan sekadar urusan medis, sikap para petugas hingga kelayakan fasilitas di Puskesmas dinilai sangat menentukan kualitas pengalaman berobat warga.

Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Hingga 28 Agustus 2026, dari total pagu anggaran mencapai Rp1,9 triliun, BPKAD baru merealisasikan anggaran sebesar Rp11 miliar.

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Selama masa uji coba, Dishub Surabaya tidak hanya memfokuskan pemantauan pada Jalan Basuki Rahmat, tetapi juga mengevaluasi kawasan sekitarnya secara berkala.