Senin, 19 Okt 2026 21:22 WIB

Pengunjung Wisata Kuliner Kya-Kya Surabaya Membludak, Omzet Pedagang Meledak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 11 Sep 2022 01:52 WIB
Suasana di wisata kuliner Kya-Kya Surabaya
Suasana di wisata kuliner Kya-Kya Surabaya

selalu.id - Ribuan Pengunjung serbu Wisata Kuliner Kya-Kya yang dibuka oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi pada, Sabtu (10/9/2022) petang.

Masyarakat diajak bernostalgia kembali nostalgia mengingat Kya-Kya yang bernuansa Pecinan dibuka pertama pada tahun 2003 silam.

Baca Juga: Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Wali Kota Eri Bilang Gini

Lili salah satu warga Kedungdoro mengatakan, saat mengunjungi wisata Kya-Kya, dirinya mengingat masa kecilnya yang sering datang bersama neneknya di Kya- Kya.

"Nostalgia kayak dulu tahun 2003. Semoga bisa menjadi tempat hiburan baru bagi warga Surabaya. Senang sekali," ungkap Lili.

Hal yang sama juga dirasakan, Edo warga Kenjeran yang bernostalgia mengingat wisata yang dulu sering dikunjungi saat masih kecil.

Menururnya, kawasan Kembang Jepun lebih menarik dengan adanya Kya-Kya beserta ornamen dan hiburannya.

"Menurut saya bagus Kya-Kya, kemarin sepi sekarang bisa ramai lagi nostalgia lagi. Mural dan ornamen bagus, kreatif bisa menarik wisatawan. Senang sekali kesini,"jelasnya.

Ramainya pengunjung, membawah berkah tersendiri bagi UMKM yang berjualan, dagangannya laris manis diserbu.

Umi, pemilik UMKM Ayam Dower mengaku dirinya menjual 75 porsi ayam dower dan langsung ludes selama 1 jam.

Baca Juga: Perda Air Limbah Disetujui, Fraksi Gerindra Minta Tarif Sanitasi Adil

"Karna ludes semuanya, akhirnya saya ganti jualan es teh murah Rp 5 ribu, ternyata ramai yang membeli 200 gelas sudah terjual,"ungkapnya.

Umi memberikan masukan, bahwa suasana UMKM di Wisata kya-kya tersebut masih kurang penerangan.

"Sarannya saya minta tolong dibantu, dikasih tenda. Yang makan minum dikasih tempat yang layak di belakang. Dikasih lampu biar bagus, jadi kalau hujan jualan bisa minggir,"jelasnya.

Hal yang sama juga dialami Henika yang mengaku dagangannya ludes hanya dalam 2 jam saja.

"Jual kopi rempah, maryam dan kebab. Kebetulan bawa sedikit. Saya kira bakal sepi karena banyak UMKM bermerk. Tapi ternyata habis 2 jam," tuturnya.

Baca Juga: Kasus Anak Down Syndrome Tewas di Surabaya, Polisi Tunggu Hasil Toksikologi

Agus pun memberi saran kepada Pemerintah Kota agar setiap stand diberi tenda untuk pengunjung dan memperbanyak UMKM lokal .

"Lebih diperbanyak UMKM kecil agar tidak terkesan nempel ke UMKM besar yang punya nama i,"pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, wisata kya-kya diharapkan tidak pernah mati suri lagi. Sehingga, warga Surabaya bisa menikmati kuliner peranakan tidak hanya di mall. Namun, lebih komplit di wisata kuliner Kya-Kya.

"Menunya masakan China. Ada jajan pasar disini ada makanan Surabaya tapi ada berbau Chinaa juga,"pungkas Eri, usai meresmikan Wisata Kya-Kya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Krisis Air Bersih dan Gagal Panen Mengancam Indonesia, Ini Peringatan BMKG

Tren ini memperparah penyusutan curah hujan tahunan hingga 2–3 persen per dekade, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa, disertai kenaikan muka air laut.

Kapolri Ungkap Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Karhutla, Bidik Tersangka Baru

Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa penegakan hukum kasus karhutla tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, melainkan juga menyasar korporasi asing.

Korban Tewas dalam Kebakaran Bromo Kini jadi Lima Orang, Ini Identitasnya

Gugurnya Munawi menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sidak SPBU, Polres Probolinggo Tegaskan Stok BBM Aman dan Bantah Isu Panic Buying

Sejauh ini, sedikitnya 11 SPBU telah dipantau oleh tim gabungan, termasuk dari Satreskrim Polres Probolinggo, dan ditegaskan stok BBM aman.

SIER Unjuk Gigi di SPARK 2026 Malaysia, Buka Peluang Investasi Global ke Jawa Timur

Momen ini, SIER memboyong dua kawasan industri unggulannya, yakni kawasan SIER di Surabaya dan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) di Kabupaten Pasuruan.

Cerita Warga Jember Rasakan Manfaat Mobil Cinta, Pulang Berobat Tak Lagi Pikir Biaya

Zaini mengaku bersyukur karena keluarganya tidak harus memikirkan biaya transportasi, mulai dari proses mendapatkan pelayanan kesehatan hingga kembali ke rumah.