Sabtu, 06 Jun 2026 04:10 WIB

Genting! Penderita TBC Surabaya Tertinggi se Jatim, Situasinya Membahayakan Anak-anak

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 28 Mar 2023 14:50 WIB

Selalu.id - Penyakit Tuberculosis atau TBC merupakan salah satu penyakit yang angka kasusnya cukup banyak mengalami kenaikan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendeteksi ada 717.941 kasus pada 2022 secara nasional, artinya angka kasus ini melonjak naik lebih dari 60 persen dari tahun sebelumnya yang berada pada 443.235 kasus.

Jawa Timur pun menjadi provinsi penyumbang terbesar dengan total 81.753 kasus. Lebih lagi Surabaya menempati urutan pertama untuk kota-kota dengan kasus TBC terbanyak di Jatim. Untuk itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah meminta Pemkot Surabaya untuk serius menangani penyakit TBC tersebut.

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Khusnul menyebut berdasarkan data perkembangan kasus TBC di Surabaya, tercatat pada 2022 lalu ditemukan sebanyak 11.209 kasus. Sedangkan capaian kasus TBC ditemukan dan diobat sebanyak 8.218 kasus atau 73,31 persen.

Sementara pada 2023 ini, penemuan kasusnya telah sebanyak 11.863. Maka, hingga 20 Maret 2023, capaian kasus TBC yang ditemukan dan diobati sudah mencapai 1.691 kasus atau 14,25 persen.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

"Saya minta Dinas Kesehatan untuk serius menangani kasus TBC ini. Kegiatan skrining dan pengobatan TBC harus terus dilakukan secara optimal, untuk menemukan suspek dan kasus TBC secara dini, sehingga risiko penularan di masyarakat dapat dikendalikan," ujar Khusnul, Selasa (28/3/2023).

TBC ini, kata Khusnul, mudah menular dan bisa terjadi melalui droplet, yakni percikan lendir yang keluar dari saluran pernapasan. Seperti saat batuk, bersin, atau bahkan meludah di dekat orang lain.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

Jika TBC ini menular pada anak, lanjutnya, dampaknya sangat berbahaya. Gejala penyakit ini diantaranya, nafsu makan menurun, berat badan anak sulit naik, kelenjar getah bening disekitar leher dan ketiaknya membengkak, sering demam atau batuk terus-menerus lebih dari tiga minggu dan tidak sembuh setelah diobati.

"Anak merupakan salah satu kelompok masyarakat yang rentan tertular TBC, mengingat daya tahan tubuhnya masih sangat minim. Jika masyarakat mendapati anaknya, tetangganya atau keluarganya yang ada gejala TBC agar segera dibawa ke puskesmas, untuk mendapat pengobatan secepatnya," pungkasnya. (Ade/Adg)

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.

Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Polresta Sidoarjo menegaskan komitmen untuk melindungi perempuan dan anak. Setiap laporan yang masuk dipastikan akan ditangani secara profesional dan tuntas.

Motor Pegawai PSI Jatim di Surabaya Hilang Dicuri Maling

Celline menceritakan motor bernopol L 3961 ACJ miliknya itu hilang saat diparkir di depan halaman kantornya di Jalan Ngagel Jaya Utara, Gubeng, Surabaya.