Selasa, 03 Feb 2026 13:59 WIB

Putra Khofifah Keluar dari Demokrat, Pemimpin PDIP Duga Ada Ketidaknyamanan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Mar 2023 13:20 WIB

Selalu.id - Putra Gubernur Jawa Timur yakni Ali Manggali Parawansa telah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Demokrat Jawa Timur. Mundurnya Ali dikabarkan oleh Demokrat sendiri bahwa putra Khofifah ingin fokus dengan pendidikan.

Alih-alih disebut fokus pendidikan, usai keluar dari Demokrat Jatim, Ali tampak memberi kode bergabung dengan partai lain. Salah satunya partai berbentuk banteng hitam bermata merah dan bermoncong putih tersebut.

Bahkan, Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
Hasto Kristiyanto menyebut bahwa partainya mempunyai hubungan dekat dengan ibunda Ali yakni Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

"Jangankan putranya, dengan Bu Khofifah juga dekat," ungkap Hasto.

Hasto pun mengatakan selalu berhubungan baik dengan Khofifah meski berbeda dan pilihan politik. Namun, PDIP tetap bergandengan tangan. Hal itu merupakan strategi untuk pemilu pilihan Gubernur.

"Tapi kalau Bu Khofifah terpilih (pilihan politiknya, red) kita bergandengan tangan, kita dukung," ujar Hasto.

Menanggapi Putra Khofifah mundur dari Partai Demokrat, Hasto pun merespon baik keputusan Ali. Ia menilai pilihan Ali mengundurkan diri memang ada sesuatu yang tidak nyaman baginya.

"Nah itu bagus. Tandanya, dia memilih dengan keluar itu karena telah melihat ada suasana yang tidak nyaman. Berpolitikkan persoalan hati, kayak orang pacaran," jelasnya.

Peluangnya Ali bergabung dengan PDIP direspon baik juga oleh Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Budi Sulistyono alias Kanang. Kanang pun menyebut bahwa PDIP Jatim sangat siap menerima Putra Gubernur Khofifah itu  apabila berkeinginan bergabung dengan PDIP.

"Boleh, Ndak apa-apa kita siap menerima (Ali). Kita tampung," kata Kanang, kepada selalu.id.

Penilaiannya yang sama dengan Hasto, Kanang mengungkapkan bahwa keluarnya Ali dari Demokrat yakni ada sesuatu yang memang tidak sesuai dengan pilihannya.

"Berarti pilihan, ketika dia masuk ke Demokrat dia pasti ada kata pilihan yang salah. Kalau dia masuk ke PDIP berarti dia berkata iki loh pilihan ku sebenarnya. Kita siap gak ada masalah, partai (PDIP Jatim) kita terbuka," ucapnya.

Tak hanya dapat respon baik dari Pemimpin PDIP, belum lama ini Ali sendiri tampak terlihat akrab dengan salah satu kader muda PDI Perjuangan yakni Aryo Seno Bagaskoro. Keakrabannya itu terlihat saat keduanya bertemu di sebuah tempat kafe di Surabaya.

Seno pun membenarkan, jika belum lama ini dia dan Ali bertemu untuk nongkrong dan ngopi bareng. Tetapi, Seno memastikan bahwa pertemuannya itu itu tidak ada pembahasan politik sama sekali.

"Hanya pertemuan anak muda pada umumnya. Saya dan mas Ali sudah kenal lama, dan ingin ngopi bareng tapi susah sekali ketemunya. Selama ini komunikasinya hanya lewat media sosial saja," kata Seno, saat dikonfirmasi pada Rabu (15/3/2023) lalu.

Ketua Taruna Merah Putih (TMP) Surabaya sayap partai PDIP itu menceritakan saat bertemu dirinya dengan Ali, di sela-sela ngobrol, terungkap Ali waktu kecil ternyata ngefans sama Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Seokarnoputri.

Hal serupa juga dialami Seno, dimana waktu kecil juga sangat mengidolakan Megawati.

"Karena sama-sama mengidolakan Bu Mega itu, kami merasa klop. Saya juga bilang ke Mas Ali, kalau saya ngefans sama Bu Khofifah dan banyak belajar gaya kepemimpinannya Bu Khofifah," kata Seno.

Dalam ngopi bareng itu, kata Seno, juga ngobrol soal kolaborasi anak muda agar bisa berkarya untuk Surabaya dan Jawa Timur.

"Tapi diskusi itu lebih banyak ke candanya. Sama seperti anak muda lainnya kalau ngobrol," imbuh Seno.

Seno dan Ali, saat ini sama-sama menempuh kuliah di Universitas Airlangga (Unair) tapi beda fakultas. Seno kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP), sedangkan Ali di Fakultas Hukum.

"Mas Ali sekarang semester delapan dan sedang menyelesaikan skripsi. Kalau saya baru semester enam. Seharusnya, saya juga semester delapan sekarang, karena waktu lulus SMA tidak langsung kuliah, tapi sempat berhenti setahun. Kami juga ngobrol soal kuliah dengan Mas Ali," tutupnya.  (Ade/Adg)

Baca Juga: Kasus Korupsi Pokir DPRD Jatim, Hakim Minta KPK Panggil Gubernur Khofifah

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.