Pengamat Sebut Penundaan Pemilu 2024 Hanya Aksi Genit, Begini Penjelasannya
- Penulis : Ade Resty
- | Kamis, 09 Mar 2023 16:16 WIB
selalu.id - Penundaan Pemilu 2024 yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan Partai Prima terhadap KPU menjadi perbincangan hangat dan menuai pro kontra.
Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim Abdussalam menyebut penundaan pemilu 2024 hanyalah sebuah aksi 'genit' yang dimunculkan untuk memicu kegaduhan publik.
Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya
"Genit dalam artian memunculkan kegaduhan publik, kegenitan itu harus dikurangi beberapa kelompok," kata Surokhim, Kamis (9/3/2023).
Surokhim mengatakan, penundaan tersebut tidak tepat waktumya sehingga dapat membuat kegaduhan publik lantaran masa pelaksanaan pemilu 2024 kurang satu tahun lagi.
"Kalau tidak dihilangkan akan mengganggu kegiatan penyelanggaraan pemilu itu sendiri," ucap dia.
Menurutnya, penundaan pesta demokrasi di 2024 dikhawatirkannya mampu mengganggu pemikiran masyarakat. Bahkan, hal itu bisa memicu munculnya ketidakpercayaan publik yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.
"Saya kira itu yang harus dijaga, partisipasi, trust, keterbukaan. Kalau masyarakat ragu-ragu kan juga otomatis akan mempengaruhi partisipasi," ujarnya.
Baca Juga: Wawali Armuji Terpilih Jadi Ketua PDIP Surabaya, Ini Susunan Pengurusnya
Saat ditanya apakah pemilu bisa ditunda? Surokhim pun mengatakan bahwa memang pemilu bisa ditunda, tetapi seharusnya dibarengi munculnya kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penundaan atau faktor force majeure.
"Seperti bencana alam, atau situasi darurat dan alasan lainnya. Bahkan waktu pandemi dunia saja (pemilu) tetap digelar, tanpa terganggu," katanya.
Lebih lanjut Surokhim menjelaskan, alasan penundaan pemilu 2024 itu tidak ada unsur kuat.
Baca Juga: Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya
"Jadi menurut pendapat saya tidak perlu adanya penundaan pemilu. Mungkin hanya permainan orang-orang genit saja," ucapnya.
Surokhim menilai, saat ini masyarakat sudah memiliki pemikiran cerdas dalam menyikapi suatu kejadian.
"Negeri ini akan dijaga dengan logika-logika yang sehat. Insya Allah pemilu tidak akan ditunda," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi