Sabtu, 06 Jun 2026 04:01 WIB

Pengamat Sebut Penundaan Pemilu 2024 Hanya Aksi Genit, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Mar 2023 16:16 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu.id - Penundaan Pemilu 2024 yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan Partai Prima terhadap KPU menjadi perbincangan hangat dan menuai pro kontra.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim Abdussalam menyebut penundaan pemilu 2024 hanyalah sebuah aksi 'genit' yang dimunculkan untuk memicu kegaduhan publik.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Genit dalam artian memunculkan kegaduhan publik, kegenitan itu harus dikurangi beberapa kelompok," kata Surokhim, Kamis (9/3/2023).

Surokhim mengatakan, penundaan tersebut tidak tepat waktumya sehingga dapat membuat kegaduhan publik lantaran masa pelaksanaan pemilu 2024 kurang satu tahun lagi.

"Kalau tidak dihilangkan akan mengganggu kegiatan penyelanggaraan pemilu itu sendiri," ucap dia.

Menurutnya, penundaan pesta demokrasi di 2024 dikhawatirkannya mampu mengganggu pemikiran masyarakat. Bahkan, hal itu bisa memicu munculnya ketidakpercayaan publik yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.

"Saya kira itu yang harus dijaga, partisipasi, trust, keterbukaan. Kalau masyarakat ragu-ragu kan juga otomatis akan mempengaruhi partisipasi," ujarnya.

Baca Juga: Wawali Armuji Terpilih Jadi Ketua PDIP Surabaya, Ini Susunan Pengurusnya

Saat ditanya apakah pemilu bisa ditunda? Surokhim pun mengatakan bahwa memang pemilu bisa ditunda, tetapi seharusnya dibarengi munculnya kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penundaan atau faktor force majeure.

"Seperti bencana alam, atau situasi darurat dan alasan lainnya. Bahkan waktu pandemi dunia saja (pemilu) tetap digelar, tanpa terganggu," katanya.

Lebih lanjut Surokhim menjelaskan, alasan penundaan pemilu 2024 itu tidak ada unsur kuat.

Baca Juga: Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya

"Jadi menurut pendapat saya tidak perlu adanya penundaan pemilu. Mungkin hanya permainan orang-orang genit saja," ucapnya.

Surokhim menilai, saat ini masyarakat sudah memiliki pemikiran cerdas dalam menyikapi suatu kejadian.

"Negeri ini akan dijaga dengan logika-logika yang sehat. Insya Allah pemilu tidak akan ditunda," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

Penyidik saat ini terus mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan adanya tempat kejadian perkara lain maupun keterlibatan pelaku lain.

Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Kini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Kenjeran untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.

Update Jemaah Haji Jatim yang Sakit, Wafat hingga Pulang Selamat, Berikut Datanya

Hingga saat ini, sebanyak 38.316 orang masih berada di Arab Saudi dan menunggu jadwal kepulangan sesuai kloter masing-masing.

Momen Dramatis Tim Damkar saat Evakuasi Kambing Etawa Terperosok Sumur di Mojokerto

Supoyo menyebut sumur tersebut sudah tidak dipakai lagi. Petugas damkar memakai tali tampar, tali karmantel, serta anak tangga untuk proses evakuasi.