Rabu, 22 Jul 2026 09:17 WIB

Pengamat Sebut Penundaan Pemilu 2024 Hanya Aksi Genit, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Mar 2023 16:16 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu.id - Penundaan Pemilu 2024 yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan Partai Prima terhadap KPU menjadi perbincangan hangat dan menuai pro kontra.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim Abdussalam menyebut penundaan pemilu 2024 hanyalah sebuah aksi 'genit' yang dimunculkan untuk memicu kegaduhan publik.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Genit dalam artian memunculkan kegaduhan publik, kegenitan itu harus dikurangi beberapa kelompok," kata Surokhim, Kamis (9/3/2023).

Surokhim mengatakan, penundaan tersebut tidak tepat waktumya sehingga dapat membuat kegaduhan publik lantaran masa pelaksanaan pemilu 2024 kurang satu tahun lagi.

"Kalau tidak dihilangkan akan mengganggu kegiatan penyelanggaraan pemilu itu sendiri," ucap dia.

Menurutnya, penundaan pesta demokrasi di 2024 dikhawatirkannya mampu mengganggu pemikiran masyarakat. Bahkan, hal itu bisa memicu munculnya ketidakpercayaan publik yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.

"Saya kira itu yang harus dijaga, partisipasi, trust, keterbukaan. Kalau masyarakat ragu-ragu kan juga otomatis akan mempengaruhi partisipasi," ujarnya.

Baca Juga: Wawali Armuji Terpilih Jadi Ketua PDIP Surabaya, Ini Susunan Pengurusnya

Saat ditanya apakah pemilu bisa ditunda? Surokhim pun mengatakan bahwa memang pemilu bisa ditunda, tetapi seharusnya dibarengi munculnya kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penundaan atau faktor force majeure.

"Seperti bencana alam, atau situasi darurat dan alasan lainnya. Bahkan waktu pandemi dunia saja (pemilu) tetap digelar, tanpa terganggu," katanya.

Lebih lanjut Surokhim menjelaskan, alasan penundaan pemilu 2024 itu tidak ada unsur kuat.

Baca Juga: Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya

"Jadi menurut pendapat saya tidak perlu adanya penundaan pemilu. Mungkin hanya permainan orang-orang genit saja," ucapnya.

Surokhim menilai, saat ini masyarakat sudah memiliki pemikiran cerdas dalam menyikapi suatu kejadian.

"Negeri ini akan dijaga dengan logika-logika yang sehat. Insya Allah pemilu tidak akan ditunda," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.