Sabtu, 26 Sep 2026 22:29 WIB

Pengamat Sebut Penundaan Pemilu 2024 Hanya Aksi Genit, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Mar 2023 16:16 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu.id - Penundaan Pemilu 2024 yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan Partai Prima terhadap KPU menjadi perbincangan hangat dan menuai pro kontra.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim Abdussalam menyebut penundaan pemilu 2024 hanyalah sebuah aksi 'genit' yang dimunculkan untuk memicu kegaduhan publik.

Baca Juga: Iddah Politik, Semangat Kembali ke Akar dalam Muktamar ke-35 NU

"Genit dalam artian memunculkan kegaduhan publik, kegenitan itu harus dikurangi beberapa kelompok," kata Surokhim, Kamis (9/3/2023).

Surokhim mengatakan, penundaan tersebut tidak tepat waktumya sehingga dapat membuat kegaduhan publik lantaran masa pelaksanaan pemilu 2024 kurang satu tahun lagi.

"Kalau tidak dihilangkan akan mengganggu kegiatan penyelanggaraan pemilu itu sendiri," ucap dia.

Menurutnya, penundaan pesta demokrasi di 2024 dikhawatirkannya mampu mengganggu pemikiran masyarakat. Bahkan, hal itu bisa memicu munculnya ketidakpercayaan publik yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.

"Saya kira itu yang harus dijaga, partisipasi, trust, keterbukaan. Kalau masyarakat ragu-ragu kan juga otomatis akan mempengaruhi partisipasi," ujarnya.

Baca Juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029

Saat ditanya apakah pemilu bisa ditunda? Surokhim pun mengatakan bahwa memang pemilu bisa ditunda, tetapi seharusnya dibarengi munculnya kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penundaan atau faktor force majeure.

"Seperti bencana alam, atau situasi darurat dan alasan lainnya. Bahkan waktu pandemi dunia saja (pemilu) tetap digelar, tanpa terganggu," katanya.

Lebih lanjut Surokhim menjelaskan, alasan penundaan pemilu 2024 itu tidak ada unsur kuat.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Jadi menurut pendapat saya tidak perlu adanya penundaan pemilu. Mungkin hanya permainan orang-orang genit saja," ucapnya.

Surokhim menilai, saat ini masyarakat sudah memiliki pemikiran cerdas dalam menyikapi suatu kejadian.

"Negeri ini akan dijaga dengan logika-logika yang sehat. Insya Allah pemilu tidak akan ditunda," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Bupati Sidoarjo Tekankan Sinergi Kades BPD, Perencanaan Pembangunan 2027 Harus Dimulai Sekarang

Ia juga mengingatkan BPD bukan lawan, melainkan mitra kerja kades.

Festival Gamelan Kahuripan 2026, Siswa Sidoarjo Jadi Garda Pelestarian Karawitan

Pada 2025 di lokasi yang sama ada 23 kelompok. Kini 2026 mencapai 33 kelompok dari pelajar dan masyarakat umum.

Motor Adu Depan Mobil di Mojokerto, Satpam Berangkat Kerja Tewas

Akibat kecelakaan tersebut, korban langsung meningga dunia di lokasi kejadian.

Respons Cepat Dugaan Luberan Air Limbah, SIERLakukan Pengecekan dan Pembersihan Saluran

Direktur Operasi PT SIER, Yohanes Deddy Setiawan, mengatakan setiap informasi yang berkaitan dengan lingkungan menjadi perhatian serius.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Bupati Gowa jadi Tersangka Dugaan Korupsi Perizinan

Penyidik telah memeriksa sekitar 30 saksi dan empat ahli serta melakukan penggeledahan di empat lokasi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Judi Online 1 Triliun di Thailand

Proses penangkapan dilakukan bersama Divisi Hubungan Internasional Polri, Kepolisian Thailand, dan Imigrasi Thailand.