Selasa, 03 Feb 2026 14:33 WIB

Pengamat Sebut Penundaan Pemilu 2024 Hanya Aksi Genit, Begini Penjelasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 09 Mar 2023 16:16 WIB
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam
Pengamat politik asal Universitas Trunojoyo, Surokim Abdussalam

selalu.id - Penundaan Pemilu 2024 yang dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas gugatan Partai Prima terhadap KPU menjadi perbincangan hangat dan menuai pro kontra.

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokhim Abdussalam menyebut penundaan pemilu 2024 hanyalah sebuah aksi 'genit' yang dimunculkan untuk memicu kegaduhan publik.

Baca Juga: PDIP Tetapkan Tiga Arah Politik di 2026, Ini Penjabarannya

"Genit dalam artian memunculkan kegaduhan publik, kegenitan itu harus dikurangi beberapa kelompok," kata Surokhim, Kamis (9/3/2023).

Surokhim mengatakan, penundaan tersebut tidak tepat waktumya sehingga dapat membuat kegaduhan publik lantaran masa pelaksanaan pemilu 2024 kurang satu tahun lagi.

"Kalau tidak dihilangkan akan mengganggu kegiatan penyelanggaraan pemilu itu sendiri," ucap dia.

Menurutnya, penundaan pesta demokrasi di 2024 dikhawatirkannya mampu mengganggu pemikiran masyarakat. Bahkan, hal itu bisa memicu munculnya ketidakpercayaan publik yang berpotensi menurunkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.

"Saya kira itu yang harus dijaga, partisipasi, trust, keterbukaan. Kalau masyarakat ragu-ragu kan juga otomatis akan mempengaruhi partisipasi," ujarnya.

Baca Juga: Wawali Armuji Terpilih Jadi Ketua PDIP Surabaya, Ini Susunan Pengurusnya

Saat ditanya apakah pemilu bisa ditunda? Surokhim pun mengatakan bahwa memang pemilu bisa ditunda, tetapi seharusnya dibarengi munculnya kondisi yang memungkinkan pelaksanaan penundaan atau faktor force majeure.

"Seperti bencana alam, atau situasi darurat dan alasan lainnya. Bahkan waktu pandemi dunia saja (pemilu) tetap digelar, tanpa terganggu," katanya.

Lebih lanjut Surokhim menjelaskan, alasan penundaan pemilu 2024 itu tidak ada unsur kuat.

Baca Juga: Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya

"Jadi menurut pendapat saya tidak perlu adanya penundaan pemilu. Mungkin hanya permainan orang-orang genit saja," ucapnya.

Surokhim menilai, saat ini masyarakat sudah memiliki pemikiran cerdas dalam menyikapi suatu kejadian.

"Negeri ini akan dijaga dengan logika-logika yang sehat. Insya Allah pemilu tidak akan ditunda," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.

Pelindo Petikemas Luruskan Kabar Antrean Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak 

Widyaswendra mengatakan bahwa tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

Diduga Ada Penyimpangan Pengadaan Laptop untuk Pesantren, Tiga Unsur Jawa Timur Disorot

Aliansi Gempar menegaskan sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan Inspektorat Jatim, untuk segera ditindaklanjuti.

31 Ribu Kursi Tiket Kereta Lebaran 2026 di Daop 8 Surabaya Telah Terjual

Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring dibukanya masa pemesanan tiket secara bertahap.

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.