Minggu, 19 Jul 2026 20:41 WIB

Antara Elit Lama dan Gen Z, Ini Pandangan Pengamat Soal Calon Ketua Baru PDIP Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 21 Des 2025 10:44 WIB
Armuji dan Syaifuddin Zuhri Dua calon yang disebut kuat menduduki Ketua DPC PDIP Surabaya
Armuji dan Syaifuddin Zuhri Dua calon yang disebut kuat menduduki Ketua DPC PDIP Surabaya

selalu.id - Beredar dua nama kader disebut paling kuat dan realistis untuk dipilih sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya periode 2025–2030, yakni Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan Syaifuddin Zuhri yang akrab disapa Kaji Ipuk.

Nantinya, pengumuman Ketua DPC PDIP Surabaya menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kota Surabaya yang digelar Minggu, 22 Desember 2025, hari ini.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Pengamat politik dari Surabaya Survey Center (SSC) I Ikhsan Rosidi, menilai Keduanya memiliki basis politik, rekam jejak, serta legitimasi yang diakui kader PDIP Surabaya.

“Menjelang Konfercab, memang mengerucut dua nama yang banyak disebut layak bersaing, yakni Armuji dan Kaji Ipuk. Siapa yang terpilih nanti sepenuhnya ditentukan oleh pemilik hak suara di Konfercab PDIP Surabaya,” ujar Ikhsan, kepada selalu.id.

Menurut Ikhsan, jika berbicara soal popularitas dan nama besar di panggung politik Surabaya, Armuji berada di posisi unggul. Rekam jejak politiknya yang dimulai sejak era 1980-an hingga awal 1990-an menjadikannya figur senior yang lekat dengan sejarah dan kebesaran PDIP Surabaya.

“Hampir seluruh karier politik Armuji dihabiskan untuk membangun PDIP Surabaya, hingga mengantarkannya menjadi Wakil Wali Kota mendampingi Eri Cahyadi. Ini investasi politik yang sulit ditandingi kader mana pun,” jelasnya.

Tak hanya itu, Armuji juga dikenal aktif turun langsung ke masyarakat, terutama melalui kerja-kerja politik di tingkat akar rumput. Aktivitas tersebut dinilai memperkuat citranya sebagai figur yang dekat dengan warga dan responsif terhadap persoalan kota.

“Pengalaman, nama besar, dan kerja politik nyata menjadi nilai lebih Armuji untuk memimpin PDIP Surabaya,” tambah Ikhsan.

Namun, Ikhsan menegaskan bahwa Kaji Ipuk bukan tanpa peluang. Dalam konteks strategi PDIP Surabaya menghadapi Pemilu 2029, figur Kaji Ipuk dinilai memiliki relevansi tersendiri, terutama dalam menggarap pemilih generasi Z dan generasi Alpha yang akan mendominasi basis pemilih ke depan.

“Pemilu 2029 akan sangat ditentukan pemilih gen Z dan gen Aplha. Banyak pihak menilai Kaji Ipuk memiliki kans kuat di segmen ini, sehingga peluangnya tidak bisa dianggap kecil,” katanya.

Pandangan serupa disampaikan Pengamat Politik Universitas Airlangga, Fitrianto. Ia menilai Armuji sebagai kader senior memiliki kekuatan besar dari sisi pengalaman dan ketangguhan politik.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

“Armuji sudah kenyang makan asam garam dan teruji kualitasnya di PDIP. Itu menjadikannya figur yang sangat kuat di Surabaya,” ujar Fitrianto.

Sementara Kaji Ipuk, lanjut Fitrianto, hadir sebagai tokoh baru yang cukup menjanjikan dan memiliki basis kekuatan politik di Surabaya Barat.

“Kalau Kaji Ipuk memegang jabatan Ketua DPC, itu bisa menjadi penyegaran bagi PDIP Surabaya,” imbuhnya.

Analisis lebih komprehensif disampaikan Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni. Ia menilai persaingan Armuji dan Kaji Ipuk bukan sekadar duel figur, melainkan pertarungan arah dan strategi kaderisasi PDIP Surabaya.

“Persaingan ini mencerminkan pilihan strategis partai: antara stabilitas elit lama dan penguatan organisasi kader,” jelas Ken Bimo.

Menurutnya, keunggulan utama Armuji terletak pada pengalaman politik, penguasaan jaringan struktural partai, serta relasi kuat dengan birokrasi dan pemerintahan kota. Modal ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas partai dan efektivitas pemenangan dalam pilkada maupun pemilu mendatang.

Baca Juga: Banteng Kalcer Diluncurkan, Cara Baru PDIP Surabaya Dekati Gen Z

Namun, Armuji juga menghadapi tantangan sebagai representasi kader lama di tengah dominasi pemilih muda. “Citra elit senior bisa memunculkan persepsi kurang responsif terhadap isu kontemporer seperti digitalisasi kampanye dan isu perkotaan yang sensitif bagi generasi muda,” ujarnya.

Sebaliknya, Kaji Ipuk dinilai kuat sebagai operator partai dan figur kaderisasi akar rumput. Basisnya di PAC dan ranting menjadikannya representasi PDIP sebagai organisasi kader yang solid dan berkelanjutan.

“Kelemahannya ada pada visibilitas publik yang masih terbatas. Keberhasilan Kaji Ipuk sangat bergantung pada strategi komunikasi politik yang efektif,” kata Ken Bimo.

Ia menegaskan, pilihan Ketua DPC PDIP Surabaya akan berdampak strategis, tidak hanya di level lokal tetapi juga regional dan nasional.

“Surabaya kerap menjadi barometer PDIP di Jawa Timur. Pilihan DPP akan menjadi sinyal apakah partai menekankan efektivitas elektoral jangka pendek atau penguatan organisasi jangka panjang,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Hukum Pidana Tanpa Kasta: Menepis Hak Istimewa di Hadapan Hukum

Hukum tunduk pada pembuktian, bukan pada jabatan. Kewenangan negara pun dibatasi oleh UU, dan bukan oleh hierarki kekuasaan.

Bisnis Keterampilan Rajut dari Candipari, Perjalanan Ernawati Menembus Pasar Internasional

Meski telah menjangkau pasar internasional, Ernawati tetap mempertahankan prinsip yang sama sejak awal merintis usaha, yakni bekerja dengan sabar dan telaten.

Demi Tambahan Penghasilan, Perempuan Penjual Roti di Surabaya Kasus Narkoba Lagi

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sembilan paket sabu dengan berat total 96,884 gram serta 10 butir ekstasi seberat 4,274 gram.

Biaya Makam Rp5 Juta untuk Warga Baru Disetop, Pemkot Surabaya: Tak Boleh Dipaksa

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan iuran makam tidak boleh dijadikan syarat dalam pengurusan adminduk.

Nobar Final Piala Dunia 2026 di Mojokerto Bakal Digelar di GOR Seni Majapahit

Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa penyelenggaraan nobar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mojokerto menghadirkan ruang publik yang positif.

Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Langkah itu juga menjadi bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di kalangan atlet yang tengah dipersiapkan menghadapi Porprov Jatim 2027.