Selasa, 03 Feb 2026 10:14 WIB

Mufti Anam: Implementasi Empat Pilar Kebangsaan Jadi Modal Hadapi Tantangan Bangsa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Mar 2023 20:55 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, kembali mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan ke kehidupan sehari-hari.

"Dengan pesan-pesan yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, Insya Allah kita bisa selalu bersama-sama menghadapi berbagai tantangan bangsa," ujar Mufti saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan, belum lama ini, 21 Februari 2023.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

Acara diikuti oleh warga Pasuruan dari berbagai kelompok masyarakat, mulai komunitas perwakilan, majelis pengajian, santri, ormas keagamaan, dan kalangan anak muda.

Mufti Anam mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, bangsa Indonesia menghadapi beragam tantangan berat karena adanya pandemi. Berbagai sektor terdampak, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi.

Saat ini, imbuh mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut, Indonesia memang memasuki fase pemulihan ekonomi. Meski demikian, masih terdapat berbagai tantangan bangsa yang tidsk mudah.

"Maka diperlukan internalisasi empat pilar kebangsaan di setiap lini kehidupan bermasyarakat kita," ujar Mufti.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, jelas Mufti, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat tokoh kelahiran Sumatera itu menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

"Berbagai dinamika perkembangan zaman memang menggerus nilai-nilai kita sebagai manusia Indonesia. Untungnya kita punya modal penting yaitu empat pilar kebangsaan yang saya kira semakin relevan dan kita butuhkan di masa sulit seperti pandemi Covid-19," ujar Mufti Anam.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Mufti memaparkan, salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila, ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945.

"Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri," jelasnya.

Dari Pancasila, lanjut Mufti, kita bisa menggali nilai gotong royong yang bisa diimplementasikan dalam pemulihan ekonomi.

"Misalnya bagaimana kita bersama-sama membantu UMKM. Yang mampu, ayo beli produk UMKM dan produk dalam negeri. Itulah namanya gotong royong," jelasnya.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

Jika semua bersama-sama melaksanakan tindakan sederhana itu, papar Mufti, niscaya ekonomi rakyat akan berderap kencang.

"Sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dilakukan," ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.

"Meski berbeda agama, meski berbeda suku, kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju," ujarnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.