Minggu, 08 Nov 2026 06:09 WIB

Mufti Anam: Implementasi Empat Pilar Kebangsaan Jadi Modal Hadapi Tantangan Bangsa

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 07 Mar 2023 20:55 WIB
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan
Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan

selalu.id - Anggota MPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, kembali mengajak masyarakat untuk terus memahami dan menginternalisasi nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan ke kehidupan sehari-hari.

"Dengan pesan-pesan yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, Insya Allah kita bisa selalu bersama-sama menghadapi berbagai tantangan bangsa," ujar Mufti saat menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pasuruan, belum lama ini, 21 Februari 2023.

Baca Juga: Top 5 Berita: Polemik Pasar Tanjungsari hingga Penyadapan Presiden RI oleh Eks Kapolri

Acara diikuti oleh warga Pasuruan dari berbagai kelompok masyarakat, mulai komunitas perwakilan, majelis pengajian, santri, ormas keagamaan, dan kalangan anak muda.

Mufti Anam mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, bangsa Indonesia menghadapi beragam tantangan berat karena adanya pandemi. Berbagai sektor terdampak, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi.

Saat ini, imbuh mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur tersebut, Indonesia memang memasuki fase pemulihan ekonomi. Meski demikian, masih terdapat berbagai tantangan bangsa yang tidsk mudah.

"Maka diperlukan internalisasi empat pilar kebangsaan di setiap lini kehidupan bermasyarakat kita," ujar Mufti.

Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara tersebut, jelas Mufti, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Konsolidasi empat pilar ini pertama kali dilakukan oleh Almarhum Taufiq Kiemas saat tokoh kelahiran Sumatera itu menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 2009-2014.

"Berbagai dinamika perkembangan zaman memang menggerus nilai-nilai kita sebagai manusia Indonesia. Untungnya kita punya modal penting yaitu empat pilar kebangsaan yang saya kira semakin relevan dan kita butuhkan di masa sulit seperti pandemi Covid-19," ujar Mufti Anam.

Baca Juga: Sidak Satgas Pangan Polres Pasuruan Temukan Harga Cabai dan Daging Sapi Tinggi

Mufti memaparkan, salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila, ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Pancasila pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945.

"Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri," jelasnya.

Dari Pancasila, lanjut Mufti, kita bisa menggali nilai gotong royong yang bisa diimplementasikan dalam pemulihan ekonomi.

"Misalnya bagaimana kita bersama-sama membantu UMKM. Yang mampu, ayo beli produk UMKM dan produk dalam negeri. Itulah namanya gotong royong," jelasnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Pengemasan Ulang Beras SPHP di Pasuruan, Empat Orang Diamankan

Jika semua bersama-sama melaksanakan tindakan sederhana itu, papar Mufti, niscaya ekonomi rakyat akan berderap kencang.

"Sehingga pemulihan ekonomi bisa lebih cepat dilakukan," ujar mantan aktivis Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) tersebut.

Tak lupa, Mufti mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi kerukunan antar umat beragama.

"Meski berbeda agama, meski berbeda suku, kita berada dalam satu rumah besar: Indonesia tercinta. Kalau kita bertengkar karena beda agama, negara tidak akan bisa maju, daerah kita tidak akan bisa maju," ujarnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Dramatis! Gol Menit Akhir Ivan Mamut Bawa Persija Bungkam Persebaya 1-0 dan Rebut Puncak Klasemen

Gol dramatis Ivan Mamut di penghujung laga memastikan Macan Kemayoran merangkak naik ke puncak klasemen sementara.

Vasa Hotel Surabaya Siapkan Kejutan Liburan Akhir Tahun Lewat Maison des Merveilles

Rudyanto Effendi, mengungkapkan bahwa para tamu akan dimanjakan dengan berbagai menu tradisi klasik Natal yang sarat cita rasa.

Misteri Bunker Jepang di Nganjuk, Konon jadi Bekas Penjara Presiden Soeharto

​Selain itu, benteng ini juga disebut-sebut menjadi tempat penahanan para pejuang yang terlibat dalam pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar.

Lagi Heboh! Ahli Fisika Ramal Bumi Kiamat Pekan Depan, Begini Faktanya ​

​Topik ini sontak menarik perhatian publik, mengingat tidak ada satupun makhluk yang mengetahui pasti kapan dunia berakhir.

Aturan Baru Panti Pijat Mulai Desember 2026

Dengan aturan baru ini, panti pijat berkonsep terbuka resmi masuk dalam pengawasan ketat Kategori 3 dengan standar persyaratan yang jauh lebih mengikat.

Pemkot Surabaya Sabet Penghargaan Satya JKN Awards 2026

Capaian ini merupakan bukti nyata dari dedikasi, inovasi, serta kerja keras yang terbangun pada seluruh ekosistem pemerintahan dan ketenagakerjaan di Surabaya.