Sabtu, 13 Jun 2026 15:59 WIB

Ditipkan di Shelter Aman Pemkot Surabaya, Anak Ini Justru Dapat Kekerasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Mar 2023 11:25 WIB
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya

selalu.id - Kelompok pendamping anak dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengungkap terjadinya praktik penyiksaan terhadap anak yang dititipkan di shelter atau rumah aman yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.

Ketua Surabaya Children Crisis Center, Sulkhan Alif Fauzi mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan shelter yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Kesejahteraan Keluarga (DP3APPKB) Surabaya itu.

Baca Juga: Meski Sudah Naik ke Laporan Polisi, Kasus TPKS Si ML di Situbondo Masih Melambat 

"SCCC juga telah melaporkan temuan tersebut ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur dan ke Polrestabes Surabaya," kata Alif, melalui keterangan rilisnya yang diterima selalu.id, Kamis (2/3/2023).

Alif mengatakan laporan tersebut sudah ke Polrestabes Surabaya telah dibuat pada 1 Maret 2023 dengan tanda bukti lapor nomor TLB/B/238/III/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Sedangkan pengaduan ke LPA Jawa Timur telah diserahkan pada 2 Maret 2023.

Ia pun menceritakan kekerasan anak di shelter itu terungkap saat SCCC mendampingi korban yang berusia 17 tahun, yang merupakan anak yang berkonflik dengan hukum.

"Korban dilaporkan oleh sekolahnya di
Surabaya, atas tindak pidana pencurian.
Jumat, 24 Februari 2023. Anak tersebut telah ditangkap dan diamankan oleh Polsek Karangpilang, kota Surabaya," ujar Alif.

Kemudian, Sabtu 25 Februari 2023, Anak tersebut ditahan dan dititipkan di shelter anak atau rumah aman yang dikelola DP3APPKB Kota Surabaya.

Baca Juga: Kisah Pilu Si ML: Perempuan yang Minta Perlindungan Kerabat, Malah Disetubuhi Sampai Hamil

Di shelter itulah, korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan seorang oknum anggota Linmas yang bertugas.

Korban diduga dipaksa merayap di atas paving sehingga menyebabkan tangannya terluka. Jika korban tak menuruti perintah, oknum anggota Linmas itu mengancam korban dengan dipukul dan disetrum.

"Anak itu juga dipukul oleh oknum Linmas hingga wajahnya terluka," tutur Alif. Oknum Linmas itu juga mengoleskan balsem ke mata korban dengan dalih Ruqyah. Hal ini menyebabkan mata korban bengkak dan merah.

Baca Juga: Dua Anak di Sidoarjo Jadi Korban Persetubuhan Ayah Kandung hingga Salah Satunya Hamil

Terungkapnya tindak kekerasan di dalam shelter anak ini, dijelaskan Alif bermula setelah orangtua korban dan Polsek Karangpilang membawanya ke Bapas Medaeng untuk menjalani assesment, pada Selasa 28 Februari 2023.

"Anak ini juga mengaku bahwa kekerasan tersebut juga dialami oleh Anak-Anak yang baru masuk ke dalam shelter," ucap Alif.

Atas kejadian kekerasan di dalam shelter tersebut SCCC memohon adanya investigasi yang mendalam dan menyeluruh. "Kami juga memohon adanya tindakan tegas dan serius, baik secara hukum maupun administratif, atas tindakan oknum Linmas yang melakukan kekerasan teradap Anak," kata Alif. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Surabaya dipilih sebagai kota pertama pelaksanaan program karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah dan pengendalian pencemaran lingkungan.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.