Rabu, 12 Agu 2026 04:45 WIB

Ditipkan di Shelter Aman Pemkot Surabaya, Anak Ini Justru Dapat Kekerasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Mar 2023 11:25 WIB
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya

selalu.id - Kelompok pendamping anak dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengungkap terjadinya praktik penyiksaan terhadap anak yang dititipkan di shelter atau rumah aman yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.

Ketua Surabaya Children Crisis Center, Sulkhan Alif Fauzi mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan shelter yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Kesejahteraan Keluarga (DP3APPKB) Surabaya itu.

Baca Juga: Dituding Menyuruh Perempuan Aborsi, Mantan Cak Ning Surabaya Sekaligus Runner-up Raka Raki jadi Sorotan

"SCCC juga telah melaporkan temuan tersebut ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur dan ke Polrestabes Surabaya," kata Alif, melalui keterangan rilisnya yang diterima selalu.id, Kamis (2/3/2023).

Alif mengatakan laporan tersebut sudah ke Polrestabes Surabaya telah dibuat pada 1 Maret 2023 dengan tanda bukti lapor nomor TLB/B/238/III/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Sedangkan pengaduan ke LPA Jawa Timur telah diserahkan pada 2 Maret 2023.

Ia pun menceritakan kekerasan anak di shelter itu terungkap saat SCCC mendampingi korban yang berusia 17 tahun, yang merupakan anak yang berkonflik dengan hukum.

"Korban dilaporkan oleh sekolahnya di
Surabaya, atas tindak pidana pencurian.
Jumat, 24 Februari 2023. Anak tersebut telah ditangkap dan diamankan oleh Polsek Karangpilang, kota Surabaya," ujar Alif.

Kemudian, Sabtu 25 Februari 2023, Anak tersebut ditahan dan dititipkan di shelter anak atau rumah aman yang dikelola DP3APPKB Kota Surabaya.

Baca Juga: Komitmen Pemkot Surabaya Beri Hak Pendidikan hingga Kesehatan Korban Kekerasan Seksual

Di shelter itulah, korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan seorang oknum anggota Linmas yang bertugas.

Korban diduga dipaksa merayap di atas paving sehingga menyebabkan tangannya terluka. Jika korban tak menuruti perintah, oknum anggota Linmas itu mengancam korban dengan dipukul dan disetrum.

"Anak itu juga dipukul oleh oknum Linmas hingga wajahnya terluka," tutur Alif. Oknum Linmas itu juga mengoleskan balsem ke mata korban dengan dalih Ruqyah. Hal ini menyebabkan mata korban bengkak dan merah.

Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Hukuman Berat pada Ayah di Surabaya yang Hamili Anaknya

Terungkapnya tindak kekerasan di dalam shelter anak ini, dijelaskan Alif bermula setelah orangtua korban dan Polsek Karangpilang membawanya ke Bapas Medaeng untuk menjalani assesment, pada Selasa 28 Februari 2023.

"Anak ini juga mengaku bahwa kekerasan tersebut juga dialami oleh Anak-Anak yang baru masuk ke dalam shelter," ucap Alif.

Atas kejadian kekerasan di dalam shelter tersebut SCCC memohon adanya investigasi yang mendalam dan menyeluruh. "Kami juga memohon adanya tindakan tegas dan serius, baik secara hukum maupun administratif, atas tindakan oknum Linmas yang melakukan kekerasan teradap Anak," kata Alif. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polisi Buru Pelaku Pembakar dan Perusak Mobil Patroli dalam Bentrokan di Pasuruan

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan terus bergerak mengumpulkan alat bukti guna mengidentifikasi seluruh oknum yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

Bentrok Oknum Suporter dengan Warga di Pasuruan, 3 Mobil Polisi Dirusak dan Dibakar

Saat ini, Satreskrim Polres Pasuruan masih melakukan penyelidikan secara intensif dengan mengumpulkan alat bukti dan mengidentifikasi pihak yang terlibat.

Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya

Pansus Banjir DPRD Surabaya pun mendorong agar normalisasi saluran menjadi pekerjaan rutin yang wajib dianggarkan, minimal setiap tiga tahun.

Konsisten Bangun Citra Positif, SIER Raih Penghargaan Indonesia PR Award 2026

Ahmad Fahrudin mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas upaya SIER dalam membangun komunikasi dan reputasi perusahaan secara konsisten.

Jember Pecahkan Dua Rekor MURI dalam Peringatan HAN 2026

Capaian tersebut sekaligus mempertegas komitmen Jember dalam membangun ruang kegiatan yang inklusif, dengan memberikan kesempatan yang sama kepada anak-anak.

Ini Ciri-ciri Pria Misterius yang Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan Suramadu

Polisi mengimbau kepada masyarakat apabila mengenali korban, bisa segera melapor ke pihak kepolisian.