Senin, 02 Feb 2026 21:09 WIB

Ditipkan di Shelter Aman Pemkot Surabaya, Anak Ini Justru Dapat Kekerasan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Mar 2023 11:25 WIB
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya
SCCC saat laporkan kekerasan anak di Shelter Aman Pemkot Surabaya

selalu.id - Kelompok pendamping anak dari Surabaya Children Crisis Center (SCCC) mengungkap terjadinya praktik penyiksaan terhadap anak yang dititipkan di shelter atau rumah aman yang dikelola oleh Pemkot Surabaya.

Ketua Surabaya Children Crisis Center, Sulkhan Alif Fauzi mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan shelter yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Kesejahteraan Keluarga (DP3APPKB) Surabaya itu.

Baca Juga: Pasca Mediasi Gagal, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Sukomanunggal Masuk Penyidikan

"SCCC juga telah melaporkan temuan tersebut ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur dan ke Polrestabes Surabaya," kata Alif, melalui keterangan rilisnya yang diterima selalu.id, Kamis (2/3/2023).

Alif mengatakan laporan tersebut sudah ke Polrestabes Surabaya telah dibuat pada 1 Maret 2023 dengan tanda bukti lapor nomor TLB/B/238/III/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Sedangkan pengaduan ke LPA Jawa Timur telah diserahkan pada 2 Maret 2023.

Ia pun menceritakan kekerasan anak di shelter itu terungkap saat SCCC mendampingi korban yang berusia 17 tahun, yang merupakan anak yang berkonflik dengan hukum.

"Korban dilaporkan oleh sekolahnya di
Surabaya, atas tindak pidana pencurian.
Jumat, 24 Februari 2023. Anak tersebut telah ditangkap dan diamankan oleh Polsek Karangpilang, kota Surabaya," ujar Alif.

Kemudian, Sabtu 25 Februari 2023, Anak tersebut ditahan dan dititipkan di shelter anak atau rumah aman yang dikelola DP3APPKB Kota Surabaya.

Baca Juga: Kasus Pencabulan di Panti Asuhan Surabaya, Pemilik Ditetapkan Tersangka

Di shelter itulah, korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan seorang oknum anggota Linmas yang bertugas.

Korban diduga dipaksa merayap di atas paving sehingga menyebabkan tangannya terluka. Jika korban tak menuruti perintah, oknum anggota Linmas itu mengancam korban dengan dipukul dan disetrum.

"Anak itu juga dipukul oleh oknum Linmas hingga wajahnya terluka," tutur Alif. Oknum Linmas itu juga mengoleskan balsem ke mata korban dengan dalih Ruqyah. Hal ini menyebabkan mata korban bengkak dan merah.

Baca Juga: Mensos Risma Relokasi Keluarga Korban Pelecehan Ayah Tiri di Surabaya

Terungkapnya tindak kekerasan di dalam shelter anak ini, dijelaskan Alif bermula setelah orangtua korban dan Polsek Karangpilang membawanya ke Bapas Medaeng untuk menjalani assesment, pada Selasa 28 Februari 2023.

"Anak ini juga mengaku bahwa kekerasan tersebut juga dialami oleh Anak-Anak yang baru masuk ke dalam shelter," ucap Alif.

Atas kejadian kekerasan di dalam shelter tersebut SCCC memohon adanya investigasi yang mendalam dan menyeluruh. "Kami juga memohon adanya tindakan tegas dan serius, baik secara hukum maupun administratif, atas tindakan oknum Linmas yang melakukan kekerasan teradap Anak," kata Alif. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.