Jumat, 23 Okt 2026 18:52 WIB

Wali Kota Eri Sebut Masalah Banjir Bukan Hanya Tugas Pemkot Saja

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 27 Feb 2023 12:11 WIB
Wali Kota Surabaya - Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya - Eri Cahyadi

selalu.id - Masalah banjir, bukan hanya masalah Pemerintah Kota, melainkan tugas bersama warga Surabaya. Itu yang ditekankan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada Senin (27/2/2023).

Eri meminta kepada seluruh warga untuk saling menjaga kampungnya dan bergotong royong ketika terjadi permasalahan sosial, mulai dari banjir, jalan rusak, kemiskinan, dan sebagainya.

Baca Juga: Parah! Gerobak Sampah Dicuri di Surabaya, Pelaku Terekam CCTV

“Saya berharap kepada warga Suroboyo, camat, dan lurah, kalau kampungnya banjir, setiap rumah itu punya kewajiban bikin saluran 60 sentimeter. Tapi yang ada saat ini ada yang kurang dari 60 senti, kemudian banjir, minta pemkot untuk bantu bangun, ya nggak mengedukasi itu,” kata Wali Kota Eri.

Eri melanjutkan, jika masih ada saluran di perkampungan itu lebarnya 10-20 sentimeter, maka bisa dibongkar bersama, kemudian pemkot bisa membantu membangun saluran baru menjadi 60 sentimeter.

“Duitnya dari mana? Ya tidak semua dari APBD,. Nanti mungkin bisa 30 persen dari warga, 70 persennya dari kita. Dengan cara itu, maka warga akan saling memiliki dan menjaga lingkungannya,” ujarnya.

Baca Juga: Hilangkan Stigma Kampung Narkoba, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Bagi Warga Jalan Kunti 

Pemkot setiap membangun rumah di Surabaya ditekankan untuk membuat saluran pembuangan air minimal 30-60 sentimeter.

Menurut Eri, di Surabaya ada 60 persen rumah yang salurannya kurang dari 60 sentimeter. Rata-rata berada di kawasan rumah padat penduduk.

“Kalau dirobohkan ya nggak mungkin, karena sudah puluhan tahun di situ. Contohnya seperti di kawasan Petemon, satu-satunya jalan ya dibuatkan saluran di tengah jalan,” ungkapnya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Lebih lanjut Eri juga menerangkan tak hanya perkara saluran, soal akses jalan perkampungan apabila ada yang rusak bisa melaporkan kepada pemkot dalam waktu 1x24 jam.

Warga Surabaya bisa melapor lewat Wargaku, atau Whatsapp grup (WAG) Forum Komunikasi yang di dalamnya terdapat RT, RW, camat, lurah, wali kota, dan kepala dinas. (Ade/SL1)

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.

Korban Tewas dalam Karhutla Bromo Bertambah, Kini jadi 6 Orang

Gugurnya Suraji menambah daftar panjang pahlawan pemadam karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). 

Mahasiswa yang Bawa Brass Knuckle saat Demo di Surabaya Ditetapkan Tersangka

Saat ini, polisi masih mendalami tujuh orang yang diperiksa intensif. Sementara tiga lainnya sudah dipulangkan.

Gandeng PMI dan Unair, Yayasan Amway Peduli Edukasi Pentingnya Gut Health

Menjaga kondisi tubuh membutuhkan pendekatan menyeluruh melalui pola makan seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup.

Operasi Patuh Semeru 2026 Dua Pekan Kedepan, ETLE Tetap Berjalan Tilang Manual Berlaku Awal November

Tilang manual akan difokuskan pada pelanggaran kasat mata, antara lain pengendara yang melawan arus, menggunakan knalpot brong.