Senin, 02 Feb 2026 19:45 WIB

Anak Pengepul Rongsokan Tetangga Gubernur Khofifah ini Ingin Masuk FK Unair

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 06 Feb 2023 10:18 WIB
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A H Thony saat mengunjungi rumah Achmad
Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A H Thony saat mengunjungi rumah Achmad

selalu.id - Fandi Achmad Ramadhan (17) anak pengepul rongsokan di Surabaya ini semangat mengejar cita-citanya untuk memiliki prestasi tinggi dan memperoleh beasiswa di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair).

Hal itu diceritakan oleh orang tuanya, Achmad Mustanili (44 tahun), yang sehari seharinya berprofesi sebagai pengepul rongsokan. Ahmad, sangat tersentuh dengan keinginan anaknya untuk mengejar cita-citanya. Namun, apalah daya dengan kondisi keluarganya keterbatasan dan ekonomi tak mumpuni. Ia ragu untuk memenuhi keinginan anaknya.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Cita-citanya minta sekolah Kedokteran Unair, menurut sampeyan? apa mungkin anak tukang rongsokan (orang tua seperti saya) dapat sekolahin (anak) di Unair yang katanya mahal dan terkenal. Anak saya program akselerasi SMA 12, dan menang olimpiade sains,"ungkap Achmad, berlinang ari mata saat menceritakan keinginan anaknya, kepada Selalu.id, Senin (7/2/2023).

Anaknya, Fandi yang saat ini duduk di kelas 12 SMA Amanatul Ummah Surabaya itu ternyata pernah memilki prestasi mengikuti lomba Olimpiade Sains di tingkat nasional. Bahkan, internasional.

Achmad sangat terharu ketika anaknya mengikuti Olimpiade Sains tingkat nasional bisa masuk peringkat 5 besar. Ia bangga dan kaget saat mendengar anaknya dapat mencapai peringkat tersebut. Sebelumnya, Fandi pernah masuk 10 besar.

"Yang terbaru itu olimpiade tinggal nasional. Itu peringkat 5 besar. Bahkan, bilang sama saya sambil nangis, eman yah saya (kalau dapar juara) 2 sama dapat perunggu. Dia kejar itu untuk beasiswanya, biar dia gak membebani orang tua, untuk masuk sekolah meneruskan cita-citanya,"ujar Achmad.

Achmad mengaku pesimis anaknya bisa kuliah FK Unair lewat jalur beasiswa prestasi.

Demi mendapatkan beasiswa, Fandi melakukan apapun untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Salah satunya, saat ini Fandi sedang mengikuti sekolah (mondok). Ia juga berusaha menghapal Alquran, hingga yang sudah bisa dihafalkan 8-10 Juz Alquran.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Diketahui, Unair juga menyediakan golden ticket beasiswa calon mahasiswa prestasi yaitu salah satunya penghapal Alquran dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

"Saya sangat kaget dia meminta sekolah kedokteran Unair. Sekarang anaknya mondok kelas 3 SMA tahun ini lulus. Harapan saya sebagai orang tua mudah-mudahan cita-cita anak saya terkabulkan bisa sekolah, ambil jurusan kedoktean Unair,"terangnya.

Rumah Achmad yang sehari-harinya dijadikan usaha pengepul rongsokan ini berada di Jalan Jemur Sari 8 Surabaya. Ternyata, Achmad juga merupakan tetangga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang juga tinggal di kawasan tersebut.

Keluh kesah Achmad ini sampai ke telinga Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, A.H Thony yang sempat mengunjungi tempat tinggalnya. Thony mengatakan, melihat semangat dan prestasi Fandi untuk mengejar cita-citanya, Ia akan memperjuangkan hak Fandi untuk mendapatkan intervensi dan beasiswa pemkot Surabaya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

"Saya rasa Unair memiliki sebuah sens atas spirit-spirit anak seperti ini, saya rasa pak Rektor bisa memperhatikan harapan kita. Apalagi, dekat tetangga Gubernur Khofifah, beliau bisa menjelaskan secara apa adanya. Saya yakin beliau (Khofifah) kenal persis tetangganya ini. Bisa dengan mudah memfasilitasi kemauan si anak untuk bisa mencapai cita citanya,"ungkapnya.

A.H Tony juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dapat memberikan intervensi dan beasiswa kepada anak-anak yang berprestasi dan semangatnya seperti ini, dan berharap pula Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dapat melihat langsung warganya yang memiliki semangat tinggi untuk mencapai cita-cita.

"Umpama kita (Pemkot)memberikan intervensi berupa bantuan kemudahan atau pembiayaan. Saya rasa dengan sentuhan sedikit, maka anak ini bisa mencapai loncatan prestasi yang lebih jauh luar biasa. Ini saya pikir adalah jawaban kebutuhan kota untuk kemajuan kedepan,"tuturnya.

"Kita minta untuk pak Wali Kota Surabaya. Syukur-syukur melihat, rawuh lihat langsung. Biasanya kan beliau (Wali Kota Eri) melihat hal seperti ini tidak tanggung-tanggung bisa hadir langsung,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.