Rabu, 22 Jul 2026 06:28 WIB

Gerakan Hizbul Wathan, SD Muhammadiyah 11 Surabaya Ajak Siswanya Kunjungi Museum

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Feb 2023 09:43 WIB
Para siswa memperhatikan benda-benda koleksi museum perjuangan di Surabaya
Para siswa memperhatikan benda-benda koleksi museum perjuangan di Surabaya

selalu.id - Gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya atau yang dikenal dengan SD MuhlaS menggelar kegiatan Napak Tilas jenjang kelas IV.

Bertemakan 'Mengenal untuk Mencintai Sejarah' sebanyak 150 siswa SD MuhlaS kelas IV melakukan perjalanan ke 3 Museum di Surabaya yaitu Museum Pendidikan, Museum dr. Soetomo, dan Museum 10 November.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama

Endarwati Choiriyah, salah satu guru SD Muhammadiyah 11 mengatakan bahwa kegiatan napak tilas ini bertujuan agar para siswa memahami beratnya perjuangan para pahlawan yang pemberani dan juga ahli strategi. Ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme patriotisme pada siswa

"Di tiap museum para siswa masuk dipandu dengan tour guide yang disediakan, mereka dijelaskan secara detail berbagai peristiwa sejarah yang terjadi khususnya di Surabaya mulai dari awal kebangkitan gerakan pemuda, dilanjutkan perjuangan merebut kemerdekaan, hingga berbagai pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya peperangan 10 November 1945 di Surabaya antara arek Suroboyo melawan Inggris, Belanda, dan sekutunya," ujarnya.

Baca Juga: Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Para siswa kelas IV, lanjut Endarwati, begitu antusias menyimak pemutaran audio suara Bung Tomo yang berapi-api membakar semangat para pemuda. Tak ketinggalan juga bagaimana siswa laki laki yang dengan tegangnya memperhatikan kakak pemandu saat memegang senjata sisa perang tersebut lalu menarik pelatuk sehingga terdengar bunyi mengejutkan dari mekanik senapan Laras panjang ataupun dari senapan anti tank itu

Semangat anak-anak kelas 4 juga semakin membara setiap membalas perkataan "merdeka" dari kakak pemandu dengan pekikan "merdeka" yang lantang memenuhi ruangan.

Baca Juga: Laka Maut di Depan SMP Dharma Wanita Gedangan Sidoarjo, Dua Anak Tewas di Lokasi

Setelah berkeliling para siswa merapikan catatannya sambil menikmati makan siang yang dibagikan para guru lalu lanjut foto bersama dibawah Tugu Pahlawan yang kokoh di museum tersebut.

"Diharapkan dengan kegiatan Napak Tilas HW kelas IV SD MuhlaS, para siswa dapat melanjutkan perjuangan arek-arek Suroboyo, serta mewariskan tekad juang para pahlawan kita," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.