Senin, 02 Feb 2026 01:41 WIB

Gerakan Hizbul Wathan, SD Muhammadiyah 11 Surabaya Ajak Siswanya Kunjungi Museum

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 03 Feb 2023 09:43 WIB
Para siswa memperhatikan benda-benda koleksi museum perjuangan di Surabaya
Para siswa memperhatikan benda-benda koleksi museum perjuangan di Surabaya

selalu.id - Gerakan kepanduan Hizbul Wathan (HW) Sekolah Prestasi SD Muhammadiyah 11 Surabaya atau yang dikenal dengan SD MuhlaS menggelar kegiatan Napak Tilas jenjang kelas IV.

Bertemakan 'Mengenal untuk Mencintai Sejarah' sebanyak 150 siswa SD MuhlaS kelas IV melakukan perjalanan ke 3 Museum di Surabaya yaitu Museum Pendidikan, Museum dr. Soetomo, dan Museum 10 November.

Baca Juga: Dewan Pendidikan Jatim Usul Hapus Nilai Angka di Rapor SD

Endarwati Choiriyah, salah satu guru SD Muhammadiyah 11 mengatakan bahwa kegiatan napak tilas ini bertujuan agar para siswa memahami beratnya perjuangan para pahlawan yang pemberani dan juga ahli strategi. Ini untuk menumbuhkan rasa nasionalisme patriotisme pada siswa

"Di tiap museum para siswa masuk dipandu dengan tour guide yang disediakan, mereka dijelaskan secara detail berbagai peristiwa sejarah yang terjadi khususnya di Surabaya mulai dari awal kebangkitan gerakan pemuda, dilanjutkan perjuangan merebut kemerdekaan, hingga berbagai pertempuran dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya peperangan 10 November 1945 di Surabaya antara arek Suroboyo melawan Inggris, Belanda, dan sekutunya," ujarnya.

Baca Juga: Sekolah di Surabaya Wajib Tanpa HP, Pemkot Tetapkan Aturan Ketat Gawai

Para siswa kelas IV, lanjut Endarwati, begitu antusias menyimak pemutaran audio suara Bung Tomo yang berapi-api membakar semangat para pemuda. Tak ketinggalan juga bagaimana siswa laki laki yang dengan tegangnya memperhatikan kakak pemandu saat memegang senjata sisa perang tersebut lalu menarik pelatuk sehingga terdengar bunyi mengejutkan dari mekanik senapan Laras panjang ataupun dari senapan anti tank itu

Semangat anak-anak kelas 4 juga semakin membara setiap membalas perkataan "merdeka" dari kakak pemandu dengan pekikan "merdeka" yang lantang memenuhi ruangan.

Baca Juga: Soal Bullying di Sekolah, Program Curhat Sebaya Bakal jadi Solusi Dispendik Surabaya

Setelah berkeliling para siswa merapikan catatannya sambil menikmati makan siang yang dibagikan para guru lalu lanjut foto bersama dibawah Tugu Pahlawan yang kokoh di museum tersebut.

"Diharapkan dengan kegiatan Napak Tilas HW kelas IV SD MuhlaS, para siswa dapat melanjutkan perjuangan arek-arek Suroboyo, serta mewariskan tekad juang para pahlawan kita," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.