Selasa, 10 Feb 2026 12:26 WIB

Dewan Pendidikan Jatim Usul Hapus Nilai Angka di Rapor SD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Des 2025 17:50 WIB

selalu.id - Di tengah libur panjang sekolah, wacana penghapusan nilai angka dalam rapor Sekolah Dasar kembali mengemuka. Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Ali Yusa, menyatakan nilai angka di rapor SD sebaiknya dihentikan karena dinilai lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaat.

Menurut Ali Yusa, nilai kuantitatif di rapor SD selama ini lebih sering berfungsi sebagai alat pembanding antar siswa, antar sekolah, bahkan antar orang tua, bukan sebagai gambaran utuh perkembangan belajar anak.

Baca Juga: Siswa SD Dibully di Surabaya: Pelaku Diperiksa, Kasus Dilanjutkan ke Bapas

“Sekolah dasar bukan arena kompetisi, melainkan ruang tumbuh. Namun nilai kuantitatif telah memaksa anak masuk terlalu dini ke logika ranking, siapa pintar dan siapa tertinggal,” ujarnya kepada selalu.id, Jumat (26/12/2025).

Ia menilai perkembangan anak bersifat beragam dan tidak linier, sehingga tidak bisa direduksi menjadi angka yang kaku. Ali Yusa menyebut, penggunaan nilai angka juga menggeser orientasi belajar anak.

“Anak tidak lagi bertanya apa yang dipelajari, tetapi berapa nilai yang akan didapat. Dari sini, pendidikan kehilangan ruhnya. Belajar berubah menjadi transaksi, dan rasa ingin tahu perlahan mati,” katanya.

Ali Yusa menjelaskan bahwa proses belajar yang kompleks tidak bisa direpresentasikan oleh satu simbol angka. Menurutnya, nilai seperti 78 atau huruf A tidak menjelaskan apa yang benar-benar dipahami anak, bagaimana proses berpikirnya, serta potensi yang sedang berkembang.

“Angka itu sering disalahartikan sebagai kebenaran mutlak, padahal ia tidak menggambarkan keseluruhan proses belajar,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Suasana Hari Pertama Sekolah 30 Ribu Siswa SD di Surabaya

Ia juga menyinggung filosofi pendidikan yang menempatkan guru sebagai pendamping tumbuh kembang anak. Menurutnya, setiap anak memiliki irama perkembangan yang berbeda, sehingga sistem penilaian berbasis angka berpotensi meratakan keberagaman tersebut.

“Ketika rapor dipenuhi angka, anak yang tidak sesuai standar dianggap kurang, padahal bisa jadi ia hanya berkembang dengan cara yang berbeda,” katanya.

Lebih lanjut, Ali Yusa menyebut penilaian berbasis angka berisiko menimbulkan kecemasan, kompetisi dini, serta label psikologis yang bisa terbawa hingga dewasa.

Baca Juga: Keseruan Iriana Jokowi Main Permainan Tradisional Bersama Anak-Anak Surabaya

Ia menegaskan bahwa yang ditolak bukan penilaian, melainkan bentuk penilaian yang menyederhanakan proses belajar. Menurutnya, penilaian seharusnya disampaikan dalam bentuk narasi kualitatif yang personal dan mendalam.

“Catatan guru tentang cara anak berpikir, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, dan perkembangan emosional jauh lebih bermakna. Rapor seharusnya menjadi ruang dialog antara sekolah dan orang tua, bukan papan skor,” tegasnya.

Ali Yusa menilai penghapusan nilai angka di rapor SD dapat menjadi langkah awal untuk membangun proses pendidikan yang lebih berorientasi pada makna belajar dan perkembangan karakter anak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Seleksi Ketat Penerima Bantuan Rutilahu 2026, Berikut yang Jadi Prioritas

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, pengetatan kriteria dilakukan agar bantuan sosial benar-benar diterima warga yang paling membutuhkan.

Tolak Pergantian Pj Kades, Warga Patemon Jember Geruduk Kantor Camat Pakusari

Aksi tersebut dipicu lantaran mendengar akan adanya rencana pergantian Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon yang saat ini dijabat Siti Muslihatin.

Arif Fathoni Nilai Adies Kadir Layak Sebagai Hakim MK

Fathoni menilai Adies Kadir memiliki latar belakang yang kuat di bidang hukum dan tumbuh di lingkungan peradilan.

5.012 Anak Surabaya Lolos Administrasi Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Berikut Jadwal Tes dan Lokasinya

Peserta yang lolos akan melanjutkan tahap pemberkasan daring, termasuk pengisian rekening atas nama siswa penerima beasiswa.

Momen Haru Gus Yani Kawal Kepulangan 3 Anak PMI Gresik dari Kuala Lumpur

Bagi ketiga anak tersebut, ini bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan pertemuan pertama dengan kampung halaman.

Perayaan HPN 2026 di Polda Metro Jaya: Brigjen Dekananto: Pers Mitra Strategis Polri

Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Balai Wartawan Polri Polda Metro Jaya itu berlangsung penuh kehangatan.