Selasa, 03 Feb 2026 05:47 WIB

Dewan Pendidikan Jatim Usul Hapus Nilai Angka di Rapor SD

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 26 Des 2025 17:50 WIB

selalu.id - Di tengah libur panjang sekolah, wacana penghapusan nilai angka dalam rapor Sekolah Dasar kembali mengemuka. Anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur, Ali Yusa, menyatakan nilai angka di rapor SD sebaiknya dihentikan karena dinilai lebih banyak membawa dampak negatif dibandingkan manfaat.

Menurut Ali Yusa, nilai kuantitatif di rapor SD selama ini lebih sering berfungsi sebagai alat pembanding antar siswa, antar sekolah, bahkan antar orang tua, bukan sebagai gambaran utuh perkembangan belajar anak.

Baca Juga: Siswa SD Dibully di Surabaya: Pelaku Diperiksa, Kasus Dilanjutkan ke Bapas

“Sekolah dasar bukan arena kompetisi, melainkan ruang tumbuh. Namun nilai kuantitatif telah memaksa anak masuk terlalu dini ke logika ranking, siapa pintar dan siapa tertinggal,” ujarnya kepada selalu.id, Jumat (26/12/2025).

Ia menilai perkembangan anak bersifat beragam dan tidak linier, sehingga tidak bisa direduksi menjadi angka yang kaku. Ali Yusa menyebut, penggunaan nilai angka juga menggeser orientasi belajar anak.

“Anak tidak lagi bertanya apa yang dipelajari, tetapi berapa nilai yang akan didapat. Dari sini, pendidikan kehilangan ruhnya. Belajar berubah menjadi transaksi, dan rasa ingin tahu perlahan mati,” katanya.

Ali Yusa menjelaskan bahwa proses belajar yang kompleks tidak bisa direpresentasikan oleh satu simbol angka. Menurutnya, nilai seperti 78 atau huruf A tidak menjelaskan apa yang benar-benar dipahami anak, bagaimana proses berpikirnya, serta potensi yang sedang berkembang.

“Angka itu sering disalahartikan sebagai kebenaran mutlak, padahal ia tidak menggambarkan keseluruhan proses belajar,” ujarnya.

Baca Juga: Begini Suasana Hari Pertama Sekolah 30 Ribu Siswa SD di Surabaya

Ia juga menyinggung filosofi pendidikan yang menempatkan guru sebagai pendamping tumbuh kembang anak. Menurutnya, setiap anak memiliki irama perkembangan yang berbeda, sehingga sistem penilaian berbasis angka berpotensi meratakan keberagaman tersebut.

“Ketika rapor dipenuhi angka, anak yang tidak sesuai standar dianggap kurang, padahal bisa jadi ia hanya berkembang dengan cara yang berbeda,” katanya.

Lebih lanjut, Ali Yusa menyebut penilaian berbasis angka berisiko menimbulkan kecemasan, kompetisi dini, serta label psikologis yang bisa terbawa hingga dewasa.

Baca Juga: Keseruan Iriana Jokowi Main Permainan Tradisional Bersama Anak-Anak Surabaya

Ia menegaskan bahwa yang ditolak bukan penilaian, melainkan bentuk penilaian yang menyederhanakan proses belajar. Menurutnya, penilaian seharusnya disampaikan dalam bentuk narasi kualitatif yang personal dan mendalam.

“Catatan guru tentang cara anak berpikir, keberanian mencoba, kemampuan bekerja sama, dan perkembangan emosional jauh lebih bermakna. Rapor seharusnya menjadi ruang dialog antara sekolah dan orang tua, bukan papan skor,” tegasnya.

Ali Yusa menilai penghapusan nilai angka di rapor SD dapat menjadi langkah awal untuk membangun proses pendidikan yang lebih berorientasi pada makna belajar dan perkembangan karakter anak.

Editor : Ading
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.