Sabtu, 05 Sep 2026 21:34 WIB

Isak Tangis Wali Kota Eri Kenang Pesan Sang Ayah untuk Warga Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Jan 2023 15:57 WIB
Eri Cahyadi usai memakamkan ayahandanya
Eri Cahyadi usai memakamkan ayahandanya

selalu.id - Ayahanda Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, H Urip Suwono. tutup usia di usia 77 tahun pada Minggu (22/1/2023) dini hari. Kini Almarhum Urip telah dimakamkan di TPU Tembok Gede, Jalan Tembok Dukuh, Surabaya.

Usai pemakaman, Eri mengungkapkan, meminta maaf dan doanya seluruh masyarakat Surabaya. ia pun meminta dukungan dan koreksi kesalahan dirinya jika mengambil langkah yang salah.

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Mohon doanya, tolong koreksi saya, tolong bantu saya untuk mewujudkan langkah saya agar setiap langkah kebijakan saya bisa menerangi makam Abah (Ayah) saya. Mohon doanya,"ungkap Eri, kepada awak media.

Eri menceritakan, sang Ayah memang mempunyai riwayat penyakit jantung sejak 6 tahun terakhir. Ia mengingat kenangannya saat Umroh terakhir bareng Almarhum pada 2018 lalu. Kemudian mulai pandemi Covid-19, kondisi beliau mulai jatuh sakit.

"Jadi Abah ini meninggalnya di rumah. Karena beberapa bulan yang lalu diminta ke Rumah Sakit (RS). Tapi Umi (Ibu) saya tidak mau dibawa ke RS karena Umi inginnya, Abah selalu didampingi Umi,"ujarnya.

"Karena Umi dan Abah ini tidak pernah pisah sama sekali kalau salat tahajud, salat duha pasti berbarengan dan tidak pernah putus salat tahajud dan duhanya,"lanjutnya sembari menitikkan air mata.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

Sebab itu, orangtuanya tidak ingin ke RS agar bisa selalu salat dan ngaji bersama. Sehingga, Ibunya pun mengatakan, "wes talah nang omah wae, nek dijupuk Gusti Allah yo pasti gangsar (sudah di rumah saja, kalau diambil Gusti Allah pasti lancar)," kenangnya sembari membendung isak tangisnya.

Eri mengingat pesan Almarhum Ayahanda dan Ibunya saat dirinya maju pertama kali menjadi Wali Kota Surabaya. Saat itu, orang tuanya menyampaikan untuk tidak salah mengambil kebijakan untuk kebaikan Warga Surabaya.

"Ini menjadi pembelajaran betul buat saya untuk mengambil sebuah kebijakan ke depan yang mengontrol kaki tangan saya. Langkah saya untuk terus berlomba-lomba menuju kebaikan untuk menerangi makam dari orang tua saya, Abah saya," tuturnya.

Baca Juga: Marak Pemotongan Unggas Ilegal di Permukiman Padat Surabaya, DPRD Bilang Begini

Ia pun kembali meminta maaf dan doanya kepada seluruh Warga Surabaya, untuk Almarhum ayahanda.

"Kemarin jam 00.15 WIB beliau dipanggil Gusti Allah SWT, saya mohon doanya warga Surabaya agar abah saya diampuni dosanya, diterima segala amal ibadah, diberikan surga Jannah," (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

“Masih banyak ternyata anak-anak yang butuh sekolah karena biaya. Sementara ternyata desilnya di atas 5,” kata Imam.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.