Selasa, 03 Feb 2026 21:57 WIB

Isak Tangis Wali Kota Eri Kenang Pesan Sang Ayah untuk Warga Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 22 Jan 2023 15:57 WIB
Eri Cahyadi usai memakamkan ayahandanya
Eri Cahyadi usai memakamkan ayahandanya

selalu.id - Ayahanda Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, H Urip Suwono. tutup usia di usia 77 tahun pada Minggu (22/1/2023) dini hari. Kini Almarhum Urip telah dimakamkan di TPU Tembok Gede, Jalan Tembok Dukuh, Surabaya.

Usai pemakaman, Eri mengungkapkan, meminta maaf dan doanya seluruh masyarakat Surabaya. ia pun meminta dukungan dan koreksi kesalahan dirinya jika mengambil langkah yang salah.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Mohon doanya, tolong koreksi saya, tolong bantu saya untuk mewujudkan langkah saya agar setiap langkah kebijakan saya bisa menerangi makam Abah (Ayah) saya. Mohon doanya,"ungkap Eri, kepada awak media.

Eri menceritakan, sang Ayah memang mempunyai riwayat penyakit jantung sejak 6 tahun terakhir. Ia mengingat kenangannya saat Umroh terakhir bareng Almarhum pada 2018 lalu. Kemudian mulai pandemi Covid-19, kondisi beliau mulai jatuh sakit.

"Jadi Abah ini meninggalnya di rumah. Karena beberapa bulan yang lalu diminta ke Rumah Sakit (RS). Tapi Umi (Ibu) saya tidak mau dibawa ke RS karena Umi inginnya, Abah selalu didampingi Umi,"ujarnya.

"Karena Umi dan Abah ini tidak pernah pisah sama sekali kalau salat tahajud, salat duha pasti berbarengan dan tidak pernah putus salat tahajud dan duhanya,"lanjutnya sembari menitikkan air mata.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Sebab itu, orangtuanya tidak ingin ke RS agar bisa selalu salat dan ngaji bersama. Sehingga, Ibunya pun mengatakan, "wes talah nang omah wae, nek dijupuk Gusti Allah yo pasti gangsar (sudah di rumah saja, kalau diambil Gusti Allah pasti lancar)," kenangnya sembari membendung isak tangisnya.

Eri mengingat pesan Almarhum Ayahanda dan Ibunya saat dirinya maju pertama kali menjadi Wali Kota Surabaya. Saat itu, orang tuanya menyampaikan untuk tidak salah mengambil kebijakan untuk kebaikan Warga Surabaya.

"Ini menjadi pembelajaran betul buat saya untuk mengambil sebuah kebijakan ke depan yang mengontrol kaki tangan saya. Langkah saya untuk terus berlomba-lomba menuju kebaikan untuk menerangi makam dari orang tua saya, Abah saya," tuturnya.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

Ia pun kembali meminta maaf dan doanya kepada seluruh Warga Surabaya, untuk Almarhum ayahanda.

"Kemarin jam 00.15 WIB beliau dipanggil Gusti Allah SWT, saya mohon doanya warga Surabaya agar abah saya diampuni dosanya, diterima segala amal ibadah, diberikan surga Jannah," (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.