Selasa, 03 Feb 2026 11:44 WIB

Ini Alasan Wali Kota Eri Samakan Jabatan Sekda dan Kepala Dinas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Jan 2023 08:46 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa ada undang-undang (UU) terbaru ASN nomor 15 tahun 2014 bahwa tidak ada lagi jabatan tinggi yakni Pratama maupun Madya.

Eri menjelaskan yang ada di UU tersebut hanya ada jabatan tinggi Pratama, jabatan Administrator, dan jabatan Pengawas. Kemudian, di pemerintah kota (Pemkot) hanya ada satu yakni jabatan Eselon 2. Sehingga, jabatan Sekda maupun Kepala Dinas adalah sama.

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Saya bilang jabatan pratama saja, sehingga gak ada pemikiran bahwa Sekda Kota lebih tinggi, itu udah jaman dulu. Kecuali kalau di Provinsi, itu sekdanya Eselon 1. Beda kalau di Surabaya Eselon 2, sama seperti Kepala Dinas,"kata Eri, di ruang kerjanya, Rabu (18/1/2023).

Oleh sebab itu, Eri pun membuat kebijakan bahwa Sekda maupun pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Kepala Dinas, hanya dibatasi menjabat maksimal 3 tahun akan dirotasi kembali.

"Makanya Kepala Dinas dirotasi. Sekda itu bisa terus berputar dan tahu dia harus jadi Kepala Dinas lagi atau staf ahli itu sudah biasa. Jangan lebih dari 3 tahun, nanti tidak akan punya kemampuan. Kecuali dia memang dibutuhkan lagi dengan pertimbangan dari tenaga-tenaga ahli dan kajian dari kebutuhan Pemkot,"tegasnya.

Meskipun tiga tahun jabatan lingkungan Pemkot Surabaya dirotasi. Eri menerangkan, secara automatis setiap setahun sekali mereka harus di evaluasi terkait kontrak kerja atau output dan outcomennya.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

"Makanya saya berharap perputaran di Pemkot ini itu menjadi hal yang biasa. Tidak lagi jabatan digandoli, tidak lagi Jabatan itu menjadi prioritas. Catatan itu kita bisa terima saja. Sehingga kita punya kemampuan yang lebih karena di setiap Dinas atau OPD pasti ada kelebihan dan kekurangan,"tegasnya.

Saat ditanya salah satu syarat menjadi Sekda harus mengikuti Diklat Pimpinan (Diklatpim). Namun apabila tiga calon Sekda yang saat ini lolos seleksi akan mendaftar lagi bagaimana? Eri pun menjelaskan, nantinya pihaknya akan melakukan Diklatpim kedua pada bulan Februari 2023.

"Kita berangkatkan (Februari) lagi sebanyak-banyaknya dapat jatah berapa (Kepala Dinas). Karena sebenarnya begini, Pemerintah Kota ini pejabatnya itu belum pernah ada yang Diklatpim kedua,"tuturnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Lebih lanjut Eri menjelaskan, bahwa Diklatpim sangat penting karena mereka akan dibekali bagaimana cara memimpin sebuah organisasi. Kemudian, mereka juga akan diterangkan bagaimana untuk melakukan inovasi.

"Mereka pejabat-pejabat yang mengikuti Diklatpim kedua itu akan membuat program yang bisa diterapkan dalam sehari-harinya,"ujarnya.

"Berarti ketika Diklatpim dua itu tidak sembarangan orang bisa lulus dan tidak sembarangan orang bisa membuat hal baru. Sehingga itulah arti filosofi ketika memang mengikuti diklatpim 2,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.