Rabu, 21 Okt 2026 08:33 WIB

Ini Alasan Wali Kota Eri Samakan Jabatan Sekda dan Kepala Dinas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 19 Jan 2023 08:46 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

selalu.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut bahwa ada undang-undang (UU) terbaru ASN nomor 15 tahun 2014 bahwa tidak ada lagi jabatan tinggi yakni Pratama maupun Madya.

Eri menjelaskan yang ada di UU tersebut hanya ada jabatan tinggi Pratama, jabatan Administrator, dan jabatan Pengawas. Kemudian, di pemerintah kota (Pemkot) hanya ada satu yakni jabatan Eselon 2. Sehingga, jabatan Sekda maupun Kepala Dinas adalah sama.

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Saya bilang jabatan pratama saja, sehingga gak ada pemikiran bahwa Sekda Kota lebih tinggi, itu udah jaman dulu. Kecuali kalau di Provinsi, itu sekdanya Eselon 1. Beda kalau di Surabaya Eselon 2, sama seperti Kepala Dinas,"kata Eri, di ruang kerjanya, Rabu (18/1/2023).

Oleh sebab itu, Eri pun membuat kebijakan bahwa Sekda maupun pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Kepala Dinas, hanya dibatasi menjabat maksimal 3 tahun akan dirotasi kembali.

"Makanya Kepala Dinas dirotasi. Sekda itu bisa terus berputar dan tahu dia harus jadi Kepala Dinas lagi atau staf ahli itu sudah biasa. Jangan lebih dari 3 tahun, nanti tidak akan punya kemampuan. Kecuali dia memang dibutuhkan lagi dengan pertimbangan dari tenaga-tenaga ahli dan kajian dari kebutuhan Pemkot,"tegasnya.

Meskipun tiga tahun jabatan lingkungan Pemkot Surabaya dirotasi. Eri menerangkan, secara automatis setiap setahun sekali mereka harus di evaluasi terkait kontrak kerja atau output dan outcomennya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

"Makanya saya berharap perputaran di Pemkot ini itu menjadi hal yang biasa. Tidak lagi jabatan digandoli, tidak lagi Jabatan itu menjadi prioritas. Catatan itu kita bisa terima saja. Sehingga kita punya kemampuan yang lebih karena di setiap Dinas atau OPD pasti ada kelebihan dan kekurangan,"tegasnya.

Saat ditanya salah satu syarat menjadi Sekda harus mengikuti Diklat Pimpinan (Diklatpim). Namun apabila tiga calon Sekda yang saat ini lolos seleksi akan mendaftar lagi bagaimana? Eri pun menjelaskan, nantinya pihaknya akan melakukan Diklatpim kedua pada bulan Februari 2023.

"Kita berangkatkan (Februari) lagi sebanyak-banyaknya dapat jatah berapa (Kepala Dinas). Karena sebenarnya begini, Pemerintah Kota ini pejabatnya itu belum pernah ada yang Diklatpim kedua,"tuturnya.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

Lebih lanjut Eri menjelaskan, bahwa Diklatpim sangat penting karena mereka akan dibekali bagaimana cara memimpin sebuah organisasi. Kemudian, mereka juga akan diterangkan bagaimana untuk melakukan inovasi.

"Mereka pejabat-pejabat yang mengikuti Diklatpim kedua itu akan membuat program yang bisa diterapkan dalam sehari-harinya,"ujarnya.

"Berarti ketika Diklatpim dua itu tidak sembarangan orang bisa lulus dan tidak sembarangan orang bisa membuat hal baru. Sehingga itulah arti filosofi ketika memang mengikuti diklatpim 2,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Top 5 Berita: Pabrik Kosmetik Ilegal Digerebek sampai Rapat Kerja Pusat

Pembaca tertarik pemberitaan penggerebekan pabrik kosmetik ilegal hingga pendidikan.

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.