Senin, 02 Feb 2026 21:37 WIB

Pengamat Sebut Megawati Dilema Pilih Capres, Akankah Jateng Periode 2 Terulang?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 16:53 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri

selalu.id - Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menyebut bahwa Ketua PDI-P, Megawati Soekarnoputri sedang dalam kondisi dilematis dalam menentukan pilihan siapa yang akan diusung sebagai Calon Presiden (Capres) tahun 2024.

Meski begitu, Surokim mengatakan, Megawati merupakan Ketua Partai yang sangat cermat dalam pemilihan pemimpin daerah walaupun memang tidak mudah untuk memilih. Sebab, ia juga memikirkan elektabiltas partainya.

Baca Juga: DPC PDIP Magetan Buka Rekrutmen Anggota Baru, Sasar Generasi Muda

"Apa yang dampak di hadapan kita bu Mega yang seperti itu (dalam menentukan Capres 2024) sesungguhnya dia sedang cermati, karena memang tidak mudah,"kata Surokim, kepada selalu.id, Jumat (13/1/2023).

Apalagi, terlihat Mega sedang tidak baik-baik saja dengan Ganjar Pranowo. Namun, Surokim menerangkan, seperti kasus pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2, Ganjar kembali direkomendasi oleh Megawati.

"Bu Mega ketua partai cermat juga. Kita melihat realisasi bu Mega sama pak Ganjar karena tak baik-baik saja. Jangan-jangan kasus seperti dulu di Jateng periode 2. Itu susah. Saya aja tidak bisa membaca,"jelasnya.

Baca Juga: Hadapi Maraknya Korupsi, PDIP Perkuat Sistem Antipolitik Uang

Saat ini elektabiltas pemilihan Presiden 2024, berdasarkan hasil survey SCC dilaksanakan mulai 1-10 Januari 2023, di 31 Kecamatan di Kota Surabaya, Ganjar Pranowo berada di angka paling tinggi yakni 34,6 persen, Prabowo Subianto 16, 3 persen, Tri Rismaharini 10,7 persen, Anies Baswedan 9,3 persen, Agus Harmurti Y 3,9 persen, Puan Maharani 3,5 persen.

Artinya, elektabilitas Capres 2024 berdasarkan SSC Ganjar Pranowo jauh lebih unggul dari Puan Maharani yang angkanya nomor urut keenam.

Baca Juga: Curhatan Hasto Kristiyanto Saat Berada di Tahanan KPK

"Yang pasti bu Mega sedang menghadapi situasi yang cukup dilematis untuk itu, dan tidak ada faktor x yang bisa menautkan kepada Puan. Saya kira Puan cukup sulit mengejar elektabiltas dari pak Ganjar,"tuturnya.

"Saya sendiri tidak tahu. Bu Mega pasti menghitung dan sangat cermat. Ia politisi yang cermat. Kalau toh kebaca dia ingin Puan wajar dia ibunya. Tapi jangan kira, Ganjar masih berpeluang untuk di rekom ,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning.