Rabu, 22 Jul 2026 05:10 WIB

Pengamat Sebut Megawati Dilema Pilih Capres, Akankah Jateng Periode 2 Terulang?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 16:53 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri

selalu.id - Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menyebut bahwa Ketua PDI-P, Megawati Soekarnoputri sedang dalam kondisi dilematis dalam menentukan pilihan siapa yang akan diusung sebagai Calon Presiden (Capres) tahun 2024.

Meski begitu, Surokim mengatakan, Megawati merupakan Ketua Partai yang sangat cermat dalam pemilihan pemimpin daerah walaupun memang tidak mudah untuk memilih. Sebab, ia juga memikirkan elektabiltas partainya.

Baca Juga: Mampir di Surabaya, Hasto Bicara Soal Tudingan PDIP Sebagai Dalang Aksi Demonstrasi

"Apa yang dampak di hadapan kita bu Mega yang seperti itu (dalam menentukan Capres 2024) sesungguhnya dia sedang cermati, karena memang tidak mudah,"kata Surokim, kepada selalu.id, Jumat (13/1/2023).

Apalagi, terlihat Mega sedang tidak baik-baik saja dengan Ganjar Pranowo. Namun, Surokim menerangkan, seperti kasus pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2, Ganjar kembali direkomendasi oleh Megawati.

"Bu Mega ketua partai cermat juga. Kita melihat realisasi bu Mega sama pak Ganjar karena tak baik-baik saja. Jangan-jangan kasus seperti dulu di Jateng periode 2. Itu susah. Saya aja tidak bisa membaca,"jelasnya.

Baca Juga: PDIP Surabaya Wajibkan 40 Persen Pengurus Ranting dari Gen Z

Saat ini elektabiltas pemilihan Presiden 2024, berdasarkan hasil survey SCC dilaksanakan mulai 1-10 Januari 2023, di 31 Kecamatan di Kota Surabaya, Ganjar Pranowo berada di angka paling tinggi yakni 34,6 persen, Prabowo Subianto 16, 3 persen, Tri Rismaharini 10,7 persen, Anies Baswedan 9,3 persen, Agus Harmurti Y 3,9 persen, Puan Maharani 3,5 persen.

Artinya, elektabilitas Capres 2024 berdasarkan SSC Ganjar Pranowo jauh lebih unggul dari Puan Maharani yang angkanya nomor urut keenam.

Baca Juga: Kisah Menyentuh Rizky Andranata, Dari Bukan Siapa-siapa Kini Masuk PDIP

"Yang pasti bu Mega sedang menghadapi situasi yang cukup dilematis untuk itu, dan tidak ada faktor x yang bisa menautkan kepada Puan. Saya kira Puan cukup sulit mengejar elektabiltas dari pak Ganjar,"tuturnya.

"Saya sendiri tidak tahu. Bu Mega pasti menghitung dan sangat cermat. Ia politisi yang cermat. Kalau toh kebaca dia ingin Puan wajar dia ibunya. Tapi jangan kira, Ganjar masih berpeluang untuk di rekom ,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Pemerintah Kabupaten Jember terus berkomitmen membantu UMKM agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.

Bantah Suap dan Gratifikasi, Kuasa Hukum Eks Bupati Ponorogo Tegaskan Uang Rp500 Juta Murni Pinjaman

Tim kuasa hukum menyampaikan argumentasi yang menitikberatkan pada belum terbuktinya hubungan antara penerimaan uang yang didakwakan dengan tindakan jabatan.

Terobosan Kesehatan di Jember, Program Home Care Bawa Dokter dan Medis Langsung ke Rumah Warga

Program Home Care merupakan salah satu inovasi Pemkab Jember untuk memperluas akses layanan kesehatan, khususnya bagi warga yang alami keterbatasan mobilitas.

Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Pemkot Surabaya mengimbau seluruh pengurus RT dan RW untuk tetap menjaga transparansi dan melakukan pencatatan keuangan secara terbuka.

Dukung Proyek Strategis Nasional, TPK Merauke Catat Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Peningkatan signifikan ini mencerminkan terjaganya pelayanan operasional terminal sekaligus mengukuhkan peran Pelindo dalam mendukung kelancaran arus logistik.

Pledoi Kasus Korupsi Eks Bupati Ponorogo: Sugiri Akui Khilaf, Pengacara Bantah Suap

Pledoi terdakwa dan penasihat hukum selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan majelis hakim sebelum menjatuhkan putusan.