Kamis, 04 Jun 2026 16:16 WIB

Pengamat Sebut Megawati Dilema Pilih Capres, Akankah Jateng Periode 2 Terulang?

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 13 Jan 2023 16:53 WIB
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri
Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri

selalu.id - Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sekaligus Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam menyebut bahwa Ketua PDI-P, Megawati Soekarnoputri sedang dalam kondisi dilematis dalam menentukan pilihan siapa yang akan diusung sebagai Calon Presiden (Capres) tahun 2024.

Meski begitu, Surokim mengatakan, Megawati merupakan Ketua Partai yang sangat cermat dalam pemilihan pemimpin daerah walaupun memang tidak mudah untuk memilih. Sebab, ia juga memikirkan elektabiltas partainya.

Baca Juga: Cium Merah Putih dan Tanam Pohon, Pelantikan PAC PDI Perjuangan Tuban Bawa Pesan Kebangsaan dan Kepedulian Lingkungan

"Apa yang dampak di hadapan kita bu Mega yang seperti itu (dalam menentukan Capres 2024) sesungguhnya dia sedang cermati, karena memang tidak mudah,"kata Surokim, kepada selalu.id, Jumat (13/1/2023).

Apalagi, terlihat Mega sedang tidak baik-baik saja dengan Ganjar Pranowo. Namun, Surokim menerangkan, seperti kasus pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2, Ganjar kembali direkomendasi oleh Megawati.

"Bu Mega ketua partai cermat juga. Kita melihat realisasi bu Mega sama pak Ganjar karena tak baik-baik saja. Jangan-jangan kasus seperti dulu di Jateng periode 2. Itu susah. Saya aja tidak bisa membaca,"jelasnya.

Baca Juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Saat ini elektabiltas pemilihan Presiden 2024, berdasarkan hasil survey SCC dilaksanakan mulai 1-10 Januari 2023, di 31 Kecamatan di Kota Surabaya, Ganjar Pranowo berada di angka paling tinggi yakni 34,6 persen, Prabowo Subianto 16, 3 persen, Tri Rismaharini 10,7 persen, Anies Baswedan 9,3 persen, Agus Harmurti Y 3,9 persen, Puan Maharani 3,5 persen.

Artinya, elektabilitas Capres 2024 berdasarkan SSC Ganjar Pranowo jauh lebih unggul dari Puan Maharani yang angkanya nomor urut keenam.

Baca Juga: Pengganti Ketua DPRD Surabaya Masih Misterius, Siapa yang Bakal Jadi?

"Yang pasti bu Mega sedang menghadapi situasi yang cukup dilematis untuk itu, dan tidak ada faktor x yang bisa menautkan kepada Puan. Saya kira Puan cukup sulit mengejar elektabiltas dari pak Ganjar,"tuturnya.

"Saya sendiri tidak tahu. Bu Mega pasti menghitung dan sangat cermat. Ia politisi yang cermat. Kalau toh kebaca dia ingin Puan wajar dia ibunya. Tapi jangan kira, Ganjar masih berpeluang untuk di rekom ,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sedan Baleno Terbakar di SPBU Probolinggo, di Dalam Mobil Petugas Temukan 8 Jeriken Isi Petralite

Setelah pembasahan usai petugas menemukan sekitar delapan jeriken di dalam sedan Suzuki Baleno yang terbakar.

Jawaban Pemkot Surabaya soal Polemik Pembangunan Lapangan Padel di Keputih

Camat Sukolilo Surabaya, M Aries Hilmi mengatakan telah meminta klarifikasi kepada pengembang terkait status lahan yang dipersoalkan warga. Hasilnya begini.

Beranikah Pemkot Surabaya Tutup Gion Spa, Tempat yang Jadi Eksploitasi Anak?

Fathoni mengatakan predikat Kota Layak Anak yang selama ini disandang Surabaya harus dibuktikan melalui tindakan tegas ketika terjadi kasus eksploitasi anak.

Maling SPPG Itu Bernama Dadan Hindayana

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman membenarkan salah satu pemicu Dadan dicopot dari Kepala BGN adalah dugaan jual beli SPPG.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Ini Dugaan Kasusnya

Saat ditahan, Dadan mengenakan rompi merah muda dengan dikawal penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejagung.

SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Plt Direktur Utama PT SIER, Lussi Erniawati, mengatakan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan generasi muda.