Kamis, 23 Jul 2026 12:07 WIB

Wakil Ketua DPRD Surabaya Sebut Ada Tiga Calon Kuat Sekda Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 07 Jan 2023 16:46 WIB
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, telah mengumumkan seleksi pendaftaran calon Sekretaris Daerah (Sekda) Surabaya atau Sekretaris Kota (Sekota) telah berahkir pada, Jumat (6/1/2023) kemarin.

Tahapan seleksi tersebut yakni pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi dilaksanakan mulai tanggal 2-6 Januari 2022. Kemudian, nantinya 3 calon terbaik akan diumumkan pada 17 Januari 2023.

Baca Juga: Diperiksa Bapenda Surabaya soal Kepatuhan Pajak PBJT, Manajemen RM Ayam Goreng Ny Suharti Bungkam

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Reni Astuti mengatakan, Pemkot telah mengumumkan bagaimana seleksi persyaratan calon Sekda yang harus diikuti.

Salah satunya persyaratan tersebut, yakni harus tingkatan Eselon 2 dan minimal 1 tahun menjabat OPD. Ia menyebut nama 3 calon terbaik yang memungkinkan akan menjadi Sekda.

"Tampaknya jadi 3 orang yang kemungkinan, yakni bisa jadi (Kepala Inspektorat Surabaya) Ikhsan, (Kepala Badan Kepegawaiaan dan Pengembangan SDM) Rachmad Basari, dan
(Kepala Dinas DSDABM) Lilik Arijanto,"kata Reni, saat ditemui selalu.id.

Meski begitu, Reni menjelaskan, tidak menutup kemungkinan ASN luar Kota Surabaya berpeluang mendaftar Sekda, apabila sesuai kualifikasi.

"Karena dikualifikasi itu juga tidak hanya di Surabaya. Misalnya ada ASN yang memiliki kualifikasi. Kepala OPD kota malang ataupun kota lain itu bisa ikut,"jelasnya.

Baca Juga: 75 Anak Surabaya Resmi Kantongi Penetapan Perwalian, Hak Pendidikan hingga Kesehatan Terjamin

Dalam seleksi jabatan Sekda tersebut, Reni menyarankan untuk pansel menggunakan 360 Degree Feedback. Hal itu untuk mengetahui rekam jejak dan kinerja mereka.

"Kita sarankan untuk melakukan 360 Degree Feedback ini adalah tools untuk mengukur kinerja seseorang dengan menggunakan berbagai sumber,"tuturnya.

Lebih lanjut Reni berharap, seleksi calon Sekda Surabaya berjalan obyektif dan transparan. Apalagi, mengingat Sekda merupakan jabatan tinggi pratama.

Baca Juga: Mantan Dirut KBS jadi Tersangka, Wali Kota Eri Janji Usut Tuntas Kasus Selisih Kas Rp10 M

"Saya berharap, Sekda nanti definitif nanti bisa membangun budaya happy produktif. Tapi lingkungannya harus happy, yang bikin pegawai itu sehat gak sakit sakit, tak terlalu kena beban kerja, gak setres. Tapi produktif, untuk sekda yang terpilih bisa definitif,"terangnya.

Pejabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Erna Purnawati menambahkan, untuk panitia seleksi (Pansel) Sekda Surabaya salah satunya Prof Moh Nuh yakni Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam YARSIS.

"(Yang daftar) Gak hapal, mungkin ada 5 yang doktor-doktor akeh,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Ada yang Tidak Konsisten, Tapi Keberuntungan juga Datang

Ramalan zodiak pada umumnya meliputi tentang kehidupan secara umum, kesehatan, pekerjaan, hingga cinta. Kali ini keberuntungan juga datang.

Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Pemkab Jember berharap informasi mengenai layanan administrasi, kesehatan, pendidikan, hingga program kesejahteraan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Kemenag Terapkan Manajemen Talenta Berbasis Sistem Merit untuk Birokrasi Bebas KKN

Menag menegaskan digitalisasi menjadi instrumen penting dalam menyederhanakan birokrasi sekaligus memastikan pengelolaan talenta berjalan secara lebih adil.

Tiberman Raih 2 Penghargaan MURI dalam Tiberman Expo 2026

Andy Gunawan mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan solusi sekaligus nilai tambah bagi pelanggan.

Mantan Dirut KBS Tersangka Korupsi, DPRD Surabaya: Tamparan Keras dan Alarm Pembenahan BUMD!

DPRD Surabaya menilai kasus tersebut tidak boleh kembali terulang karena berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah.

Dugaan Penganiayaan di Super House Surabaya: 3 Orang Diamankan, Polisi Dalami Kelalaian Pengelola

Insiden tersebut menyebabkan korban menderita luka fisik dan trauma berat hingga kini masih menjalani perawatan medis.