Selasa, 21 Jul 2026 10:25 WIB

Bupati Bangkalan Ditangkap KPK, Kuasa Hukum: Pencitraan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 08 Des 2022 01:44 WIB
Bupati Bangkalan saat di Mapolda Jatim
Bupati Bangkalan saat di Mapolda Jatim

selalu.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap enam orang tersangka jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Rabu (7/12/2022). Keenam tersangka dibawa ke Mapolda Jatim.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, 6 tersangka tersebut salah satunya adalah Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Imron. Kemudian, 5 kepala Dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yakni kadis PUPR Bangkalan Wildan, Kadis Ketahanan Pangan, Mustaqi, Kepala BKPSDA, Agus Eka Leande, Kadis Perinaker, Salman Hidayat dan Kadis PMD Hosin Jamili.

Baca Juga: Brimob Polda Jatim Siagakan Personel dan Alutsista SAR Hadapi Ancaman Karhutla 2026

Sekitar pukul 17.33 WIB, usai pemeriksaan, Bupati Latif langsung keluar ruangan di Ditreskrimum Polda Jatim dengan mengenakan pakaian cream dan peci hitam. Namun, saat ditanya wartawan, latif tak mengatakan sepatah katapun.

Sementara itu, kuasa hukum Bupati Latif, Suryo Pale mengatakan, perkara yang menimpa Bupati Latif lebih banyak pencitraan dari pada penegakan hukum.

Menurutnya pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK tersebut dilakukan upaya paksa.

Baca Juga: Polres Tuban Kini Berganti jadi Polresta, Begini Pesan Khusus Kapolda Jatim

"Seharusnya gak perlu force, kalau memang dipanggil KPK ya ke KPK saja, ini kan tidak, ada upaya paksa," ujar Suryo di Mapolda Jatim.

Ia menilai penangkapan Bupati Bangkalan itu, hanya seremonial KPK saja. Selama pemeriksaan hanya ada beberapa pertanyaan saja yang diajukan dan tidak masuk materi pokok.

"Tadi saya sudah ketemu dengan ke lima tersangka. Dari lima tersangka semua menyatakan tidak pernah selama proses seleksi assesment yang disangkakan oleh KPK yakni ada permintaan uang dari Bupati," ujar dia.

Baca Juga: Komitmen Polda dan Kejati Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lewat Semangat Jogo Jatim

Lebih lanjut Surya Peleh menuturkan, 5 OPD tersebut tidak pernah menyerahkan uang ke Bupati. Dugaan suap itu masih menjadi pertanyaan tim kuasa hukum.

"Uangnya tidak diterima. Yang terima adalah Sekda, Plt BKD dan ada satu yang menerima namanya erwin," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.