Rabu, 22 Jul 2026 19:11 WIB

Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 13:21 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Pucang
Salah satu pedagang di Pasar Pucang

selalu.id - Sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan di Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Dari pantauan selalu.id, di salah satu pasar di Surabaya yakni Pasar Pucang, harga bahan pokok seperti telur, beras, dan cabai mengalami kenaikan. 

Baca Juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

"Beras yang mulai naik awal minggu ini, semuanya naik Rp 250 rupiah per kilogram. Semua jenis, semua merk beras naik harga rata," kata Fatimah salah satu pedagang sembako, saat ditemui, Sabtu (3/12/2022).

Fatimah mengungkapkan, selain beras, harga telur juga naik Rp 2000. Mulai dari harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada bawang. Eko salah satu pedagang cabai mengaku harga bawangnya kembali naik. Seperti bawang merah dari Rp 30 ribu kg menjadi Rp 35 ribu kg. Sedangkan untuk harga cabai dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu rupiah.

Menurut para pedagang kenaikan harga ini sudah lumrah menjelang Nataru ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..

Menyikapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan operasi pasar dan memastikan kembali harga bahan pokok tersebut.

"Hari ini ada telur dan beras naik. Teman-teman Dinkopdag sudah operasi pasar. Saya minta harga telur beras dipastikan,"kata Eri, saat ditemui selalu.id.

Eri mengatakan, terkait naiknya harga telur, pihaknya telah menghubungi pengusaha telur di Kabupaten Blitar. Pemkot Surabaya juga telah bekerjasama dengan pengusaha telur tersebut.

Baca Juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

"Kita lakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur. Jadi dari tempat penghasil telur (Blitar) ke Surabaya gimana caranya gak naik? Ya angkutan dibayari Pemkot Surabaya. Jadi pedagang ada batinnya dan harga tetap kalaupun naik gak nemen-nemen (kebangetan),"ujarnya.

"Karena Surabaya bukan penghasil telur, tapi ada seperti Blitar dan Jember. Semoga tidak naik kalau naik ya ikut naik. Tapi caranya pemerintah ya kita melakukan itu memastikan transportasi dan lain-lain,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tabrak Truk Parkir, Pasutri di Mojokerto Tewas 

Petugas Unit Gakkum saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa pasangan suami istri tersebut.

Ketika Wabup Sidoarjo Mimik Pakai Dana Pribadi Bangun Jembatan Kedungbanteng–Balongdowo

Setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan, akses yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat tersebut kini memasuki tahap pemasangan box culvert.

Seorang Kakek di Mojokerto jadi Korban Gendam, Motor Supra Kesayangan Raib

Peristiwa itu terjadi di area Perumahan Flower Garden, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal. Korban saat itu tengah mencari rumput.

Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Dorong Pengembangan Sapi Perah Dataran Rendah

Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi terobosan untuk meningkatkan produksi susu nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dr WP Djatmiko soal OTT Bupati Lombok Barat: Biaya Politik Tinggi hingga Lemahnya Pengawas Internal

Sebaliknya, publik harus mendorong reformasi sistemik pada legal substance dan legal culture agar kasus-kasus korupsi serupa tidak terus berulang.

Eks Dirut Kebun Binatang Surabaya Ditetapkan Tersangka Korupsi Rp10,2 Miliar

Berdasarkan hasil penyidikan, sekitar Rp7 miliar dari total kerugian negara diduga digunakan untuk kepentingan pribadi tersangka.