Rabu, 21 Okt 2026 07:12 WIB

Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 13:21 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Pucang
Salah satu pedagang di Pasar Pucang

selalu.id - Sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan di Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Dari pantauan selalu.id, di salah satu pasar di Surabaya yakni Pasar Pucang, harga bahan pokok seperti telur, beras, dan cabai mengalami kenaikan. 

Baca Juga: Bunda Jelita Surabaya Integrasikan Layanan Ibu dan Bayi Sejak Catin hingga Pascapersalinan

"Beras yang mulai naik awal minggu ini, semuanya naik Rp 250 rupiah per kilogram. Semua jenis, semua merk beras naik harga rata," kata Fatimah salah satu pedagang sembako, saat ditemui, Sabtu (3/12/2022).

Fatimah mengungkapkan, selain beras, harga telur juga naik Rp 2000. Mulai dari harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada bawang. Eko salah satu pedagang cabai mengaku harga bawangnya kembali naik. Seperti bawang merah dari Rp 30 ribu kg menjadi Rp 35 ribu kg. Sedangkan untuk harga cabai dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu rupiah.

Menurut para pedagang kenaikan harga ini sudah lumrah menjelang Nataru ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Perketat Penjualan Minol, Pembeli Wajib Tunjukkan Identitas

Menyikapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan operasi pasar dan memastikan kembali harga bahan pokok tersebut.

"Hari ini ada telur dan beras naik. Teman-teman Dinkopdag sudah operasi pasar. Saya minta harga telur beras dipastikan,"kata Eri, saat ditemui selalu.id.

Eri mengatakan, terkait naiknya harga telur, pihaknya telah menghubungi pengusaha telur di Kabupaten Blitar. Pemkot Surabaya juga telah bekerjasama dengan pengusaha telur tersebut.

Baca Juga: Finalis Cak Surabaya Ditangkap Polisi, Wali Kota Eri: Gelar Akan Kita Cabut

"Kita lakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur. Jadi dari tempat penghasil telur (Blitar) ke Surabaya gimana caranya gak naik? Ya angkutan dibayari Pemkot Surabaya. Jadi pedagang ada batinnya dan harga tetap kalaupun naik gak nemen-nemen (kebangetan),"ujarnya.

"Karena Surabaya bukan penghasil telur, tapi ada seperti Blitar dan Jember. Semoga tidak naik kalau naik ya ikut naik. Tapi caranya pemerintah ya kita melakukan itu memastikan transportasi dan lain-lain,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kisah Dua Saudara di Nganjuk Merawat Takdir Gamelan Legendaris di Panggung Dunia

Satu paket gamelan lengkap dibanderol mulai Rp90 juta untuk material besi puncu kuningan, sedangkan untuk material full kuningan mencapai Rp300 juta per paket.

Gegara Sampah, Garasi Rumah dan Mobil di Nganjuk Ludes Terbakar

Atas kejadian ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca berangin, apalagi musim kemarau.

Polda Jatim Minta Mahasiswa Kritis dan Objektif Sikapi Isu Daerah

Polda Jatim komitmen untuk terus memelihara komunikasi yang berkesinambungan dengan elemen mahasiswa demi terciptanya stabilitas kamtibmas yang aman dan damai.

Guru SMK Hamil 8 Bulan Tewas Usai Tabrak Minibus di Mojokerto, Ini Namanya

Peristiwa tragis itu terjadi ketika korban sedang perjalanan hendak menuju tempatnya mengabdi sebagai pendidik di Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.

Gelar Razia Simpatik, Petugas Bagi-bagi Helm SNI Buat Pengendara Taat Pajak di Sidoarjo

Ke depan, operasi simpatik dan penagihan dari rumah ke rumah akan terus digencarkan secara bergiliran di sejumlah lokasi strategis di Kabupaten Sidoarjo.

Pemuda Bawa Truk Tronton Tabrak Tiang PJU di Balongbendo Sidoarjo

Atas kejadian ini, korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Sementara truknya yang terguling dievakuasi petugas.