Selasa, 03 Feb 2026 22:31 WIB

Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 13:21 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Pucang
Salah satu pedagang di Pasar Pucang

selalu.id - Sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan di Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Dari pantauan selalu.id, di salah satu pasar di Surabaya yakni Pasar Pucang, harga bahan pokok seperti telur, beras, dan cabai mengalami kenaikan. 

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Itu Milik Anda Advertising, Jubir: Insya Allah Sesuai Konstruksi!

"Beras yang mulai naik awal minggu ini, semuanya naik Rp 250 rupiah per kilogram. Semua jenis, semua merk beras naik harga rata," kata Fatimah salah satu pedagang sembako, saat ditemui, Sabtu (3/12/2022).

Fatimah mengungkapkan, selain beras, harga telur juga naik Rp 2000. Mulai dari harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada bawang. Eko salah satu pedagang cabai mengaku harga bawangnya kembali naik. Seperti bawang merah dari Rp 30 ribu kg menjadi Rp 35 ribu kg. Sedangkan untuk harga cabai dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu rupiah.

Menurut para pedagang kenaikan harga ini sudah lumrah menjelang Nataru ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya Bahayakan Warga, DPRD Desak Audit Pemegang Izin

Menyikapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan operasi pasar dan memastikan kembali harga bahan pokok tersebut.

"Hari ini ada telur dan beras naik. Teman-teman Dinkopdag sudah operasi pasar. Saya minta harga telur beras dipastikan,"kata Eri, saat ditemui selalu.id.

Eri mengatakan, terkait naiknya harga telur, pihaknya telah menghubungi pengusaha telur di Kabupaten Blitar. Pemkot Surabaya juga telah bekerjasama dengan pengusaha telur tersebut.

Baca Juga: Reklame Patah di Surabaya yang Berbahaya Belum Dievakuasi, Ini Alasannya 

"Kita lakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur. Jadi dari tempat penghasil telur (Blitar) ke Surabaya gimana caranya gak naik? Ya angkutan dibayari Pemkot Surabaya. Jadi pedagang ada batinnya dan harga tetap kalaupun naik gak nemen-nemen (kebangetan),"ujarnya.

"Karena Surabaya bukan penghasil telur, tapi ada seperti Blitar dan Jember. Semoga tidak naik kalau naik ya ikut naik. Tapi caranya pemerintah ya kita melakukan itu memastikan transportasi dan lain-lain,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Jika Palestina Tak Dijamin Merdeka, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Keluar dari BoP Gaza

Isu ini memanas setelah Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, secara langsung menyampaikan keraguan para ulama terhadap objektivitas BoP.

PMI Surabaya dan Solo Jajaki Kerja Sama "Sister City" dalam Kunjungan Studi Banding

“Melihat potensi kedua kota, kami mengusulkan adanya kerja sama antata Surabaya dan Solo,” jelas Sumartono.

Kabar Gembira, Nilai Tukar Rupiah Menguat Lagi ke Rp16.755/US$

Penguatan rupiah hari ini sejalan dengan pelemahan dolar AS di pasar global. 

Wisata Mojokerto dengan Kesejukan Alam yang Syahdu, Cocok Dibuat Santai Sama Keluarga 

Jawa Timur terkenal dengan kuliner dan budayanya. Di balik itu, juga tersimpan wisata yang menakjubkan. Salah satunya di Mojokerto.

Cak Imin: DPW PKB Harus Ubah Cara Berpikir dan Arah Gerak Organisasi

Cak Imin, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dinamika politik dan persoalan bangsa yang terus berkembang menuntut partai untuk bersikap adaptif.

Jelang HUT ke-18, Gerindra Surabaya Gelar Cek Kesehatan Gratis pada Lansia 

Selain pemeriksaan dasar, warga juga mendapatkan edukasi terkait kewaspadaan terhadap penyakit menular, termasuk Virus Nipah.