Sabtu, 06 Jun 2026 19:54 WIB

Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 13:21 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Pucang
Salah satu pedagang di Pasar Pucang

selalu.id - Sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan di Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Dari pantauan selalu.id, di salah satu pasar di Surabaya yakni Pasar Pucang, harga bahan pokok seperti telur, beras, dan cabai mengalami kenaikan. 

Baca Juga: Polrestabes Surabaya Gerebek Markas Sindikat Curanmor di Margomulyo, Ini yang Didapat

"Beras yang mulai naik awal minggu ini, semuanya naik Rp 250 rupiah per kilogram. Semua jenis, semua merk beras naik harga rata," kata Fatimah salah satu pedagang sembako, saat ditemui, Sabtu (3/12/2022).

Fatimah mengungkapkan, selain beras, harga telur juga naik Rp 2000. Mulai dari harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada bawang. Eko salah satu pedagang cabai mengaku harga bawangnya kembali naik. Seperti bawang merah dari Rp 30 ribu kg menjadi Rp 35 ribu kg. Sedangkan untuk harga cabai dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu rupiah.

Menurut para pedagang kenaikan harga ini sudah lumrah menjelang Nataru ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga: Sembunyikan Motor Curian di Rumah Mertua, Begini Ending Maling di Surabaya

Menyikapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan operasi pasar dan memastikan kembali harga bahan pokok tersebut.

"Hari ini ada telur dan beras naik. Teman-teman Dinkopdag sudah operasi pasar. Saya minta harga telur beras dipastikan,"kata Eri, saat ditemui selalu.id.

Eri mengatakan, terkait naiknya harga telur, pihaknya telah menghubungi pengusaha telur di Kabupaten Blitar. Pemkot Surabaya juga telah bekerjasama dengan pengusaha telur tersebut.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari

"Kita lakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur. Jadi dari tempat penghasil telur (Blitar) ke Surabaya gimana caranya gak naik? Ya angkutan dibayari Pemkot Surabaya. Jadi pedagang ada batinnya dan harga tetap kalaupun naik gak nemen-nemen (kebangetan),"ujarnya.

"Karena Surabaya bukan penghasil telur, tapi ada seperti Blitar dan Jember. Semoga tidak naik kalau naik ya ikut naik. Tapi caranya pemerintah ya kita melakukan itu memastikan transportasi dan lain-lain,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sebulan Buron, Tersangka Penembakan di Tretes Akhirnya Dibekuk Polres Pasuruan

Peristiwa bermula saat korban, mendatangi tersangka untuk meminta uang ganti rugi sebesar Rp500 ribu, karena pelayanan yang menecewakan tamu korban.

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jatim Gelar Bromo KOM XII

Sejak pertama kali digelar pada 2014, Mapolda Jatim tercatat sudah 10 kali menjadi titik start event yang selalu diikuti ribuan cyclist.

Krisis Kepala Sekolah di Sidoarjo Mulai Terurai, Namun Puluhan SD Masih Dipimpin Plt

Masih terdapat 61 SD negeri yang untuk sementara dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses rekrutmen berikutnya.

Info Kepulangan Haji Terkini: 8 Wafat, 3 Masih Dirawat di Arab Saudi

Masih terdapat tiga jamaah yang belum bisa dikembalikan ke Tanah Air karena kondisi kesehatan yang memerlukan perawatan lanjutan di rumah sakit Arab Saudi.

Pekan Olahraga Bhayangkara ke-80, Kapolda Jatim Tekankan Soliditas dan Sportivitas

Selain meningkatkan prestasi, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan sosial dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat.

Senangnya Korban Pencurian saat Motornya Dikembalikan Polres Pasuruan

Suasana haru tak terhindarkan saat sepeda motor hasil curian itu diserahkan langsung kepada pemiliknya.