Minggu, 06 Sep 2026 00:37 WIB

Harga Bahan Pokok di Surabaya Naik Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Penulis : Ade Resty
  • | Sabtu, 03 Des 2022 13:21 WIB
Salah satu pedagang di Pasar Pucang
Salah satu pedagang di Pasar Pucang

selalu.id - Sejumlah harga bahan pokok mengalami kenaikan di Surabaya jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023.

Dari pantauan selalu.id, di salah satu pasar di Surabaya yakni Pasar Pucang, harga bahan pokok seperti telur, beras, dan cabai mengalami kenaikan. 

Baca Juga: Sango Ceramics Indonesia Luncurkan Showroom di Surabaya, Hadirkan Produk Keramik Ekspor

"Beras yang mulai naik awal minggu ini, semuanya naik Rp 250 rupiah per kilogram. Semua jenis, semua merk beras naik harga rata," kata Fatimah salah satu pedagang sembako, saat ditemui, Sabtu (3/12/2022).

Fatimah mengungkapkan, selain beras, harga telur juga naik Rp 2000. Mulai dari harga Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 29 ribu per kg.

Hal yang sama juga terjadi pada bawang. Eko salah satu pedagang cabai mengaku harga bawangnya kembali naik. Seperti bawang merah dari Rp 30 ribu kg menjadi Rp 35 ribu kg. Sedangkan untuk harga cabai dari harga Rp 23 ribu menjadi Rp 25 ribu rupiah.

Menurut para pedagang kenaikan harga ini sudah lumrah menjelang Nataru ditambah lagi musim hujan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Menyikapi hal ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, Pemerintah Kota telah melakukan operasi pasar dan memastikan kembali harga bahan pokok tersebut.

"Hari ini ada telur dan beras naik. Teman-teman Dinkopdag sudah operasi pasar. Saya minta harga telur beras dipastikan,"kata Eri, saat ditemui selalu.id.

Eri mengatakan, terkait naiknya harga telur, pihaknya telah menghubungi pengusaha telur di Kabupaten Blitar. Pemkot Surabaya juga telah bekerjasama dengan pengusaha telur tersebut.

Baca Juga: Aturan Jam Operasional Pasar Tanjungsari 77 Surabaya Diprotes, Saleh Mukadar: Pemerintah Mau Ganti Rugi Kalau Buah Rusak

"Kita lakukan kerjasama dengan daerah penghasil telur. Jadi dari tempat penghasil telur (Blitar) ke Surabaya gimana caranya gak naik? Ya angkutan dibayari Pemkot Surabaya. Jadi pedagang ada batinnya dan harga tetap kalaupun naik gak nemen-nemen (kebangetan),"ujarnya.

"Karena Surabaya bukan penghasil telur, tapi ada seperti Blitar dan Jember. Semoga tidak naik kalau naik ya ikut naik. Tapi caranya pemerintah ya kita melakukan itu memastikan transportasi dan lain-lain,"pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kebakaran Landa Pabrik Rokok di Jabon Sidoarjo

Petugas mencatat area gudang yang hangus terbakar diperkirakan mencapai 700 meter persegi.

Hadiri Raker Gabungan DPP Apeksi, Wali Kota Mojokerto Ning Ita: TKD Harus Fleksibel

Ning Ita menegaskan Apeksi akan terus mendorong agar relasi pusat dan daerah dibangun dengan prinsip kuat, adil, dan adaptif.

Menyoal Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo, Kemenag RI Dorong Upaya Investigasi

Wamenag menegaskan, program MBG tetap dibutuhkan dan diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi pesantren dan madrasah.

Kenang Setahun Wafatnya Affan Kurniawan, Forkopimda Sidoarjo Bagi Beras ke Seribu Driver Ojol

Bantuan bertepatan dengan satu tahun wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol asal Jakarta yang meninggal dunia setahun lalu dalam aksi ujuk rasa.

Libatkan 25.613 Peserta, Tajemtra 2026 Pecah Rekor 

Para peserta menempuh perjalanan kurang lebih 30 KM hingga finish di kawasan Alun-alun Jember.

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Mensos Gus Ipul Mulai Sisir Data dan Siapkan Sanksi ASN

Langkah ini diambil memastikan transaksi tersebut benar-benar dilakukan oleh penerima manfaat atau akibat penyalahgunaan identitas dan rekening oleh pihak lain.