Senin, 02 Feb 2026 05:55 WIB

Wali Kota Eri Cahyadi Hardik Hingga Seret Karyawan Wanita RSUD dr Soewandhi

  • Penulis : Ade Resty
  • | Senin, 28 Nov 2022 13:57 WIB
Wali Kota Eri saat mencengkeram lengan karyawan RSUD dr Soewandhi
Wali Kota Eri saat mencengkeram lengan karyawan RSUD dr Soewandhi

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi marah besar saat melakukan inspeksi mendadak di RS Soewandhi Surabaya. Eri sempat memaki karyawan hingga mendorong dan sempat menyeret karyawan perempuan.

Eri Cahyadi mendatangi RSUD dr Soewandhi sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung terlihat kecewa lantaran pelayanan yang dianggap lambat.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Tepi Sungai Tak Digunakan untuk Bangunan dan Lahan Parkir

Eri lantas mengumpulkan para karyawan di ruang berkas dan meminta penjelasan. Nampak para karyawan berbaris berjajar sementara Eri terlihat marah-marah.

"Koen tak habisi Kabeh lho koen engkok (kalian saya habisi semua lho nanti). Aku sudah bilang, buat inovasinya. Jangan dia (pasien) suruh nunggu mulai setengah delapan sampai sekarang baru masuk, sampe setengah siji (setengah satu), alasanya apa kamu tahu? Denger kamu, Saya Ndak bisa pak karena ininya belum ada dari bawah," hardik Eri sembari menunjukkan sebuah berkas.

"Rumah sakit model koyok ngene (rumah sakit kok modelnya seperti ini) kalau mau kaya gini Ndak apa-apa, tapi ditata. Sak rak koyok ngene urut, ikine ditoto, gak ketok ngarep Kabeh ngene. Miring Kabeh ngene, gak onok sing ndelok (satu rak seperti ini urut, ininya ditata, jangan kelihatan depan semua begini. Miring semua begini, tidak ada yang melihat," imbuh Eri.

Ditengah-tengah Eri marah, ada salah satu karyawan di luar ruangan yang nyeletuk dan terdengar oleh Eri, dan secara spontan emosi Eri Cahyadi meledak seketika dengan berteriak memanggil karyawan tersebut sembari mengeluarkan kalimat yang kasar.

Baca Juga: Wali Kota Eri Datangi Rumah Ibu Ojol Viral, Ajak Ubah Nasib Lewat Padat Karya

"Sopo sing cangkeme ngomong, rene...! Rene...! (Siapa yang mulutnya ngomong, sini...! sini...!)," Teriak Eri sembari mencari karyawan tersebut.

Tak lama berselang seorang wanita setengah baya berbaju cokelat (PNS) mendatangi Eri.

"Sopo sing ngomong miring-miring dijupuk, koen sing ngomong (siapa yang bilang miring-miring diambil, kamu yang ngomong). Sini, matamu lihat ini, kaya gini siapa yang ngomong, kamu yang ngomong," teriak Eri kepada karyawan wanita tersebut.

Baca Juga: Anak Pejabat Dapat UKT Rp15 Juta, Program Beasiswa Pemuda Tangguh Kota Surabaya Disorot

Tak puas berteriak, Eri kemudian mencengkeram lengan wanita tersebut sembari mendorong dengan kasar hendak menunjukkan kondisi pelayanan RSUD dr Soewandhi di bawah.

"Kamu lihat masyarakat di bawah, ayo ikut saya, ikut saya," ujar Eri dengan mencengkeram lengan karyawan wanita dan mendorongnya dan terlihat menyeret di tengah kerumunan wartawan yang sedang meliput.

Dengan terpaksa mengikuti dorongan dan seretan Wali Kota Eri, karyawan wanita tersebut sempat melontarkan kalimat "Iya...iya pak, Saya Ndak ngomong itu pak," ujarnya lirih.(Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

Pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026 ini, Bajul Ijo-julukan Persebaya, hanya mampu memetik satu poin, tidak seperti yang diharapkan.

Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan bahwa pohon tumbang itu telah dievakuasi dan dinyatakan kondusif.

Hujan dan Angin Kencang Landa Mojokerto, Rusak 39 Rumah Warga

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, angin kencang juga menumbangkan puluhan pohon di beberapa jalan raya dan desa.

Persebaya Surabaya Vs Dewa United: Duel Panas Sarat Ambisi di GBT

Laga ini diprediksi berlangsung panas dan sengit, mengingat kedua tim sama-sama memburu poin penuh demi memperbaiki posisi di klasemen sementara.

Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan

Pembentukan ini menjadi upaya serius pemerintah daerah dalam menangani persoalan banjir, kemiskinan ekstrem, hingga masalah kesehatan ibu dan anak.

205 Ribu KK Surabaya Belum Terdata, Banyak Warga Pakai Alamat Numpang

Banyak KK tercatat di satu alamat, tetapi secara fisik rumah tersebut tidak mungkin dihuni sebanyak itu.