Senin, 02 Feb 2026 22:58 WIB

Ini Motif Ibu Kandung Bunuh Anaknya yang Masih Berusia 6 Tahun di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Nov 2022 17:55 WIB
Dua tersangka pembunuh bocah 6 tahun saat di Mapolres Tanjung Perak Surabaya
Dua tersangka pembunuh bocah 6 tahun saat di Mapolres Tanjung Perak Surabaya

selalu.id - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (Oalah TKP) pembunuhan bocah 6 tahun oleh ibu kandungnya sendiri di Surabaya, Kamis (24/11/2022). Polisi mencari motif pelaku hingga membunuh anaknya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana, mengatakan dua tersangka yakni ibu kandung U (32) dan LB (18) terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap korban berisinial AP (6).

Baca Juga: TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

"Tersangka ini melakukan penganiayaan korban dimana anak kandungnya dipukul menggunakan sandal, sapu, kentrungan (ukulele)," kata AKP Arief, saat rilis ungkap kasus penganiayaan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (24/11/2022).

Polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar kosnya, jalan Jalan Bulak Banteng Kidul gang VIII No. 38 Surabaya. Ditemukan, sejumlah barang bukti yakni dua sapu dengan warna hijau bulu hitam dan ungu bulu kuning. Kedua sapu tersebut ujungnya patah.

Kemudian, satu sandal warna hitam, satu gitar kentrung 1, (satu) buah baju doraemon, dan satu celana warna abu-abu dengan garis hitam merah di samping kanan kiri.

"Dipukul alat-alat seperti, sandal, sapu, kentrungan. Motifnya kesal dengan korban. Apabila korban diperintah lambat dan tidak sesuai maunya pelaku,"ujarnya.

AKP Arief menerangkan, pada Minggu (20/11/2022) lalu, dari Rumah Sakit Soewandhi Surabaya, pihak kepolisian mendapat laporan anak meninggal jatuh dari kamar mandi.

"Dilihat ada luka, saat dilakukan autopsi. sekujur tubuh korban ada luka di kepala, lengan, kaki, dahi. Yang menyebabkan meninggal di belakang kepala (parah),"jelasnya.

Mengetahui itu, Polisi langsung mencari informasi tersangka dan telah mengamankan ibu kandungnya. Kemudian, pelaku kedua yakni teman ibunya diamankan saat di rumah saudaranya di Jember.

Baca Juga: Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Dari pengakuan tersangka ibu kandungnya, U mengaku kesal dengan anaknya yang kerap nangis, jika disuruh lambat dan tidak sesuai keinginannya ibunya. U juga menyebut bahwa anaknya disebut oleh keluarganya anak haram

"Sama keluarga (disebut) anak saya haram. Suami saya meninggal, saya kawin sirih. Keluarga saya tak setuju," ungkap tersangka U.

U mengaku sering kali memukul korban dengan kayu jika dirinya sedang emosi. Bahkan dirinya menyuruh korban untuk mengamen.

"Biasanya mukul di belakang di lengan. Kayu buat mukul kalau emosi,"tuturnya.

Baca Juga: Wali Kota Surabaya Minta Pengusaha Lapor Jika Lahannya Dipakai Parkir Oknum Tanpa Izin 

Kemudian tersangka yang ikut menganiaya korban yakni LB mengaku, tak terima dirinya diumpat oleh korban hingga memukulnya pakai gitar kentrung.

"Anaknya misuhi (jancuk) saya dua kali, saya pukul pake kentrung dua kali bagian kepala," akunya.

Saat ditanya oleh awak media ada hubungan apa dengan ibu korban? Pasalnya beredar rumor di masyarakat bahwa keduanya memiliki hubungan sesama jenis, LB menjawab bahwa mereka adalah teman atau sahabat.

"Adik kakak, dianggap saudara dari kecil tinggal bertiga sama korban,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Pimpinan Fraksi DPRD Jatim Disebut Terlibat dalam Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes 

Informasi yang diperoleh dari sumber selalu.id menyebut, pimpinan fraksi itu berasl dari partai berwarna kuning. 

Wagub Jatim Emil Dardak dan Seskab Teddy Bertemu Empat Mata, Jabatan Wamenkeu?

Pengamat politik, Surokim menilai bahwa isu ini membuka peluang munculnya pasangan calon baru dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur mendatang.

Dugaan Korupsi Pengadaan Laptop Ponpes dari Pokir DPRD Jatim, Gempar Desak Inspektorat Lakukan Audit

Gempar Jatim juga menyoroti pentingnya transparansi hasil pemeriksaan kepada publik serta tindak lanjut hukum apabila ditemukan pelanggaran.