Minggu, 18 Okt 2026 17:24 WIB

Ini Motif Ibu Kandung Bunuh Anaknya yang Masih Berusia 6 Tahun di Surabaya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 24 Nov 2022 17:55 WIB
Dua tersangka pembunuh bocah 6 tahun saat di Mapolres Tanjung Perak Surabaya
Dua tersangka pembunuh bocah 6 tahun saat di Mapolres Tanjung Perak Surabaya

selalu.id - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (Oalah TKP) pembunuhan bocah 6 tahun oleh ibu kandungnya sendiri di Surabaya, Kamis (24/11/2022). Polisi mencari motif pelaku hingga membunuh anaknya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Arief Ryzki Wicaksana, mengatakan dua tersangka yakni ibu kandung U (32) dan LB (18) terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap korban berisinial AP (6).

Baca Juga: Perkuat Sinergi, Kapolri Temui Rais Aam PBNU di Surabaya

"Tersangka ini melakukan penganiayaan korban dimana anak kandungnya dipukul menggunakan sandal, sapu, kentrungan (ukulele)," kata AKP Arief, saat rilis ungkap kasus penganiayaan di Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (24/11/2022).

Polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di kamar kosnya, jalan Jalan Bulak Banteng Kidul gang VIII No. 38 Surabaya. Ditemukan, sejumlah barang bukti yakni dua sapu dengan warna hijau bulu hitam dan ungu bulu kuning. Kedua sapu tersebut ujungnya patah.

Kemudian, satu sandal warna hitam, satu gitar kentrung 1, (satu) buah baju doraemon, dan satu celana warna abu-abu dengan garis hitam merah di samping kanan kiri.

"Dipukul alat-alat seperti, sandal, sapu, kentrungan. Motifnya kesal dengan korban. Apabila korban diperintah lambat dan tidak sesuai maunya pelaku,"ujarnya.

AKP Arief menerangkan, pada Minggu (20/11/2022) lalu, dari Rumah Sakit Soewandhi Surabaya, pihak kepolisian mendapat laporan anak meninggal jatuh dari kamar mandi.

"Dilihat ada luka, saat dilakukan autopsi. sekujur tubuh korban ada luka di kepala, lengan, kaki, dahi. Yang menyebabkan meninggal di belakang kepala (parah),"jelasnya.

Mengetahui itu, Polisi langsung mencari informasi tersangka dan telah mengamankan ibu kandungnya. Kemudian, pelaku kedua yakni teman ibunya diamankan saat di rumah saudaranya di Jember.

Baca Juga: Sentuhan Sirpu Betina, Senjata Rahasia Performa Gacoan di Gantangan

Dari pengakuan tersangka ibu kandungnya, U mengaku kesal dengan anaknya yang kerap nangis, jika disuruh lambat dan tidak sesuai keinginannya ibunya. U juga menyebut bahwa anaknya disebut oleh keluarganya anak haram

"Sama keluarga (disebut) anak saya haram. Suami saya meninggal, saya kawin sirih. Keluarga saya tak setuju," ungkap tersangka U.

U mengaku sering kali memukul korban dengan kayu jika dirinya sedang emosi. Bahkan dirinya menyuruh korban untuk mengamen.

"Biasanya mukul di belakang di lengan. Kayu buat mukul kalau emosi,"tuturnya.

Baca Juga: Alumni Cak dan Ning Surabaya Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Kemudian tersangka yang ikut menganiaya korban yakni LB mengaku, tak terima dirinya diumpat oleh korban hingga memukulnya pakai gitar kentrung.

"Anaknya misuhi (jancuk) saya dua kali, saya pukul pake kentrung dua kali bagian kepala," akunya.

Saat ditanya oleh awak media ada hubungan apa dengan ibu korban? Pasalnya beredar rumor di masyarakat bahwa keduanya memiliki hubungan sesama jenis, LB menjawab bahwa mereka adalah teman atau sahabat.

"Adik kakak, dianggap saudara dari kecil tinggal bertiga sama korban,"tutupnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Senangnya Petani Tambakrejo Sambut KDKMP Sidoarjo, Tebus Pupuk Kini Makin Mudah

Selain pupuk, KDKMP diproyeksikan menjadi pusat penyaluran komoditas bersubsidi lainnya seperti beras SPHP, MinyaKita, hingga LPG 3 kilogram.

Wisata Hutan Kota Jeruk Surabaya: Murah, Indah, dan Cocok untuk Keluarga

Menjelang sore hari, para pengunjung disuguhkan lanskap persawahan yang asri sembari diiringi alunan musik akustik.

600 Penari Ramaikan Festival Munali Patah 2026 di Sidoarjo

Kegiatan ini melibatkan penari dari Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Mojokerto, hingga Malang.

KSPSI Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Kapolri dan Batalkan Aksi Buruh 20 Oktober

Desk Ketenagakerjaan sudah berdiri di 35 Polres yang tersebar di 14 Polda.

Kapolri Kunjungi Museum Marsinah di Nganjuk, Kenang Perjuangan Pahlawan Buruh

Rombongan disambut Penasihat Kapolri Bidang Ketenagakerjaan sekaligus Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea.

Andreas Eddy Susetyo Usul Gabungkan Konservasi, Ekowisata, dan Perikanan di CMC 

selalu.id - Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengusulkan pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat di kawasan Clungup Mangrove Conservation atau CMC