Senin, 02 Nov 2026 12:46 WIB

Pakar Lingkungan ITS Minta PDAM Menaikkan Tarif, Ini Alasannya

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 23 Nov 2022 16:11 WIB
Pakar Teknik Lingkungan, atau Guru Besar Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Joni Hermana
Pakar Teknik Lingkungan, atau Guru Besar Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Joni Hermana

selalu.id - Pakar Teknik Lingkungan, atau Guru Besar Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Prof. Joni Hermana mendesak Pemkot Surabaya untuk melakukan kenaikan tarif air bersih.

Alasannya, Surabaya selama 17 tahun PDAM belum pernah melakukan penyesuaian tarif.

Baca Juga: 7 Polisi Dimutasi usai Gerebek 3 Kader Gerindra Pesta Sabu, Polrestabes Surabaya: Pembinaan Karier

Prof Joni menerangkan bahwa Surabaya merupakan tarif air bersih termurah di Indonesia. Sehingga, ia menyarankan sudah saatnya PDAM melakukan penyesuaian.

"Saya hanya mengatakan bahwa, pertama itu sudah waktunya dilakukan kenaikan. Kedua, mengacu pada SK gubernur karena itu kan harus jadi refrensi mana tarif bawahnya, mana tarif atasnya"kata Prof Joni, kepada Awak media, Rabu (23/11/2022).

Penyesuaian tarif tersebut diperkuat dengan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum, serta, SK Gubernur Jatim Nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Pedoman Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum Bagi BUMD kabupaten/kota se - Jawa Timur pada tahun 2022.

Baca Juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

Tak hanya itu, Prof Joni juga menerangkan tarif air bersih PDAM terhadap warga sudah cukup adil.

"Dalam perhitungan yang wajar, seharusnya penggunaannya sedikit. Tapi ada beberapa yang (penggunaan air) tinggi. Lalu ada yang sudah berubah statusnya, nah ini harus disesuaikan," kata Prof. Joni yang juga Master Bidang Sanitasi dari Universitas Ghent Belgia,

Keberadaan sumber daya air di wilayah Jawa Timur, lanjutnya, sudah mencapai kondisi mendekati water crisis (krisis air). Sehingga harus dikelola secara bijak.

Baca Juga: Siasat Licik Penjual Miras Ilegal di Surabaya Hindari Razia Satpol PP

Menurutnya, tugas PDAM adalah melayani kebutuhan air dan bukan menjual air. Maka, warga harus bijak air secara hemat untuk menjaga keberlanjutan dari sumber daya air.

"Kita ada 6.200 kilometer jaringan pipa plus instalasinya, itu butuh pemeliharaan yang dilakukan secara wajar, agar bisa berjalan jangka panjang. Ini yang menurut saya harus diperhatikan agar proses pelayanan air bisa berlangsung," pungkasnya. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pelindo Daya Sejahtera Perkuat Struktur Korporasi Lewat Konsolidasi Usaha

PDS direncanakan menggabungkan diri ke dalam PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI).

Polda Jatim Bongkar 22 Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

Ini respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan bahan bakar bersubsidi yang belakangan sempat memicu antrean panjang di sejumlah SPBU.

Gus Fawait Masuk Radar Pilgub Jatim 2029, LSN Perkuat Jaringan Daerah

Aspirasi itu muncul saat pengurus LSN berinteraksi langsung dengan masyarakat di lapangan.

Hasil Liga Italia: Juventus Bungkam Napoli 2-0, Alajbegovic Tampil Apik

Kebuntuan baru pecah di menit ke-70. Kerim Alajbegovic jadi pahlawan Juventus setelah menuntaskan umpan dari Edon Zhegrova.

Top 5 Berita: Deltras Kalah hingga Harga Emas Antam

Pembaca pemberitaan peristiwa, olahraga hingga harga emas antam.

Pegawai Bank Keliling Ditemukan Tewas Penuh Luka di Probolinggo

Pemuda 19 tahun tersebut tewas dengan sabetan senjata tajam.