Sabtu, 13 Jun 2026 16:00 WIB

Tak Hanya Lurah dan Camat, Wali Kota Eri Juga Ancam Copot Kepala Puskesmas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Nov 2022 11:20 WIB
Tandatangan kontrak kinerja di Graha Sawunggaling Surabaya
Tandatangan kontrak kinerja di Graha Sawunggaling Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali mengancam jajaranya selain Camat dan Lurah. Kini giliran kepala Puskesmas yang diancam copot.

Eri Cahyadi meminta kepada seluruh kepala Puskesmas yang ada di Surabaya,apabila tidak sanggup menjalankan tugasnya sesuai kontrak kinerja, mereka wajib mundur.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia-UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Hal itu disampaikan Eri saat penandatanganan Kontrak Kinerja di Graha Sawunggaling, Rabu (9/11/2022).

Dengan perjanjian kontrak kinerja, Eri menyampaikan beberapa pesan penting dalam hal pelayanan dan data. Diantaranya yakni, puskesmas harus mengetahui soal data balita stunting dan pra stunting.

"Jadi di dalam kontrak kerja itu ada beberapa poin yang wajib dilakukan oleh kepala puskesmas. Satu, pelayanan wajib selesai minimal 25 menit, paling lama 30 menit. Setelah itu jangan sampai ada lagi pra sunting menjadi stunting," kata Eri.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab Aliran Air di Tambaksari Surabaya Tidak Lancar

Di dalam kontrak kinerja tersebut, ia juga mencantumkan poin, setiap puskesmas harus ada dua dokter, baik dokter umum dan dokter di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA).

"Nanti kita lihat, minggu depan akan ada tim yang turun untuk memantau kinerja puskesmas, lurah, camat, dan dinas. Kalau ada yang tidak sesuai, kantornya kotor atau pelayanannya jelek akan saya beri tanda bendera, biar masyarakat tahu," jelasnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan, ketika poin yang tercantum di dalam kontrak kinerja itu tidak diterapkan, maka Kepala Puskesmas dan Kepala Dinkes akan diberhentikan dari jabatannya.

Baca Juga: Masa Depanku Direnggut: Kisah Sedih Gadis Surabaya Dilecehkan sang Pelatih

Bahkan, ia tak segan menindak tegas jajarannya di tingkat kecamatan, lurah dan dinas, bila tidak sesuai dengan kinerjanya selama akhir tahun mendatang.

"Kalau puskesmas itu (pelayanannya) jelek, maka nama Pemerintah Kota (Pemkot) yang jelek. Maka dari itu, saya harap setelah ini tidak ada yang berjalan sendiri - sendiri, baik itu lurah, camat dan dinasnya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Peringati Harganas ke-33, KB Permanen di Jember Sasar 234 Perempuan dan 25 Laki-laki

Target akseptor MOW di Jember berkisar 250 peserta dan kini hampir seluruhnya telah terpenuhi.

Demi Tingkatkan Layanan ke Masyarakat, Polres Probolinggo Resmikan Gedung SPKT Baru

Kapolres Probolinggo juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di SPKT agar mengedepankan sikap ramah, responsif, dan berorientasi pada solusi.

Diduga Ada yang Nyontek di Seleksi Direksi PDAM Delta Tirta, Begini Pengakuan Seorang Peserta

"Saya duduk bersebelahan dengan yang diduga pelaku. Selain saya, ada yang duduk di depan dan di belakang yang juga mengetahui kejadian tersebut," ungkap Sigit.

Lagi Asyik Latihan Musik, Motor Pemuda di Mojokerto Dicuri Maling

Sebelum beraksi, pelaku datang dua kali, pertama memantau keadaan dan dua kali motor langsung dibawa kabur.

Antar Penumpang ke Bandara Juanda, Driver Ojol Tewas Tertabrak Mobil

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat berkendara di kawasan bandara yang memiliki lalu lintas kendaraan cukup padat.

DPRD Jatim Jajaki Kerja Sama dengan DPRD St. Petersburg Rusia

Pertemuan ini diharapkan dapat membuka peluang kemajuan ekonomi dan hubungan kelembagaan yang saling menguntungkan ke depannya.