Minggu, 04 Okt 2026 21:15 WIB

Tak Hanya Lurah dan Camat, Wali Kota Eri Juga Ancam Copot Kepala Puskesmas

  • Penulis : Ade Resty
  • | Kamis, 10 Nov 2022 11:20 WIB
Tandatangan kontrak kinerja di Graha Sawunggaling Surabaya
Tandatangan kontrak kinerja di Graha Sawunggaling Surabaya

selalu.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi kembali mengancam jajaranya selain Camat dan Lurah. Kini giliran kepala Puskesmas yang diancam copot.

Eri Cahyadi meminta kepada seluruh kepala Puskesmas yang ada di Surabaya,apabila tidak sanggup menjalankan tugasnya sesuai kontrak kinerja, mereka wajib mundur.

Baca Juga: DPRD Surabaya Minta RHU Disanksi Tegas jika Pengunjung Mabuk dan Bikin Onar

Hal itu disampaikan Eri saat penandatanganan Kontrak Kinerja di Graha Sawunggaling, Rabu (9/11/2022).

Dengan perjanjian kontrak kinerja, Eri menyampaikan beberapa pesan penting dalam hal pelayanan dan data. Diantaranya yakni, puskesmas harus mengetahui soal data balita stunting dan pra stunting.

"Jadi di dalam kontrak kerja itu ada beberapa poin yang wajib dilakukan oleh kepala puskesmas. Satu, pelayanan wajib selesai minimal 25 menit, paling lama 30 menit. Setelah itu jangan sampai ada lagi pra sunting menjadi stunting," kata Eri.

Baca Juga: Lima Tahun Merger Pelindo, Standarisasi Jadi Kunci Efisiensi

Di dalam kontrak kinerja tersebut, ia juga mencantumkan poin, setiap puskesmas harus ada dua dokter, baik dokter umum dan dokter di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA).

"Nanti kita lihat, minggu depan akan ada tim yang turun untuk memantau kinerja puskesmas, lurah, camat, dan dinas. Kalau ada yang tidak sesuai, kantornya kotor atau pelayanannya jelek akan saya beri tanda bendera, biar masyarakat tahu," jelasnya.

Lebih lanjut Eri menegaskan, ketika poin yang tercantum di dalam kontrak kinerja itu tidak diterapkan, maka Kepala Puskesmas dan Kepala Dinkes akan diberhentikan dari jabatannya.

Baca Juga: Aturan dan Peringatan Keras Wali Kota Eri untuk Hiburan Malam di Surabaya 

Bahkan, ia tak segan menindak tegas jajarannya di tingkat kecamatan, lurah dan dinas, bila tidak sesuai dengan kinerjanya selama akhir tahun mendatang.

"Kalau puskesmas itu (pelayanannya) jelek, maka nama Pemerintah Kota (Pemkot) yang jelek. Maka dari itu, saya harap setelah ini tidak ada yang berjalan sendiri - sendiri, baik itu lurah, camat dan dinasnya," pungkasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Persela Lamongan Menang Lagi, Kini Bungkam Barito Putera 0-1

Hasil manis ini menjadi modal krusial bagi Persela Lamongan untuk terus bersaing di papan atas klasemen Pegadaian Championship 2026/2027.

Sambut Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Serahkan Alsintan ke Petani Mojokerto

Gubernur Khofifah menyebut bantuan alsintan bertujuan meningkatkan efisiensi kerja petani agar produktivitas pertanian di Jatim terdongkrak.

Detik-detik Takmir Amankan Pencuri Kotak Amal di Masjid Baitusshodiqqin Nganjuk

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi pengurus masjid dan musala lain di Kabupaten Nganjuk untuk lebih waspada, apalagi di jam-jam sepi.

Cegah Inflasi, Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-158 di Mojokerto

Gubernur Jatim Khofifah mengatakan, selain untuk menstabilkan harga, pasar murah ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim ke-81.

Armuji Minta Ranting PDIP Surabaya Ambil Hati Warga di Pemilu 2029, Jangan Main Proyek!

Armuji menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap kader yang menjadikan posisi politik sebagai sarana mencari keuntungan dari masyarakat.

Daftar TV yang Siarkan Final FIFA ASEAN Cup Indonesia vs Thailand, Ayo Dukung!

Partai final kali ini menjadi ujian berat sekaligus momentum pembalasan bagi Indonesia. Rekor rekam jejak mencatat, kedua tim sudah bertemu sebanyak 6 kali.